
Vera terlihat merenung di kamarnya entah mengapa, dia masih mengingat kata-kata Siska, dan yang lebih membuat kepikiran adalah sahabatnya Elena yang baru saja menelfon nya jika dia akan menikah dengan Alfa, hatinya sedikit tidak tenang entah mengapa.
"Hai, kenapa melamun,?" tanya Danial.
"Gak kok Kak, Vera baik-baik saja," ucap Vera tersenyum manis ke arah kakaknya.
"Bagaimana pekerjaan mu, baik-baik saja kan,?" tanya Danial.
"Sudah jarang kak, Oma nya yang Vera ajari sakit parah, jadi Vera kadang hanya kesana sebentar" ucap Vera membuat Danial sang kakak sedikit terkejut.
Danial langsung keluar dari sana mengambil ponselnya untuk menghubungi sahabatnya, namun ponsel nya sama sekali tidak aktif, Danial kembali masuk kedalam kamar Vera untuk meminta nomor ponsel Bagas, Bagas pernah datang kesana hingga Danial kenal dengannya.
"Vera, apa kamu mempunyai nomor Bagas yang pernah datang kesini,?" tanya Danial dan di angguki oleh Vera.
"Berikan padaku" ucap Danial membuat Vera menatapnya bingung.
"Buat apa Kak,?" tanya Vera.
"Berikan saja," ucap Danial dan di angguki oleh Vera.
Danial kembali keluar untuk menghubungi Bagas dan tak lama di angkat olehnya.
"Halo ini dengan siapa dan dimana, luak wait kopi pasportnya,?" ucap Bagas dari dalam membuat Danial hanya bisa menghembuskan nafas nya kasar.
__ADS_1
"Apa benar ini Bagas,?" tanya Danial.
"Iya, kenapa? tanya Bagas.
"Ini siapa sih,?" tanya Bagas lagi.
"Aku kakaknya Vera" saut Danial.
"Owh kakak ipar, ada apa nih nelfon, apa ada yang bisa saya bantu,?" tanya Bagas.
"Apa kamu punya nomor Alfa,?" tanya Danial.
"Hpnya di jatuhkan dari atas genteng, dan Bagas juga tidak tau kak Alfa sudah beli hp baru atau belum" saut Bagas.
"Di rumah sakit terbesar disini, yaitu punya Aunty ku hahaha" ucap Bagas membuat Danial langsung mematikan ponselnya.
Danial segera ke rumah sakit, dia ingin mendatangi Alfa, dia juga sudah diberitahu kan Bagas dimana ruangannya
Danial melihat Alfa yang duduk menatap kosong ke depan, dia berjalan ke sana dan duduk di sampingnya tanpa Alfa sadari.
"Alfa" panggil Danial namun Alfa tidak bergeming sedikitpun.
"Oi bro," ucap lagi Danial menepuk bahu Alfa pelan yang sontak membuat Alfa kaget dan menoleh ke arahnya.
__ADS_1
"Danial? kapan kamu disini? dan bagaimana kamu tau aku disini,?" tanya Alfa.
"Tidak perlu tau, apa kamu baik-baik saja, sudah lama kita tidak bertemu," ucap Danial dan di angguki oleh Alfa.
"Apa keadaan Oma mu sudah membaik,?" tanyanya lagi membuat Alfa menunduk.
"Semuanya akan baik-baik saja" saut Alfa dan hanya di angguki oleh Danial.
"Apa kamu ada masalah,?" tanya Danial lagi dan mendapat gelengan kepala dari nya.
"Hahaha kita sudah lama bersama, bagaimana kamu bisa membohongi ku" ucap Danial.
"Aku akan menikah" saut Alfa membuat Danial membulatkan matanya, dia tidak bisa berkata-kata lagi, lidahnya kaku sangat syok dengan ucapan Alfa.
"Kapan? dan sejak kapan kamu punya pasangan,?" tanya Danial dengan wajah kagetnya.
"Entahlah, aku akan menerimanya demi Oma ku, aku sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi" ucap Alfa membuat Danial terdiam, dia tahu dari ucapan Alfa jika Alfa tidak mencintai wanita tersebut.
Danial masih ingin bertanya-tanya namun dia melihat wajah Alfa yang muram, membuatnya hanya bisa ikut diam.
"Aku tidak bisa membantumu, jika hal lain mungkin aku akan sedia paling depan membantumu, namun jika soal keluarga mu sendiri, aku tidak bisa apa-apa" ucap Danial dan hanya di angguki oleh Alfa.
HALO SEMUANYA APA KABAR HEHE
__ADS_1
MAAF YAH BARU UP, SEBENARNYA AUTHOR SUDAH LUPA JUGA DENGAN JALAN CERITANYA, JADI JIKA ADA KESALAHAN MOHON DI MAAFKAN YA