
"Daddy, Alfa bersumpah demi apapun, Alfa tidak mungkin melakukan hal itu, Bunda menuduhku saja Daddy," ucap Alfa yang semakin membuat Yuli menangis.
"Kenapa Bunda sekarang jadi tukang tuduh,?" ucap Aidil pada dirinya sendiri.
"Kau sama saja! pergi sana,!" ucap Yuli menendang bokong suaminya hingga terjatuh.
Alfa yang melihatnya hanya bisa menahan begitupun dengan Alfi, mereka berdua mengingat Bagas, entah apa lagi yang akan terjadi jika ada Bagas yang melihatnya.
"Bunda jahat pada Daddy," ucap Elena pelan.
Aidil dengan segera menjauh dari istrinya mendekat dan berlindung dibelakang Alfa dan Vera.
"Apa Bundamu benar-benar kesurupan,?" tanya Aidil namun didengar jelas oleh istrinya.
"AIDIIILLLLL.....! SINI KAMUUUUUU....!" teriak Yuli membuat Alfa dengan cepat menarik Daddy-nya, dari pada dirinya yang akan terkena imbasnya sebaiknya melakukan sebelum terjadi.
Aidil ketakutan menatap istrinya, Alfa yang melihatnya dengan segera menarik Vera untuk menjauh dari sana, Alfi yang melihat Vera dan Alfa kabur langsung menggendong istrinya dan ikut pergi dari sana.
"Bunda sangat menakutkan," ucap Vera.
"Demi apapun, Bunda beneran kesurupan, ya tuhan lindungilah Bunda hamba," ucap Alfa.
"Apa kamu tidak punya hati? kenapa kamu meninggalkan Bunda dan Daddy,?" tanya Vera.
"Biarkanlah suaminya yang mengurusnya, aku hanya bisa dituduh nantinya," ucap Alfa.
"Apa Bunda galaknya seperti ini,?" tanya Vera.
"Ini belum seberapa, Bunda bahkan bisa memotong leher orang jika macam-macam padanya," ucap Alfa membuat Vera menelan salivanya kasar.
Keheningan terjadi dimeja makan, semua anggota keluarga berkumpul untuk makan malam, Ayu yang dari tadi menatap wajah mereka kebingungan, mereka hanya menunduk ketakutan.
__ADS_1
"Kenapa kalian semua diam, sangat sepi!" ucap Ayu.
"Sssttt...!" ucap Alfi mengisyaratkan untuk diam.
Ayu menatap Bundanya yang makan dengan lahap. "Bunda, kenapa semuanya jadi berubah,?" tanya Ayu.
"Apanya yang berubah sayang,?" tanya balik Yuli.
"*Astaga bocil imut, kau hanya akan menambah masalahku," gumam Alfa.
"Ayolah Ayu, tolong kerjasamanya," gumam Vera*.
""Siapa yang berubah Ayu,?" tanya Bundanya.
"Kak Alfa contohnya, hanya diam," ucap Ayu membuat Alfa menelan salivanya kasar, semakin menundukkan kepalanya.
"Jangan bicara padanya, dia membentak Bunda tadi hum.." ucap Yuli membuat Ayu kebingungan.
"Ayu mohon jangan buat situasi seperti ini," gumam Alfa.
"Tapi Ayu baru pertama dengar Kakak membentak Bunda, apa Bunda membuat masalah,?" tanya Ayu.
"Ayuuuu.... hentikanlah, kakakmu masih mau hidup," ucap Alfi ikut takut.
"Ayu makanlah," ucap Aidil.
"Mau jadi apa membentak Bundanya sendiri yang melahirkannya," sindir Bunda Yuli membuat Alfa duduk lemas menatap Bundanya.
"Minta maaf sama Bunda," bisik Vera.
Alfa dengan segera menurutinya, Alfa dengan pelan mendekati Bundanya dan memijat-mijatnya.
__ADS_1
"Maafkan Alfa ya Bun,!" ucap Alfa lembut.
"Tidak," saut Yuli membuat Alfa merasa akan mati kebingungan.
"Ayolah Bun, Alfa tidak sengaja tadi, Maafkan Alfa ya," ucap Alfa lagi mencium pipi Bundanya.
"Baiklah, nanti belikan Bunda Batagor yang pedes banget yah anak Bunda sayang," ucap Bunda Yuli membuat Alfa hanya tersenyum kikuk menggaruk kepalanya kebingungan.
"Ayang, Elena juga mau," rengek Elena pada Alfi.
"Iya, iya nanti sekalian nitip ke Alfa," ucap Alfi namun istrinya malah membuang muka.
"Kenapa,?" tanya Alfi.
"Kau harus membelikan ku sendiri," ucap Elena.
"Astaga, kenapa kamu sama Bunda sangat mirip? makanya jangan keseringan bergaul dan nongkrong bersama Bunda ya," ucap Alfi mengelus rambut istrinya lembut.
"Alfi!" ucap Bundanya dengan suara sangat mencekam.
"Maaf Bun, kalau begitu Alfi mau belikan Elena Batagor ya, by," ucap Alfi dengan cepat kabur dari sana.
"Alfa sayang, cepatlah nanti dihabiskan Alfi," ucap Bundanya dengan mata membinar.
"Heh? ucap Alfa sangat tidak mengerti lagi dengan situasi ini.
Aidil menatap Istrinya dan Elena secara bergantian.
"Apa jangan-jangan Elena hamil ya, tapi kenapa Istriku juga ikut-ikutan, dulu istriku saat hamil aku yang mengalaminya, tapi kenapa saat Elena yang hamil malah istriku juga kena? apa jangan-jangan memang benar kalau mereka berdua keseringan bersama. makanya nular," ucap Aidil.
"Kenapa sih,?" ucap Ayu kebingungan.
__ADS_1