Jodoh Twins Yang Tertukar

Jodoh Twins Yang Tertukar
Elena marah


__ADS_3

Alfi masuk kedalam kamarnya, ia melihat Elena sedang menangis didepan cermin, saat melihat kedatangannya dengan cepat Alana langsung menghapus air matanya, namun Alfi masih sempat melihatnya.


"Apa kamu menangis? kamu baik-baik saja kan,?" tanya Alfi dengan wajah kekhawatiran.


"Aku tidak menangis, aku baik-baik saja, tidak perlu memperdulikan lagi," ucap Elena dengan nada ketus dan hendak berdiri namun tangannya ditahan oleh Alfi.


"Lepaskan! apa maumu,?" tanya Elena tanpa menoleh ke arah Alfi.


"Kenapa kamu tiba-tiba berubah?katakan apa yang terjadi,?" ucap Alfi lagi.


Elena menoleh ke arahnya air matanya mengalir, Alfi yang melihat sedikit panik.

__ADS_1


"Jangan pernah peduli lagi padaku! jangan pernah kamu memperhatikanku lagi! dan aku minta untuk meninggalkan ku, aku tidak bisa seperti ini trus Alfi, aku ini punya hati, aku bukan boneka mu," ucap Elena mengeluarkan semua unek-uneknya.


"Apa yang kamu maksud! kenapa tiba-tiba kamu berbicara seperti itu padaku, aku sudah berjanji pada orang tuamu untuk menjagamu," ucap Alfi yang semakin membuat air mata Elena mengalir deras.


"Aku tidak membutuhkannya lagi, orangtuaku pasti akan mengerti akan hal ini, aku lebih baik pergi saja dari kehidupan mu, kamu hanya ingin menepati janjimu, dan itu salah orangtuaku untuk memutuskan seenaknya, aku minta maaf karena menghancurkan masa depanmu, sudah cukup aku menangis karena ini," ucap Elena yang semakin membuat Alfi terdiam terpaku, mengingat dirinya lah yang sebenarnya harus berutang nyawa pada Elena, dialah yang telah membuat kedua orangtuanya pergi untuk selamanya.


"Tolong jangan seperti itu! aku benar-benar akan serius untuk rumah tangga kita," ucap Alfi membuat Elena tersenyum kecut.


Alfi hanya bisa melangkah dan memeluk Elena, dirinya sungguh merasa bersalah pada Elena.


"Aku akan mencintaimu, tunggu lah saat waktunya tiba, mustahil bagiku untuk meninggalkan mu, kamu sudah menjadi titipan sang maha kuasa," ucap Alfi.

__ADS_1


"Aku tidak bisa, tinggalkan aku! aku takut hatiku semakin hancur menunggu mu," ucap Elena membuat Alfi semakin mengeratkan pelukannya.


"Aku memang masih menaruh hati pada Vera Elena, tapi kamu sudah tau sendiri jika mustahil bagiku lagi untuknya bukan? aku bukan pria brengsek yang merebut istri orang, apalagi istri kakak ku sendiri, dengarlah mulai sekarang kamu tidak perlu memanggil namaku lagi panggil lah dengan sebutan yang romantis," ucap Alfi membuat Elena mendorongnya pelan.


"Apa perlu aku menaruh beniku di rahimmu untuk membuktikannya? bisik Alfi membuat Elena mundur.


"Kamu mencintai ku kan,?" ucap Alfi membuat wajah Elena merona merah.


"Apa yang kamu inginkan,?" ucap Elena gugup.


"Tentu saja membuat penerusku, kamu akan tidak merasa takut lagi kutinggalkan jika aku sudah memberikanmu benihku," ucap Alfi tersenyum kecil menatap mata Alana lembut, Alana terhipnotis dengan tatapan Alfi membuatnya hanya bisa memegang ditempat.

__ADS_1


__ADS_2