Jodoh Twins Yang Tertukar

Jodoh Twins Yang Tertukar
hamidun


__ADS_3

Alfa berlari menggendong Bundanya, Alfi juga sangat cepat berlari sangat khawatir dengan Istri dan Bundanya.


"Vera dan Ayu serta Daddy melihat kedatangan Alfi dan Alfa namun mata mereka teralihkan kepada perempuan yang berbaring tak sadarkan diri, didorong oleh suster serta Alfa dan Alfi.


dengan segera mereka berlari ke arahnya.


"Bunda, Bunda kenapa,?" tanya Ayu menangis sekencang-kencangnya.


"Ayu tenanglah," ucap Vera memeluk adik iparnya.


"Bunda kenapa hiks...hiks..," ucap Ayu.


"Bunda pingsan," ucap Alfa.


"Istriku dimana Daddy,?" tanya Alfi panik.


"Masih didalam." saut Daddy-nya dengan wajah penuh khawatir.


Mereka sangat lama menunggu hingga Dokter keluar, dengan kebetulan Elena dan Bunda Yuli satu ruangan, Dokter yang memeriksa juga sama.


"Dok bagaimana keadaan Istri saya," ucap Alfi dan Daddynya bersamaan. dokter tersebut kebingungan harus menjawab.


"Istriku Dok," ucap lagi mereka berdua.


"Bagaimana keadaan Bunda dan Kakak iparku Dok,?" tanya Ayu.

__ADS_1


"Apa 2 perempuan adalah keluarga anda,?" tanyanya dan di angguki oleh mereka semua.


"Perempuan cantik suaminya disini siapa,?" tanya Dokter.


"Aku." saut Alfi dan Daddynya bersamaan.


"Istriku cantik Dad," ucap Alfi.


"Apa kamu mengatai Bundamu tidak Cantik,?" tanya Aidil dan mendapat gelengan kepala dari Alfi.


"Yang pertama masuk gimana kondisinya Dok,?" tanya Vera.


"Nah itu maksud saya," ucap Dokter membuat Alfi maju.


"Bagaimana keadaannya Dok, katakanlah cepat," ucap Alfi.


"Matamu selamat, apa kamu tau orang mendapat musibah, bisa-bisanya anda berkata selamat kepada orang yang bersedih," ucap Alfi sangat marah.


"Hentikanlah kebodohan mu," ucap Alfa sudah ikut kesal menatap adik kembarnya.


"Maksud saya, selamat Istri Tuan sedang mengandung," ucap Dokter membuat Alfi seketika mematung, tubuhnya tidak bisa bergerak sangat syok.


"Hei apa kamu mendengarnya,?" tanya Alfi pada Alfa tanpa bergerak sama sekali.


"Kakak Iparku hamil, yey bentar lagi Ayu akan punya Bayi," ucap Ayu sangat senang.

__ADS_1


"Haha itu bukan bayimu, itu anakku, aku sudah tau akan hal ini," ucap Alfi meneteskan air matanya dan berlari masuk kedalam. namun langkahnya terhenti mengingat Bundanya.


"Bunda ku gimana,?" tanya Alfi.


"Selamat ya Pak, Istri anda juga hamil," ucap Dokter tersebut membuat Aidil merasakan apa yang di rasakan Alfi, tubuhnya kaku seketika tak percaya.


"Hah,?" ucap anaknya kompak menatap Daddynya.


"Apa ada yang salah jika Daddy dan Bunda punya Bayi,?" ucap Vera.


"Apa tidak aneh mendengar nya nanti, anakku memanggil pamannya yang seumuran dengannya," ucap Alfi menahan tawanya.


"Bunda hamil,?" tanya lagi Ayu merasa tidak percaya.


"Yey, sangat asik jika punya banyak Bayi, nanti Ayu yang akan menjadi Ibu mereka, Kakak dan Daddy tenang saja," ucap Ayu.


"Bayinya Aunty Dara dan Om Bimo juga akan menjadi anakku hehhee, kecuali...!" ucapan Ayu terhenti menatap Vera dan Alfa secara bersamaan.


"Dokter, tolong periksa Kakak Vera juga," ucap Ayu membuat Alfa dan Vera membulatkan matanya.


"Hah, Tidak Dok, makasih," ucap Vera panik.


"Istriku hamil," ucap Aidil membuat mereka semua menatap Daddynya.


"Ayo Daddy, kita masuk," ucap Alfi merangkul Daddynya.

__ADS_1


"Kak Vera? kapan Kakak hamil,?" tanya Ayu membuat Vera menatap Alfa yang hanya membuang muka.


"Kakak mau ke toilet dulu ya," ucap Vera dan langsung berlari pergi.


__ADS_2