Jodoh Twins Yang Tertukar

Jodoh Twins Yang Tertukar
season 2 ( Alfi caper )


__ADS_3

sudah satu bulan Vera menjadi guru les ayu dan sepupunya , ini adalah gaji pertama yang didapat kan , Vera sangat senang karena gaji yang diberikan oleh kedua orang tua ayu tidak pernah dia sangka jumlahnya


Vera sangat bersyukur akan hal itu , bertemu dengan orang baik dan dermawan , dia tidak akan melupakan kebaikan kedua orang tua ayu


.....


di Amerika Alfi sudah siap untuk terbang ke tanah air dia sudah menyelesaikan pendidikan nya , dia tidak memberitahu kan kepada Bunda dan Daddy nya lebih dulu sebelum dia pulang


dia ingin membuat Bundanya menangis karena kaget , akal jail Alfi tidak pernah berubah dari dulu kecuali sang kakak yang tidak mau jadi bahan perhatian hal itu yang membuat Alfa tidak mau berbicara dengan orang lain


pesawat dengan mulus mendarat di tanah air nya , dia memesan taxi untuk berangkat ke rumah nya dengan masker di wajah dan topi dikepala dia berencana menyamar jadi tukang paket


sesampainya di rumah satpam tidak membukakan gerbang karena Alfi menggunakan masker dan topi


" pak cepat buka ini aku Alfi " ucap Alfi membuat pak satpam kalang kabut membuka gerbang


" maaf den kami tidak tau jika Aden akan bulan " ucap satpam tersebut


" tidak apa , aku mau ngerjain bunda sama Daddy " ucap Alfi lagi


" ini pak nanti rekam ya , biar mirip di Vidio Vidio orang yang pulang kampung dan ibu nya menangis karena kaget " ucap Alfi membuat satpam tersebut menggeleng gelengan kepala nya , karena kejailan Alfi tidak pernah hilang bahkan Alfi dulunya sering mengerjai para satpam yang sedang tidur dengan lukisan antik di wajah nya


" cepat ambil pak , keburuh malam " ucap Alfi padahal jam masih menunjukkan pukul 04:00


" iya den" jawab satpam tersebut sopan


Alfi membawa barang nya masuk diikuti oleh satpam yang sudah merekam dari belakang


Alfi dengan senyuman jail yang ditutup oleh masker mengetok pintu dan tak lama seseorang membuka pintu


" ada apa ya pak ?? tanya ayu yang membuka pintu


" ini ada paket " jawab Alfi


" ntar dulu perasaan gak ada yang pesan paket dan juga aku gak terlalu asing dengan suaramu " ucap ayu


" maaf nona , suara banyak yang mirip didunia ini " jawab Alfi cengingisan di dalam masker


"BUNDA , BUNDA SINI " teriak ayu dan Tak lama Bundanya datang


" kok teriak teriak sih yu , ada apa ?? tanya bunda nya yang baru datang


" ini Bun katanya ada paket yang dipesan Bunda " ucap ayu


" hah " ucap Yuli bingung karena perasaan nya dia tidak pernah memesan paket


" maaf mas , mungkin anda salah alamat " ucap Yuli sopan


" benar kok alamat nya Bun " ucap Alfi dengan bodoh nya


" tolol , kok aku keceplosan sih " gumam Alfi , sedangkan satpam yang bersembunyi di balik bunga cekikikan


" hah Bun ?? tanya Yuli dengan mata yang sudah menatap semua tubuh Alfi dari bawah sampai atas


" kamu yakin kalau kamu tukang antar paket ?? tanya Yuli dengan tatapan tajam


" iya , saya memang tukang pekat Bun " ucap Alfi lagi lagi keceplosan membuat satpam yang bersembunyi ingin sekali tertawa


" astaga Alfi , kenapa kamu sungguh bodoh , susah amat memanggil bundamu dengan nona " gumam Alfi menggerutu Ki kebodohan nya


" kok dia manggil bunda , dan suaranya dari tadi gak terlalu asing ya " ucap ayu


" saya sudah bilang dari tadi kalau banyak suar yang sama monyong " ucap Alfi lagi keceplosan


" bodoh lagi kan " gumam Alfi

__ADS_1


" kamu kak Alfi ya , kan kak Alfi selalu manggim ayu dengan monyong " ucap ayu


tiba tiba Yuli mendekat , Alfi sudah ingin terharu membayangkan jika dirinya mirip sudah di Vidio video yang dimana ibu nya terharu jika anaknya datang tanpa sepengetahuan nya tapi itu hanya khayalan bagi Alfi karena Bundanya tidak menangis sama sekali melainkan , Bunda nya menarik Telinganya membuat Alfi langsung berteriak


" ahhhhg , Bun sakit , ampun " teriak Alfi kesakitan membuat satpam yang bersembunyi tertawa terbahak-bahak


semua orang yang ada didalam keluar karena keributan yang terjadi


" kak Alfi " teriak ketiga sahabat ayu langsung memeluk Alfi yang masih memegang telinganya ,karena terlalu banyak yang memeluk nya hingga mereka berempat terjatuh


" aduh , sakit " pekik Alfi dari bawah membuat mereka bertiga langsung berdiri


" aduh apa apaan sih , sakit bego " ucap Alfi menggosok gosok bokongnya yang sakit


" kan kami kangen hehehe " ucap azkia cengingisan


" gak gitu juga peang " ucap Alfi kesal


" bunda aja gak meluk Alfi , kok kalian semangat betul " ucap Yuli


" haha liat Bagas kak , sudah tambah ganteng bukan " ucap Bagas dengan bangga


" apanya yang ganteng , kau tambah jelek " ucap Alfi


" iya benar kata kak Alfi " saut davira


" Bun kalau pendapat bunda gimana deng....." ucapan Bagas terpotong oleh Yuli


" gak ada bedanya " potong Yuli membuat mereka semua menahan tawanya


" ohh iya kak Alfi , perkenalkan dia guru les ayu " ucap ayu membuat pandangan Alfi tertuju pada wanita cantik yang sedang berdiri di samping sang adiknya


mata Alfi seperti terhipnotis hingga dia lupa bagaimana caranya mengedipkan matanya


" jangan dilihat trus kak Alfi , kak Vera sudah jadi milik Bagas " ucap Bagas yang mendapat tatapan tajam Ayu, Azkia , Davira serta Bunda nya


" hai namaku Alfi " ucap Alfi mengulurkan tangannya ke arah Vera


" Vera " ucap Vera menerima uluran tangan Alfi seketika jantung Alfi berdegup kencang saat memegang tangan Vera


" kak sudah ,jangan lama lama nanti tangan kak Vera jadi dekil kaya kakak " ucap ayu yang refleks membuat Alfi melepaskan tangannya


" sembarang tu mulut , " ucap Alfi


" pak sini hp ku " ucap Alfi membuat satpam tersebut langsung berlari ke arah nya


" prank nya berhasil ya den ?? tanya satpam cengingisan


" kamu mau muji apa nyindir ?? tanya Alfi kesal


" dua duanya den " jawab satpam tersebut


" sana pergi jaga pagar , jangan sampai ada nyamuk masuk " ucap Alfi.


" sudah ayo masuk " ucap lagi Yuli membuat mereka semua masuk kecuali Alfi yang masih mengangkat barang nya


" Bun buka , kenapa ditutup , aku kan belum masuk " ucap Alfi dan tak lama pintu pun kembali dibuka


saat Vera mengajar ayu dan ketiga temannya Alfi dengan sangat senang hati membantu mengajar mereka membuat ke empat adik adiknya kesal sendiri karena sedari tadi Alfi hanya caper atau cari perhatian


" kak kenapa disini sih , sok pintar " ucap Azkia yang mulai kesal


" iya lagian kak Alfi tumben mau ajarin kami , dulu dulu kak Alfi selalu kabur kalau disuruh bunda bantu kerjakan PR " ucap ayu tak kalah kesal


" caper lah tu , apalagi " saut Bagas

__ADS_1


" jangan mau kak vera terhipnotis " ucap Davira


" apaan sih kalian , aku ini baik mau bantu belajar malah berpikir Negatif ,ya kan Vera " ucap Alfi dan hanya diangguki oleh Vera


" Alfi jangan ganggu adik mu " teriak Yuli dari atas lantai dua


" gak kok Bun , Alfi cuma bantu mereka belajar " teriak balik Alfi


" awas macam macam ya " ucap Yuli


" tu dengar bunda aja tidak ngelarang ," ucap Alfi


" Vera aku tidak mengganggumu bukan ?? tanya Alfi


" tidak kok " jawab Vera


" tapi kami yang kamu ganggu setan " ucap Bagas


" apa kamu bilang barusan kutu air ?? tanya Alfi kesal


" Alfi , bunda sudah bilang jangan macam macam , sana pergi tidur " ucap Yuli yang sedang menuruni anak tangga


" sana tidur biar cepat besar agar bisa cepat durhaka sama orang tua haha " ucap Bagas


" kamu yang sana " ucap Alfi kesal


" liat nah Bun , kak Alfi dari tadi ganggu sampai yang dijelaskan kak Vera tadi langsung hilang di otak " ucap Bagas


" bilang aja kamu bodoh , sok soan make hilang " ucap Alfi


" Alfi kamu mau bunda banting masih disitu ?? tanya Yuli yang sudah berjalan ke arah nya


" gak Bun , baik Alfi akan diam " ucap Alfi


" hahahaha ternyata bunda pensiunan smekdown " ucap Bagas tertawa terbahak-bahak


" kamu mau liat gas , bantingan bunda ?? tanya Yuli dengan tatapan tajam


" coba Bun , Bagas mau lihat dan penasaran tulang kak Alfi nanti yang patah kira kira yang mana " ucap Bagas


" woi mau ku sunat lu " ucap Alfi kesal


" kamu yang jadi percobaan " ucap Yuli menatap tajam ke arah Bagas


" hehe gak deh Bun , nanti aja kalau bunda sudah lansia " ucap Bagas cengingisan


" kamu ngejek bunda ?? tanya Yuli sudah kesal dengan tingkah Bagas yang tak beda jauh dengan kelakuan ayah nya


" ahhh sudah lah , kami mau belajar , ini semua gara gara kak Alfi , mending kak Alfi bobok manis saja didalam " ucap Davira


" iya sana kak " saut Azkia


" kok pada nyalahin aku sih " ucap Alfi


" Karena memang benar, kak Alfi yang buat pelajaran kami terhambat " ucap ayu


" kamu dengar Alfi , kata adik adik kamu ?? tanya Yuli


" iya iya , aku pergi dari sini " ucap Alfi dengan wajah kesal nya


" iya begitu dong , kalau perlu sana keluar rumah dan jangan balik lagi " ucap Bagas


" kamu mau ngusir anak bunda gas ?? tanya Yuli


" hehe gak Bun cuma iseng doang " ucap Bagas

__ADS_1


" mampus lu " ucap Alfi berdiri dari tempat duduknya


__ADS_2