Jodoh Twins Yang Tertukar

Jodoh Twins Yang Tertukar
Akhirnya


__ADS_3

Alfa kebingungan sendiri melihat adik kembarnya dan Bundanya pergi dengan cepat setelah meminumkannya air keruh. beberapa kali Alfa meludah ke sembarang tempat karena rasa yang begitu pahit. badan Alfa seketika terasa sangat panas, sesuatu di bawah sana sudah mulai terasa tegang dengan sendirinya.


Rasa yang aneh menggebu didalam dirinya, dirinya sudah seperti orang mabuk disana, nafasnya sudah tidak teratur. dengan cepat ia berlari ke arah pintu kamar mandi dan mengetik nya beberapa kali, namun tidak mendapatkan jawaban daridalam. dia segera kekasur melepaskan semua bajunya, menatap sang adik dibawah sana yang sudah mengeras.


Suara pintu terbuka, nampak seseorang perempuan cantik berdiri dengan baju harom pemberian Bunda, dengan wajah nunduk, menyilangkan kedua tangannya di dadanya. Alfa yang melihatnya menelan salivnya kasar. badannya semakin panas, nafasnya semakin susah untuk ia atur. dengan segera Alfa lompat dari atas kasur. Vera yang melihatnya membulatkan matanya sempurna melihat adik Alfa yang panjang dan besar goyang saat lompat.


"AHGGGGGGG.....!" teriak Vera menutup matanya dan ingin berlari pergi. namun tangan Alfa lebih dulu meraihnya dan menariknya dalam pelukan.


"Ahg. tolong, tolong aku," ucap Alfa dengan nafas ngos-ngosan. Vera merasakan diperutnya seperti tertusuk benda tumpul.


"Kamu kenapa,?" tanya Vera sudah gemetaran.


"Aku ditipu," ucap Alfa dengan suara lemah. karena sudah tak tahan, Alfa segera mencium bibir Vera dengan rakus, Vera tidak tau harus bagaimana dengan serangan tiba-tiba dari sang suaminya.

__ADS_1


Alfa segera menggendong Vera dan melemparkannya ke atas kasur, dengan cepat tangan Alfa merobek pakaian yang di kenakan oleh Vera hingga memperlihatkan lekukan tubuh istrinya yang sempurna.


Alfa kembali melanjutkan ciumannya dan tangannya sudah bermain-main mencari sesuatu disana.


"humm..., kak ....!" ucap Vera menahan suara yang menggelikan.


Mata Alfa tertuju pada Dada Vera, dengan cepat ia ******* buah dada. "Hummmmn......! kak.... hummmm ....."


Tangan Vera menekan kepala suaminya, sensasi yang begitu aneh, Alfa menarik celana bagian dalam Vera, dia sudah tidak bisa menahannya terlalu lama.


"Jangan di tutup," ucap Alfa saat melihat Vera sudah ingin menyembunyikannya agar tak terlihat.


"Apa kak Alfa mau masukan disitu,?" ucap Vera dengan bodohnya, walaupun dirinya sudah tau tentang hubungan suami istri, dirinya hanya tidak bisa percaya benda sebesar dan panjang itu bisa masuk ke tempat yang sangat kecil.

__ADS_1


Alfa mengarahkan senjatanya ke arah tersebut dan menggesek-geseknya, membuat Vera menggigit bibir bawahnya.


"Maaf. aku sudah tidak tahan." ucap Alfa langsung mendorong masuk, Vera membulatkan matanya kaget, dia dengan refleks menutup bibirnya agar tidak berteriak, air matanya menetes menahan rasa sakitnya. darah segar mengalir disana.


Alfa mulai perlahan-lahan memompanya, namun dia tidak bisa jika terlalu pelan seperti, sangat sempit untuk bisa menaikkan kecepatan.


Vera meremas sepreinya, sangat terasa perih baginya, Alfa sudah tidak bisa menahannya, Alfa segera menutup bibir Vera dengan bibirnya, dan mulai menaikkan kecepatan, Vera hanya bisa memejamkan matanya menahan sakit, tak lama rasa yang belum pernah ia rasakan menyelimuti seluruh tubuhnya.


"Kak, aku mau Kencing," ucap Vera dengan suara menahan rasa antar nikmat dan sakit.


Alfa hanya mencium bibirnya hingga turun ke buah dadanya. Vera mengerang mengangkat bokongnya sangat terasa aneh.


sudah 1 jam Alfa tak melepaskannya, dia sudah letih, tenaganya sudah habis sepenuhnya. hingga akhirnya Alfa ikut tumbang di sampingnya.

__ADS_1


Vera hanya sedikit tersenyum dan terlelap begitu saja.


__ADS_2