Jodoh Twins Yang Tertukar

Jodoh Twins Yang Tertukar
Takdir


__ADS_3

Alfa pulang lebih awal dengan segera ia berlari ke kamarnya sudah tidak sabar melihat wajah istrinya. Langkahnya terhenti seketika melihat Bagas yang berdiri didepan pintu kamarnya.


"Hei kutu air, kenapa kau datang kesini,?" tanya Alfa.


"Nagi Hadiah," ucap Bagas.


"Tidak ada," saut Alfa.


"Atau Bagas ngomong kek Kak Vera jika Kak Alfa sering ketemuan sama janda tetangga Bagas," ucap Bagas membuat Alfa membulatkan matanya.


"Hai sialan. mana ada kejadian seperti itu, kau jangan sembarangan," ucap Alfa kesal.


"Atau kamu mau jika aku memberitahu semua tantang chatinganmu dengan anak SMP, yang sok jago itu," ucap Alfa membuat Bagas membulatkan matanya.


"Kak, hanya bercanda hehehehe," ucap Bagas menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Kenapa dia masih mengingatnya saja sih," gumam Bagas.


Alfa mendorong kecil Bagas dan masuk ke kamarnya, Bagas juga mengikutinya masuk, Vera yang hanya menggunakan handuk membuatkan matanya.


"Ahhhggg..." teriak Vera segera berlari ke kamar mandi lagi.


Alfa menoleh ke belakang dan melihat Bagas yang mematung tak mengedipkan matanya, saat merasakan hawa tak enak Bagas perlahan mengalihkan perhatiannya ke arah Alfa yang menatapnya dengan tatapan membunuh. Bagas menelan salivnya kasar dan dengan cepat berlari pergi. Bagas bahkan lupa jika Alfa sudah menikah, sudah kebiasaannya jika datang masuk ke kamar Alfa dan bermain PS.


"Aduh kenapa jadi begini sih, yangku usik wanita galak lagi, di tambah Kak Alfa yang sangat kejam itu, sungguh pasangan yang tidak bisa di usik," ucap Bagas kesal sendiri.

__ADS_1


Alfa melepaskan bajunya dan melangkah ke kamar mandi mengetuk pintu beberapa kali. tak lama Vera keluar masih menggunakan handuk.


"Apa dia sudah pergi,?" tanya Vera dan di angguki oleh Alfa yang terus menatapnya.


"Kenapa kamu membiarkannya masuk ih,?" ucap kesal Vera mendorong Alfa.


"Aku bahkan tidak menyadari jika dia ikut masuk," ucap Alfa dengan cepat menarik istrinya dan memeluknya.


"Lepaskan, aku mau pakai baju," ucap Vera menelan salivanya kasar.


"Nanti saja pakainya jika aku sudah memakanmu," ucap Alfa membuat Vera memberontak melepaskan diri namun handuknya malah terjatuh hingga memperlihatkan tubuh indah istrinya.


Alfa langsung menggendong istrinya ke kasur dan mulai bercocok tanam. Vera hanya bisa pasrah, membiarkan suaminya puas menikmati tubuhnya.


"Ini sudah setengah jam," ucap Vera sudah kelelahan.


"Aku mencintaimu," ucap Alfa dan mengeluarkan benih kedalam sana, Vera hanya bisa mengerang mengeluarkan suara indahnya.


Alfa berbaring ke samping istrinya dan menarik Vera kedalam pelukannya, Vera hanya bisa tersenyum dan membalas pelukan suaminya.


"Kak, aku tadi kaget melihat Bagas dapat penghargaan begitu banyak, bahkan dia memborong semua," ucap Vera membuat Alfa tersenyum.


"Dia memang paling cerdas, tapi dia mengesalkan," ucap Alfa mencium kening istrinya.


"Apa Kak Alfa sungguh mencintai ku,?" tanya Vera membuat Alfa mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


"Aku perlu membuktikannya seperti apa lagi,?" tanya Alfa menatap wajah kecil istrinya.


"Aku percaya," ucap Vera tersenyum manis.


"Jangan pergi lagi," ucap Vera menenggelamkan wajahnya ke dada suaminya.


"Hummm." saut Alfa.


"Vera kangen Ibu," ucap Vera dengan suara lembut.


"Nanti kita kesana, istirahat lah," ucap Alfa membuat Vera mengangguk sangat senang.


Alfa membuka matanya dan melihat istrinya masih terlelap, ia perlahan bangun dan pergi membersihkan tubuhnya, setelah berpakaian ia keluar ke balkon, dia melihat ke bawah melihat asiknya duduk sendirian. Alfa keluar kamar dan ingin berniat mendatangi Alfi.


"Sendirian aja," ucap Alfa langsung duduk di samping Alfi. Alfi hanya menoleh dan tersenyum.


"Apa yang kau pikirkan,?" tanya Alfa.


"Kamu sudah jatuh cinta pada istri mu,?" tanya Alfi dan di angguki oleh Alfa.


"Baguslah, hubungan kalian memang sudah sangat romantis," ucap Alfi tersenyum kecut.


"Apa ada masalah denganmu,?" tanya Alfa.


"ah. aku gak tau sampai kapan hubungan ku akan seperti ini, aku yakin istriku akan pergi dari sisiku cepat atau lambat," ucap Alfi membuat Alfa kaget dengan ekspresi kebingungan diwajahnya.

__ADS_1


"Apa yang kamu katakan bodoh,?" tanya Alfa.


"Tidak, aku hanya takut hal itu terjadi, tidak ada yang mengetahui sebenarnya mengapa diriku menikah dengan Elena, aku sudah mencintainya. dunia sungguh membolak-balikan kita, pada awalnya Elena akan menikah denganmu, namun takdir mempercayakan Elena padaku, pada akhirnya wanita yang ku cintai menikah denganmu, tapi tenang saja aku sudah mencintai istriku," ucap Alfi membuat Alfa semakin kebingungan dengan arti awal ucapan Alfi.


__ADS_2