Jodoh Twins Yang Tertukar

Jodoh Twins Yang Tertukar
Pulang dengan wajah sombong


__ADS_3

Mereka keluar sekolah dengan wajah gembira, sedangkan Bagas di tahan oleh seorang Ibu-ibu yang terlihat mengenakan perhiasan di leher serta tangannya.


"Hei tunggu dulu, kamu sangat berbakat sekali," ucap Ibu tersebut membuat Bagas hanya tersenyum mengucapkan terimakasih.


"Maaf yah Bu, minjam Anaknya bentar," ucap Ibu tersebut tersenyum manis kepada mereka.


"Iya silahkan saja Bu, kalau Ibu mau bisa bawa pulang dia kok," ucap Siska membuat Bagas melototkan matanya.


"Hahahaha benarkah? kalau begitu ayo kerumah Tante," ucapnya tersenyum bercanda.


"Nanti Tante nikahkan sama anak Tante," ucapnya membuat Bagas seketika melotot tercengang, sedangkan Siska dan Nurul menahan tawanya, apa jadinya jika Ibu tersebut mengetahui sifat Bagas.


"Ibu ihhh..." ucap Putrinya yang di samping malu.


"Hai Bunga," ucap Bagas menyapa Anak Ibu tersebut.


"Ehemm..." suara Ayu berdehem menggoda Bunga.


"Kalian sekelas yah,?" tanya Ibunya dan di angguki oleh mereka.

__ADS_1


"Kenapa masih malu-malu, Bagas kan namamu ganteng? nanti kapan-kapan datang ke rumah yah, Anak Tante akan ku serahkan padamu," ucap Ibu tersebut membuat Bagas menggelengkan kepalanya cepat.


"Tidak Tante, terimakasih," ucap Bagas.


"Anak Tante cantik kok" ucap Azkia ingin sekali berteriak mengolok Bagas di dekat kupingnya.


"Bu ayo pulang," ucap anaknya.


"Yaudah, kalau begitu silahkan duluan, maaf menganggu kalian," ucap Ibu tersebut dan di angguki oleh mereka.


Bagas mengantar Kakak Iparnya dan Ayu untuk pulang, didalam mobil Ayu tak henti-hentinya menyanyi mengejek Bagas.


"Jangan Biarkan Bagassss... dalam kesurahan.....


"Ohhou hou owh bunganya Bagas...


"AYUUUU... Diamlah," ucap Bagas kesal.


"Hahahaha, Lagu favorit ku sekarang," ucap Ayu membuat kedua Kakak Iparnya ikut tertawa.

__ADS_1


"Aku sungguh lelah," ucap Elena menyenderkan kepalanya.


"Kau juga Bagas, kenapa kamu menyuruh Kak Elena yang hamil,?" ucap Ayu membuat Bagas melototkan matanya, dia lupa jika Kakak Iparnya hamil.


"Astaga akhir kehidupan ku berkahir jika Anak cicak mengetahuinya," ucap Bagas.


"Tapi aku senang," ucap Elena tersenyum sengat senang.


"Aku sudah seperti orang tua tadi hahaha, gak sabar menjadi orang tua sungguhan, tapi aku gak mau jika anakku jahilnya kek Bagas, maunya kek bakat Bagas," ucap Elena membuat Bagas tersenyum penuh dengan kesombongan.


"Gas, sejak kapan kau pintar,?" tanya Vera juga sangat kaget melihat Bagas yang sangat berkemampuan.


"Ahg, masa kecilku sangat suram, belajar adalah hal wajar bagiku di rumah, aku hanya bisa bebas jika ke rumah Daddy atau Oma." ucap Bagas.


"Ayu, kenapa kamu gak mengajak Bunda, sayang sekali Bunda tidak melihatku," ucap Bagas membuat Ayu tersenyum.


"Aku sengaja," saut Ayu membuat Bagas sangat kesal.


"Aku mau minta hadiah apa yah ntar," ucap Bagas membuat Ayu hanya menghembuskan nafasnya kasar. Bagas sebelum berangkat tadi sudah mengirim vidio dia ke grup keluarga, yang membuat sepupunya sangat kesal. sangat mengesalkan Bagas menyuruh temannya memotong video yang jelek, dan hanya memutar inti-intinya saja, dan Vidio tersebut hanya menampilkan nama Bagas yang disebut mendapatkan penghargaan serta vidio dimana Bagas memanggil Aunty dan mereka naik panggung. Ibunya yang merespon lebih dulu di grup, mengomeli Bagas dengan sangat kesal, Ibunya bahkan tidak mengetahui jika ada undangan untuk orang tua, sepupu Bagas dengan jahil mengomporinya yang membuat Bagas sudah tidak ingin pulang.

__ADS_1


__ADS_2