Jodoh Twins Yang Tertukar

Jodoh Twins Yang Tertukar
Beli gaun dan cincin


__ADS_3

Ini Gaun yang paling bagus di butik kami, ada banyak pilihan disini, jadi silahkan pilih yang menurut Nona bagus, dan cocok" ucapnya dan di angguki lelah mereka berdua.


"Vera menurutmu bagusan yang mana,?" tanya Elena.


"Hah? kok tanya ke aku, aku bahkan tidak pernah membeli hal seperti ini Elena" saut Vera.


"Bantulah, tinggal lihat yang bagus saja kok," ucap Elena.


"Wah Elena ini bagus, sungguh menawan, sederhana namun sangat penuh arti, bahannya sungguh lembut," ucap Vera melihat gaun berwarna putih yang sangat cantik.


"Apa kamu menyukai itu Vera,?" tanya Elena dan di angguki oleh Vera.


"Baiklah aku pilih itu," ucap Elena membuat Vera menatapnya kaget.


"Kenapa mengambil gaun yang aku suka, pilihlah gaun yang kamu anggap bagus, bukan aku yang akan memakainya," ucap Vera namun Elena hanya tersenyum manis ke arahnya memperlihatkan wajah manisnya.


"Terserah mu deh, aku tidak tau nanti jika kamu tidak menyukainya, aku sudah menyuruh mu untuk memilih sendiri," ucap Vera dan di angguki oleh Elena.


Elena membawa gaun tersebut ke Alfa, Alfa yang melihatnya segera berdiri dan menemani nya ke kasir.


"Harganya 97 juta pak," ucapnya membuat Vera dan Elena mematung seketika, sangat kaget dengan harga gaun tersebut.


"Ini Gaun yang sangat bagus, pilihan calon istri anda sangat bagus," ucap kasir tersebut.


"Kak aku bisa mencari yang lain," ucap Elena namun Alfa langsung mengeluarkan kartu penyimpanan uangnya.


Vera dan Elena dibuat merinding oleh harganya, mereka berdua merasa tidak enak pada Alfa.

__ADS_1


"Tuh kan kamu sih malah ambil," bisik Vera.


"Tidak apa, kak Alfa bayar kok hehehe," bisik balik Elena yang juga merasa sungguh seperti wanita matre.


Kemudian mereka menuju ke Mall mencari Cincin yang akan mereka gunakan di hari pernikahan mereka.


"Cepatlah, aku ingin ke rumah sakit." ucap Alfa saat sudah di penjual perhiasan.


"Bantulah dia," ucap Alfa pada Vera dan hanya di angguki oleh Vera.


"Apa Nona mencari perhiasan seperti Cincin,?" tanyanya dan di angguki oleh mereka.


"Cincin pernikahan,?" tanya lagi dan kembali di angguki oleh mereka berdua.


"Ini Nona, silahkan dipilih, ini semua adalah cincin yang bagus untuk pernikahan," ucap penjual tersebut.


"Kalau boleh tau yang mau menikah siapa,?" tanyanya membuat Vera menatap Elena.


"Bisa lihat jari manisnya Nona,?" ucapnya lagi membuat Elena langsung melihat kan jari manisnya.


"Jari anda sangat bagus, apalagi jika memakai Cincin ini," ucap penjualnya membuat Elena menatap Vera.


"Astaga Elena, aku tidak tau apa-apa, jangan bawa-bawa aku, nanti seperti tadi, aku sungguh tidak enak," ucap Vera.


"Mbak, sepertinya itu terlalu mencolok," ucap Elena.


"Vera, kak Alfa suruh bantu tadi," Rengek Elena.

__ADS_1


"Aku hanya menyarankan jadi jangan langsung ambil begitu saja, kamu juga harus lihat yang mana kamu suka," ucap Vera tidak tau harus seperti apa lagi.


Vera melihat satu per satu perhiasan tersebut, matanya terarah pada cincin yang sangat elegan, ukurannya sangat simpel namun terlihat sangat rumit.


"Yang bagus menurut ku yang itu Elena," ucap Vera menunjuk ke cincin yang dimaksud membuat pegawai tersebut tanpa banyak pikir langsung mengambil kuncinya dan membuka kotak dimana cincin itu di segel.


"Apa sudah selesai,?" tanya Alfa.


"Ini Nona, silahkan di coba," ucap penjual tersebut membuat Vera membulatkan matanya, kembali terulang lagi kejadian dimana bukan Elena yang memilih.


Elena hanya mengangguk setuju dan langsung memakaikannya.


"Sangat cocok," ujar penjualnya.


"Cepat katakan berapa harganya," ucap Alfa.


"300 juta Tuan," ucapnya membuat badan mereka seperti sudah kaku, lidahnya ikut kaku, matanya membulat sempurna saat syok dengan jawaban penjual tersebut.


"Kak tidak...," ucapan Elena terpotong oleh Alfa yang langsung menyuruh penjualnya tersebut untuk membungkus nya.


Alfa memberikan kartu nya lagi, Vera semakin sangat merasa bersalah jika seperti ini, sedangkan Elena juga tidak tau harus berbuat apa.


"Ayo kita pulang," ucap Alfa langsung pergi begitu saja.


"Semoga lenggang ya Nona," ucap penjualnya dan di angguki oleh Elena.


Vera masih sangat gemetaran mendengar harga dari cincin tersebut, dia tidak menyangka akan semahal tersebut, dia hanya mengira cincin yang ia tunjuk hanya seharga 5 juta.

__ADS_1


__ADS_2