Jodoh Twins Yang Tertukar

Jodoh Twins Yang Tertukar
Makan


__ADS_3

Malam hari telah tiba, Vera masih enggan untuk keluar dari kamar Ayu, Ayu sedari tadi menarik-narik Vera untuk turun makan bersama.


"Ayo kak, makan," ucap Ayu.


"Udah kenyang Ayu," saut Vera yang sebenarnya sangat malu melihat Daddy dan Bunda.


TOK


TOK


TOK


Ayu segera bangkit dari duduknya dengan malas dan membuka pintu, terlihat sang Ibunda berdiri disana.


"Kenapa kalian masih disini, ayo makan! kita sudah menunggu dari tadi," ucap Bundanya.


"Kak Vera gak mau makan," saut Ayu membuat Vera membulatkan matanya, dia segera bangun dan menggelengkan kepalanya cepat. Bunda Yuli hanya tersenyum kecil melihat tingkah Vera.


"Ayo,!" pinta Bunda dan segera berjalan lebih duluan.


Ayu dan Vera turun bersama, hati Vera hanya berdoa agar tidak ada yang membahas kejadian barusan di meja makan.


"Lama sekali," ucap Alfi menatap Alfa dengan senyuman kikuk.


Mereka duduk dengan tenang, menuang sarapan ke piring mereka, Alfi duduk makan dengan wajah senyum-senyum sendiri membuat Vera yang melihatnya ingin sekali melemparnya piring.


Alfi melirik ke saudara kembarnya Alfa yang hanya diam memakan hidangan disana.


"Sayang, apa mau nambah,?" tanya Alfi pada istrinya.


"Sudah kenyang," saut istrinya.

__ADS_1


"Bunda! kapan Bunda datang,?" tanya Alfi sengaja ingin menyinggung Alfa yang sedang makan.


"Tadi waktu ada yang obrak-abrik kasur Bunda, Bunda datang diwaktu yang tidak tepat sekali," ucap Bunda Yuli tersenyum manis melirik Alfa dan Vera.


"Ahaahgahahahahahahahaa," tawa Alfi membuat Alfa meliriknya dengan tajam, sedangkan Vera hanya diam menunduk dengan wajah yang sudah tak sanggup ia perlihatkan.


"Sudahlah, kasihan anak anak," ucap Daddy membuat Alfa sangat kesal.


"Kalian bicarakan apa,?" tanya Ayo Pengan mencari tahu.


"Tidak, diam lah," saut Alfa dengan suara dinginnya.


"Kenapa Kak Vera tadi datang ke kamar Ayu? seperti orang di kejar hantu,?" ucap Ayu membuat Vera membulatkan matanya.


"Ayu," rengek Vera sudah tak sanggup dengan perbincangan mereka.


"Makanlah, jangan membahas hal yang tidak penting! jika ingin ngobrol pindah dari sini, aku mau makan dengan tenang," ucap Alfa tegas.


"Bersihkan kamarku," ucap Alfa melirik Alfi dengan tatapan sangat kesal.


"Ah itu! baiklah," ucap Alfi cengengesan.


"Sudah kenyang, Vera duluan," ucap Vera memilih lebih cepat kabur.


"Duduklah dulu Nak, tunggu suamimu," ucap Bundanya tersenyum hangat seperti biasa.


"Aku sudah selesai," ucap Alfa segera pergi dari sana diriikuti oleh Vera yang mengekor.


"Kenapa sih,?" ucap Ayu membuat Alfi hanya tersenyum kecil.


"Ini pasti kerjaan mu Alfi,!" ucap Ayahnya membuat Alfi hanya tertawa kecil.

__ADS_1


"Dah lah, Ayu mau tidur," ucap Ayu dan langsung pergi.


"Kamu sungguh membuat Kakakmu malu," ucap Bundanya menggelengkan kepalanya.


"Hehehe, Bun ternyata selama ini, mereka belum pernah," ucap Alfi menabrak-nabrakkan kedua jari telunjuknya.


"HAH? ucap Daddy dan Bundanya kaget.


"Bagaimana bisa kamu mengetahuinya,?" tanya Daddy-nya.


"Alfa baru saja minta solusi dariku, untuk meminta haknya hahahahah," ucap Alfi tak sanggup menahan tawanya.


"Astaga, cucuku masih lama," ucap Bunda.


"Kenapa kamu menyuruhnya ke kamar Daddy,?" tanya Daddy-nya.


"Yah ingin jail aja Dad," ucap Alfi.


"Hahahaha kasihan sekali putraku," ucap Daddy-nya mengingat wajah Alfa yang sedari tadi terlihat sangat kesal.


"Ish, jangan gitu lagi.!" ucap Istrinya kesal menatap Alfi.


"Heh? iya iya," ucap Alfi.


"Malah nyuruh orang sembarangan, trus maksa masuk ke kamar Kak Alfa," ucap Istrinya kesal membuat Bunda dan Daddy membulatkan matanya.


"Jatah mu gak ada lagi," ucap istrinya langsung pergi dari sana membuat Alfi menatap Bunda dan Daddy-nya yang menahan tawanya.


"Keluarin aja Dad, Bun, Ketahun hidungnya gerak gerak pengen ketawa," ucap Alfi membuat kedua pasangan tersebut tertawa.


"Galak amat sih orang hamil," ucap Alfi mendengus kesal.

__ADS_1


__ADS_2