Jodoh Twins Yang Tertukar

Jodoh Twins Yang Tertukar
Perkelahian suami istri romantis


__ADS_3

Vera masuk kedalam kamar dengan wajah yang sangat merah, Alfa yang melihatnya hanya pura-pura bersiul tanpa menoleh ke arah Vera.


Vera dengan kesal mengambil tasnya dan ingin beranjak pergi namun Alfa segera menahannya.


"Kau mau kemana,?" tanya Alfa.


"Bukan urusanmu,!" saut Vera.


"Aku akan mengantarmu," ucap Alfa membuat Vera menatapnya dengan penuh selidik.


"Aku tidak akan mengerjaimu, aku hanya tidak ingin di omeli oleh Daddy dan Bunda karena membiarkan mu pergi sendiri," ucap Alfa.


"Tidak perlu, aku akan menjelaskan pada Bunda dan Daddy jika mereka memarahimu," ucap Elena.


"Gadis sinting, kamu cukup menurut padaku, kenapa kamu sangat keras kepala,!" ucap Alfa.


"Kau yang sinting gila miring, sungguh sangat menjengkelkan bersamamu," ucap Vera membuat Alfa menatapnya tajam.


"Kenapa kau menatapku seperti itu? apa aku punya hutang padamu,?" tanya Vera tanpa rasa takut.

__ADS_1


"Kenapa semakin jam kau semakin berani padaku? apa Kakakmu yang mengajarimu,?" tanya Alfa.


"Kenapa kau tiba-tiba bawa-bawa nama Kakak ku? Kakak ku bahkan tidak ada hubungannya sama sekali, kau yang harusnya ngaca, sadar diri, mengapa aku berani padamu karena kau sungguh menjengkelkan," ucap Vera.


"Hoh! benarkah,?" tanya Alfa serasa sangat bangga.


"Matamu Hoh!" ucap kesal Vera ingin pergi namun ditahan lagi oleh Alfa.


"Si Sinting, apa kamu tuli? aku sudah katakan bukan jika aku yang akan mengantarmu," ucap Alfa.


"Kenapa kamu sangat memaksa, terserahku saja dong, kenapa kamu bertindak selayaknya raja, mengatur aku diantar atau tidak,?" ucap Vera.


"Tutupla mulutmu itu dan turuti apa yang aku inginkan, itu saja," ucap Alfa.


"Kau adalah istriku? saut Alfa membuat Vera menatapnya, hatinya tiba-tiba berdegup tak seperti biasanya.


"Maksud ku, kau adalah istriku jadi tugasmu mematuhi perintahku apapun yang ku mau," ucap Alfa.


"Kalau aku tidak mau,?"

__ADS_1


"Aku akan mengambil hakku menjadi seorang suami! apa kamu memang menginginkannya,?" tanya Alfa sudah mulai mendekat ke arah Elena.


"Apa yang kamu lakukan, menjauhlah dariku, aku sangat tidak ingin berdekatan denganmu," ucap Vera.


"Kenapa mulutmu itu tidak bisa di rem sedikit saja, apa kau benar-benar menginginkan hakku ku ambil darimu," ucap Alfa menatap Vera dari bawah sampai atas.


"Jangan melihatku dengan tatapan mesummu," saut Vera menyilangkan kedua tangannya didadanya.


"Huh, kau tidak usah berharap, apa kamu pikir aku serius, hahahaha kasihan sekali dirimu berharap aku akan melakukannya," ucap Alfa.


"Hahaha kau benar-benar gila, dan kau sungguh percaya diri sekali, aku bahkan tidak pernah berharap kau menyentuhku sedikitpun apalagi berharap seperti yang ada di otak mesummu itu," ucap Vera.


"Jadi buanglah jauh-jauh, rasa sok tampanmu dan rasa percaya diri di depanku," Lanjut Vera.


"Kau tidak pernah kehabisan kata-kata untuk melawan, pantas saja bibirmu bisa sekurus itu, sangat lelah digoyang-goyangkan seperti pantat ayam." ucap Alfa.


"Hahaha sangat lucu, tapi sorry ya bibirku tidaklah kurus tapi langsing," ucap Vera.


"Langsing dari mana coba, kau bahkan menaruh pewarna makanan biar terlihat enak di pandang, tapi aku malah jijik melihatnya," ucap Alfa.

__ADS_1


"Ini bukan pewarna makanan ya, apa kamu tau lipstik, semua wanita pasti memakainya, Bunda juga pasti memakainya, apa kamu mengejek Bunda juga,?" ucap Vera.


"Stop, kau sungguh tidak ada habisnya ceramah, aku ingin berangkat bekerja, cepatlah aku akan mengantarmu," ucap Alfa.


__ADS_2