
Danial terus menatap wajah Bagas yang ketakutan , dia seperti merasa sangat puas melihat seseorang menakuti nya.
" apa benar Alfa adalah sepupu mu ?? tanya Danial dan di angguki oleh Bagas.
" apa kamu tadi mendengar ucapan Alfa jika dia tidak menyuruh mu membawakan kado seperti ini untuk adik ku ?? tanya lagi Danial dan kembali di angguki oleh Bagas.
brakk
Danial memukul meja dengan agak keras membuat Bagas sangat kaget dan ketakutan nya pun bertambah berkali kali lipat dari sebelumnya.
" *sial , tangan ku sakit padahal aku cuma ingin mengerjai nya " gumam Danial menyembunyikan tangannya di samping nya yang terasa panas.
" ya Tuhan , apa dosa ku sudah terlalu banyak , aku tidak menyangka dengan kakak kak Vera yang sangat menakut kan " gumam Bagas*.
" BERIKAN ALASAN MU BODOH " ucap Danial dengan suara agak tinggi yang semakin membuat Bagas keringat dingin.
" a....a.aaa....aa.. " ucapan Bagas seakan tidak bisa di lanjutkan lagi karena terlalu gemetaran.
" apa aku keterlaluan " gumam Danial.
" apa a aa a a a Aisa jatuh cinta ?? tanya Dania.
" m..ma..maaf , saya ya...yang ma..mau mem...berikan ka...do..do un..tuk kak Vera " ucap Bagas gugup terus menunjukkan kepalanya.
" apa kamu ingin bermain main dengan ku , hmm , dan apa kamu belum tau siapa aku sebenarnya , aku sudah ahli dalam membunuh tanpa ketahuan sama sekali " ucap Danial.
" di antaranya membunuh nyamuk , tikus " gumam Danial.
Bagas hanya bisa menelan Salivnya kasar mendengar ucapan Danial , dia sungguh seperti ingin berlari keluar tapi apalah daya nya dia sudah berada di sarang harimau.
" tarik nafas dan katakan tujuan mu yang sebenarnya " ucap Danial.
" aku hanya ingin membuat kak Alfa terpojok oleh ku , maka dari itu aku melakukan hal ini , jadi tolong maaf kan aku , aku tidak akan mengulangi nya lagi " ucap Bagas.
" jelaskan dengan benar " ucap Danial seperti mulai menemui mainan barunya.
" sebenarnya aku selalu terpojok oleh kak Alfa karena ketahuan pacaran , maka dari itu saya berniat mau membawakan kado ini kepada kak Vera atas nama kak Alfa untuk membuat kak Alfa merasakan hal yang seperti ku , dan kami akan imbas tanpa ancam ancaman " ucap Bagas.
" apa Alfa mengenal adik ku ?? tanya Danial.
" kak Vera kan mengajar kami di rumah kak Alfa " ucap Bagas.
__ADS_1
" apa Alfa tau jika Vera punya kakak ?? tanya Danial.
" seperti nya kak Alfa tidak berniat mencari tau apapun dari kak Vera , jadi kemungkinan kak Alfa tidak mengetahui tentang kak Vera , tapi bukan kah kakak kenalan dengan kak Alfa ?? tanya Bagas.
" dia belum tau tentang adikku tapi dia pernah melihat foto nya " ucap Danial.
" apa Vera tau jika aku kenalan dengan Alfa ?? tanya lagi Danial.
" kamu hanya menakutkan tapi kamu bodoh , mana mungkin aku bisa tau " gumam Bagas.
" aku tidak tau kak " ucap Bagas.
" assalamualaikum " ucap seseorang yang baru datang.
" walaikum salam " ucap Danial dan Bagas barengan.
nampak dua wanita yang baru datang yang seketika membuat Bagas sangat lega apalagi saat melihat ada Vera.
" Bagas " ucap Vera sedikit syok.
" Hay kak Vera " ucap Bagas sudah mulai tersenyum.
" ibu akan ke dapur membawa belanjaan , kalian lanjutkan lah obrolannya" ucap ibu Vera tersenyum ramah dan melangkah pergi.
" nih ada kado dari dia " ucap Danial menatap tajam ke arah Bagas.
" hah , aku gak ulang tahun kan hahaha " ucap Vera mengambil kado nya dan membukanya langsung.
" wah imut sekali bonekanya " ucap Vera dan seketika mata Vera melihat surat kecil di pita boneka.
dengan cepat Bagas ingin mengambil nya tapi sayang sekali Danial lebih dulu.
" untuk Vera , ini hadiah untuk mu Vera semoga hubungan kita selalu baik dan aku ingin cinta kita tidak akan pernah pudar sampai hayat terkahir kita , Dari Alfa " ucap Danial membuat Bagas kembali gemetaran.
" sialan bocah tengil ini , dia melampaui ku dalam hal menjahili " gumam Danial ingin sekali tertawa.
Vera yang mendengar nya seperti dunia nya berhenti sesaat tapi Vera bukan sembarang orang yang gampang percaya dengan hal seperti itu.
" *tapi sayang nya kamu terlalu bodoh membuat kata kata , kamu tau kalau mereka belum pacaran tapi kenapa kamu nulis soal cinta disitu " gumam Danial menoleh ke arah lain untuk menyembunyikan wajah nya yang ingin sekali tertawa berbahak-bahak.
" kenapa orang jualan itu begitu bodoh , bukan kah dia kusuruh untuk merangkai kata kata yang baik , apa apaan ini dia malah membahas akhir hayat , kalau begini bukan cinta yang akhir hayat tapi aku yang akan berakhir nyawa sekarang " gumam Bagas*.
__ADS_1
" Bagas " ucap Vera menatap Bagas penuh curiga.
" itu dari kak Alfa " ucap Bagas gugup.
" Bagas " ucap lagi Vera.
" hehehe itu tadi aku nulis pakai tangan kiri jadi terkadang meleset kemana mana kak , kalau aku pakai tangan kanan pasti tulisan nya , akan menyatakan ucapan terimakasih karena kak Vera mau jadi guru les kami " ucap Bagas menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" apa ku bilang dia begitu bodoh , hahaha Apa dia sudah kehilangan otaknya , apa hubungannya tangan mu dengan tulisan " gumam Danial.
" kau ini selalu saja ingin menjahili kakak mu Gas , sudah lah , aku tinggal dulu mau bantu ibu masak , kamu disini lah sebentar, kita akan makan siang bersama sama " ucap Vera.
" dan aku akan menerima Boneka dari mu hehe " ucap Vera membuat Bagas bersandar dengan tenang.
" Bagas ,tunggu masih ada monster disamping mu " gumam Bagas kembali ke posisi duduk tegak.
saat Vera sudah pergi , Danial seketika tertawa berbahak-bahak membuat Bagas merasa merinding sendiri.
" bahahahhaa apa kamu sudah bodoh , aku tidak habis pikir dengan otak mu itu " ucap Danial membuat Bagas malah merinding.
" adik ku bukan lagi anak kecil yang gampang kamu bohongi " ucap Danial.
" ini gara gara ayu yang selalu ku bohongi , dan lebih bodoh nya dia begitu polos langsung percaya begitu saja " gumam Bagas.
" lihat lah foto itu , apa kamu mengenal nya ?? tanya Danial sudah tidak ingin membuat Bagas merasa takut padanya.
Bagas seketika menoleh ke arah yang di tunjuk oleh Danial , Bagas berdiri dan mendekati foto tersebut , beberapa kali Bagas mengucek matanya ingin memastikan jika foto itu adalah foto Alfa dan Alfi yang sangat mirip di foto mereka saat masih kecil.
" aku tidak tau bagaimana tampang kak Alfa dan kak Alfi dulu , tapi aku sering melihat nya di foto rumah " ucap Bagas.
" apa ini kak Alfa sama kak Alfi ?? tanya Bagas menoleh ke arah Danial dan mendapat jawaban anggukan kepala dari nya.
" wahahahaha lihat lah , kak Alfa dan kak Alfi ternyata sangat cabul " ucap Bagas tertawa berbahak-bahak.
Bagas mengeluarkan ponselnya dan memotret nya beberapa kali dengan tawa nya yang tak ada hentinya.
" hei bodoh , itu ibu ku , apa kamu berniat ingin menyebarkan foto ibu ku ?? tanya Danial.
" hehe maaf kak , tapi ada kak Alfa dan kak Alfi , ini hanya untuk persiapan perang , Bagas tidak akan menyebarkan nya " ucap Bagas.
" lihat lah kak Alfa , walaupun misiku gagal tapi aku mendapat kejutan disini " gumam Bagas.
__ADS_1