Jodoh Twins Yang Tertukar

Jodoh Twins Yang Tertukar
Siska menyelesaikan rencananya


__ADS_3

Setelah perbincangan selesai, Siska segera pergi dari sana, entah apa lagi yang akan ia lakukan, Kevin yang melihatnya ingin mengikutinya diam-diam namun dia sadar ada pasiennya yang harus ia tangani.


"Ikuti dia Nurul," bisik Kevin dan di angguki oleh Nurul.


Siska melajukan mobilnya ke arah rumah elena, sebelumnya dia sudah meminta izin pada Elena akan datang ke rumahnya.


Siska mengetuk pintu Elena dan tak lama Elena membuka pintu tersebut, Elena menyambut kedatangan Siska disana, dia segera menyuruhnya untuk masuk.


"Kenapa sangat sepi Elena, kemana orang tuamu,?" tanya Siska.


"Mereka di luar negeri, mereka tidak peduli denganku, dan seperti ini lah kehidupan ku," ucap Elena.

__ADS_1


"Bibi, tolong buatkan air," ucap Elena.


"Tidak perlu, terimakasih, saya cuma sebentar kok disini nak," ucap Siska.


Nurul kehilangan jejak sang kakak, ia tidak tau harus bagaimana lagi sekarang, dia juga masih sangat penasaran mengapa kakaknya bisa berbuat sejauh ini.


Didalam ruang tamu Elena tampak terkejut dengan ucapan Siska.


"Kenapa mendadak seperti ini Aunty,?" tanya Elena dengan gugup


"Kamu sudah tau sendiri bukan, tentang permintaan Oma pada Alfa, dan hanya kamu yang bisa menjadi pasangan Alfa, Aunty tidak bisa mempercayai orang lain selain kamu dan Vera, namun Aunty tidak ingin menyakiti perasaan adiknya hingga Aunty hanya berharap padamu Nak," ucap Siska menggenggam tangan Elena meyakinkan Elena jika semuanya akan baik-baik saja.

__ADS_1


"Apa Kak Alfa tidak keberatan, kami bahkan belum terlalu akrab dan saya merasa tidak enak pada keluarganya terutama Bunda," ucap Elena membuat Siska tersenyum manis padanya dan menggelengkan kepalanya.


"Alfa sudah menyetujuinya dan bahkan kami semua sangat setuju, tidak ada lagi yang perlu kamu khawatir kan sayang," ucap Siska lembut.


"Tapi...," ucapan Elena terpotong oleh Siska.


"Kamu menaruh hati bukan pada Alfa dan ini satu-satunya jalan untuk kalian berdua, jika kamu menolak maka tidak akan ada lagi kesempatan untuk mu Nak, Aunty takut jika kamu menolak Adikku akan mencarikan wanita yang salah, dan hanya kamu yang bisa menolong Nak, Kamu tidak perlu khawatir dengan Alfa, Perasaan nya akan tumbuh seiring berjalannya waktu, Aunty ingin menceritakan sedikit kisah tentang Bundanya dan Daddynya, dulu mereka tidak saling mencintai bahkan Bundanya sangat membenci Daddy mereka karena kesalahannya yang membuat masa depan Yuli hancur, namun seiring berjalannya waktu cinta mereka tumbuh dan kamu lihat kan betapa hangatnya keluarga mereka, bahkan putriku saja menghabiskan waktunya disana dari pada dirumah kami, bukan hanya putriku, namun putri Adikku Nurul dan Putra Bimo, mereka seperti rantai yang terlalu terikat, dan mereka berempat selalu menghabiskan waktu nya di rumah Yuli," ucap Siska membuat Elena menunduk, mau bagaimana pun pertanyaan ini sangat mendadak.


"Aunty tidak memaksamu nak, Aunty hanya ingin kalian bersatu, tapi jika keputusan mu menolak menikah dengannya maka Aunty akan terima apa adanya, kamu tidak perlu khawatir Nak," ucap Siska mulai berdiri dari tempat duduknya namun Elena mengeluarkan jawaban yang membuatnya tersenyum manis, semua rencananya berjalan sukses.


"Baiklah Aunty, Elena akan siap, tapi Elena akan memberitahukan pada Ayah dan ibu Elena dulu, mengenai ini," ucap Elena dengan wajah yang sangat merona malu.

__ADS_1


"Baiklah sayang, nanti kabari Aunty ya, dan Aunty harus pamit karena aunty ada jadwal di rumah sakit," ucap Siska dan di angguki Elena dengan senyuman ramahnya.


__ADS_2