
jam menunjukkan pukul 5:30 jam kerja Vera sudah selesai , saat sudah berkemas Yuli langsung menahan nya
" Vera kamu sudah mau pulang ?? tanya Yuli
" iya Bun " jawab Vera sopan
" nanti aja yah , sekalian makan malam sama sama " ucap Yuli
" iya kak nanti Oma , kai , aunty dan uncle juga datang Lo " ucap ayu
" tapi ibu saya nanti khawatir dengan ku " jawab Vera
" nanti aku antar pulang , dan telfon saja dulu ibu mu " ucap Alfi yang sedari tadi bersembunyi guna untuk menguping pembicaraan
" kak Alfi mah cuma caper " ucap Bagas kesal
" diam kau kutu air " ucap Alfi
" kak Alfi , coba jangan keluarin kata kutu air ,pengen ku tarik tu mulut mu yang bawel " ucap Bagas kesal
" mana bisa , sudah kebiasaan , dan lagi pula ayah mu yang memulai duluan dulu , ayah mu selalu memanggil kami anak cicak " jawab Alfi
" kalian ini berdua gak ada gunanya kalau sudah bertemu kaya gini " ucap Yuli kesal
" mau ya Vera ?? tanya lagi Yuli ke Vera
Karen merasa tidak enak hati menolak , jadi Vera menyetujui ajakan Yuli
" yes " ucap senang Alfi
" yes apa Alfi ?? tanya Bunda nya dengan tatapan tajam
" pasti yes ngantar lah tu , apa lagi " jawab Bagas
" kau kutu air ganggu Mulu , mending kau sana main sama ikan di kolam berenang " ucap Alfi kesal
" ayo kak Vera kita ke kamar ayu , kalau kelamaan disini nanti kita ketularan gilanya Kakak sama Bagas " Ucap ayu menarik tangan Vera
" aku ikut " ucap azkia
" aku juga sekalian mau ganti baju " ucap Davira
" aku juga mau ikut dong ganti baju " ucap Bagas yang mendapat tarikan maut dari bunda
" aduh , duh , sakit Bun " teriak Bagas kesakitan
" makanya jangan ngomong sembarangan " ucap Yuli melepaskan tarikan nya
" mampus lu " ucap Alfi cekikikan
jam 07;00 semua keluarga sudah berkumpul dengan obrolan
ke empat gadis tersebut turun untuk ikut ngobrol bersama keluarga mereka
__ADS_1
" Oma " teriak ayu memeluk Oma nya
" hai gadis ku , kenapa kamu sudah jarang ke rumah " ucap Oma nya
" karena ada uncle Kevin dan aunty Siska " jawab ayu
" hah memangnya kenapa kalau ada kami di rumah ?? tanya Siska ibu dari azkia
" karena ibu selalu ngomel kalau main " jawab azkia
" bagus sekali jawaban mu nak " ucap ayah nya yang bernama Kevin
" maaf yah " ucap azkia
" hahaha azkia takut " ejek Bagas
" Gas " ucap Dara dengan penuh penekanan
" iya iya , cuma becanda " saut Bagas
" Davira tidak ikut ikutan ya " ucap Davira melirik kedua orang tuanya
" oh iya ini guru les kami , namanya kak Vera " ucap ayu yang membuat Vera sangat canggung
" wah cantik sekali kamu nak " puji Oma nya Ayu
" terimakasih banyak nek " jawab Vera sopan namun sangat canggung
" hahaha kamu sudah tua Yani " ucap suaminya yang bernama Zei
" gakpapa , kamu panggil Oma ya , dan kamu tidak perlu takut kita sama sama Manusia " ucap Oma Yani
" iya benar tu Vera " ucap Aidil
" jangan sungkan nak " ucap Kevin
" iya om , " jawab Vera
" kenalin kak Vera yang itu uncle Bimo dan aunty Dara orang tua Bagas , yang disana uncle Kevin dan aunty Siska orang tua azkia dan yang itu uncle Rei dan aunty Nurul orang tua Davira dan yang terakhir Oma dan kai " ucap ayu menunjuk satu per satu
" Mana si anak cicak itu ?? tanya Bimo ayah Bagas
" Bim jangan bilang kamu selalu mengingat masa ngidam kamu, hingga buaya dan kadal nikah maka lahirlah cicak yang terkena azab " ucap Aidil yang membuat mereka tertawa terbahak-bahak kecuali mereka anak gadis
" memangnya ayah pernah ngidam ?? tanya Bagas
" kamu gak tau aja gas kalau ayah mu dulu yang ngidam bukan ibu mu " ucap Kevin
" hahaha iya sampai ayah mu dulu ke apotek beli alat kehamilan sampai debat sama yang jual " ucap Rei
" hei sialan dari mana kamu tau ?? tanya Bimo yang mengira jika tidak ada orang dulu yang tau
" aku dulu disana juga , buat ketemu sama sepupuku yang kerja disana " jawab Rei tertawa berbahak bahak kecuali yang lain tidak tau menahu
__ADS_1
" kok bisa ?? tanya Aidil
" Bimo tidak melihat ku , padahal aku berada di samping nya , apa kalian tau jika dia marah marah sampai semua orang menontonnya"" ucap Rei tak bisa melanjutkan nya karena tak tahan menahan tawanya
" lanjut dong om , marah nya seperti apa " ucap ayu
Rei atau ayah Davira mulai menceritakan dari awal yang ia ketahui
mau beli apa pak ?? tanya orang tersebut
" yang dipake untuk tes kehamilan " ucap Bimo
" maksud bapak test pack ?? tanya orang tersebut
" hah tu kamu tau masih nanya lagi , kamu mau mancing emosi saya ? omel Bimo yang membuat orang tersebut ketakutan
" tapi maaf pak sebelum nya karena banyak alat untuk ngetes kehamilan" ucap perempuan tersebut
" kenapa kamu bisa langsung tau tadi, kalau banyak alat kehamilan , pasti cuma itu alat nya kan , kalau mau nanya itu yang benar " omel lagi Bimo
" iya pak maaf , tapi alat test pack mau nya bapak yang bagaimana ?? tanya lagi perempuan tersebut
" kau mau mati betulan ya nanya-nanya Mulu , kau udah bilang tadi kalau alat test pack yang digunakan untuk mengecek kehamilan dan kau sekarang nanya lagi test pack nya Yang bagaimana , kamu kira aku yang jual " omel Bimo
" bukan begitu pak tapi alat test pack ada beberapa macam " ucap perempuan tersebut
" kau yang bermacam macam bukan alat nya kalau yang namanya test pack ya tidak ada lagi macam macam nya " ucap Bimo
" gimana ya pak , tapi memang begitu " ucap perempuan tersebut
" ya kan tuh, kau setuju dengan ucapan ku! kenapa masih mancing emosi Ku " ucap Bimo yang mengira jika perempuan tersebut menyetujui ucapan nya
" astaga pak , bukan begitu maksud saya " ucap perempuan tersebut panik , tak tau harus menjelaskan bagaimana lagi dengan manusia didepan nya ini
" ihh kau bikin emosi ku naik 20 kali lipat ya , tadi kau sudah setuju dengan ucapan ku dan sekarang kau ngelag lagi , mau mu apa sih , apa perlu opotik ini rata dengan tanah " omel Bimo lagi
perempuan tersebut langsung memberikan beberapa jenis test pack
" ini pak maksud saya , banyak jenisnya " ucap perempuan tersebut
" bilang dong dari tadi " ucap Bimo merasa tidak bersalah sekalipun membuat perempuan tersebut menggeleng gelengan kan kepalanya
" yang mana bagus ?? tanya Bimo
belum sempat perempuan tersebut menjawab Bimo langsung memotong nya
" bungkus semua saja " ucap Bimo
" memangnya istri bapak berapa ?? tanya perempuan tersebut yang menandakan perang akan terjadi lagi
" kamu mau ku bunuh betulan ya , kau ingat ya istriku cuma satu kalau kau masih nanya bapaknya berapa akan ku pisah kan kaki mu dan kepalamu " ucap Bimo tegas
" iya pak , maaf " ucap perempuan tersebut ingin tertawa tapi dia takut
__ADS_1
semua orang yang mendengar nya tertawa berbahak bahak kecuali Bimo yang sangat merasa malu karena kebodohannya