
Keheningan di tepi danau tersebut kembali terjadi , Alfi menoleh ke arah Vera seraya tersenyum tipis dan langsung berbicara yang mana membuat Vera sangat kaget.
" Aku menyukaimu " ucap Alfi dengan tiba tiba yang membuat Vera seketika menoleh ke arah nya dengan ekspresi syok.
" tapi lupakan saja , aku hanya ingin memberitahukan isi hati ku kepada mu , aku juga sedikit lega telah menyatakan nya padamu " lanjut Alfi saat melihat wajah Vera yang begitu kaget.
" sebaiknya kita pulang pasti ke empat bocah itu sudah menunggu mu " ucap Alfi dan hanya di angguki oleh Vera tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
di perjalanan tidak ada pembicaraan di antara mereka , mereka sama sama canggung untuk memulai obrolan hingga tak terasa mereka sudah sampai di rumah Alfi.
terlihat ke empat bocah sudah menunggu di depan pintu di temani oleh elena yang juga sudah sampai.
" kalian dari mana saja sih , perasaan kalian lebih dulu berangkat tadi ?? tanya Elena.
__ADS_1
" jalanan macet " jawab Alfi membuat elena mengerutkan keningnya.
" perasaan tadi aku lewat biasa aja " saut Elena.
" cieee kak Alfi " ejek Bagas dan mendapat lototan mata dari Alfi.
" mungkin kamu saja yang ngebut ele " ucap Vera tersenyum tipis seakan tidak terjadi apa apa.
" isssh ngapain pada ribut sih , ayo buruan masuk " ucap ayu langsung melangkah ke arah Vera dan menggandeng nya masuk.
Di rumah sakit Alfa duduk memegang tangan Oma nya , Alfa seperti tidak ingin kehilangan Oma nya.
" kamu sudah sangat besar ya , Oma dulu sangat senang karena adanya kalian , Oma terkadang merasa bosan semenjak kamu lulus sekolah dan harus ke negeri orang untuk menuntut ilmu , Oma seperti tidak rela jika ketika melewatkan pertumbuhan kalian berdua , Oma ingin sekali selalu bersama kalian" ucap Oma dengan suara paruh baya nya.
__ADS_1
" iya Oma , dan Alfa juga tidak mau jika Oma tidak ada di samping ku ketika Alfa punya anak nantinya " ucap Alfa.
" haha kamu sudah berfikiran kesitu nak , Oma juga setiap ingin menutup mata untuk tidur bayang bayang kematian selalu terbayang di benakku " tutur Oma.
" Oma gak boleh ngomong seperti itu " ucap Alfa dan hanya mendapat senyuman tipis dari Oma.
" Oma ingin sekali melihat kalian menikah sebelum Oma pergi untuk selamanya , jika Daddy ,Bunda dan aunty serta uncle mu bersikeras ingin membawa Oma berobat ke luar sana tolong kamu bela Oma untuk tidak pergi ke sana , walaupun Oma di bawa ke Rumah sakit yang sangat terkenal dan canggih kematian pun pasti akan menjemput , kematian tidak bisa dihindari oleh apapun , lebih baik disini agar nantinya kalian tidak terlalu repot mengurus Oma saat sudah tiada " ucap Oma yang semakin membuat Alfa seperti di Landa sesak nafas yang mendalam , Alfa dengan sekuat tenaga menahan air matanya untuk tidak jatuh , dia tidak ingin membiarkan Oma nya melihat air matanya menetes , dia masih ingat janjinya dengan Oma nya bahwa dia tidak akan lagi menangis apapun yang terjadi.
" Oma istirahat ya , kai pasti sebentar lagi datang membawa makanan " ucap Alfa.
" Oma meminta satu permintaan saja untuk mu nak , jika aku memintanya ke Alfi itu tidak mungkin karena Oma melarang nya , dan pasti bunda sama Daddy mu tidak akan setuju maka dari itu Oma ingin memintanya ke kamu " ucap Oma membuat Alfa menatap Oma nya dengan serius.
" apa saja yang Oma minta , pasti Alfa akan menurutinya kecuali jika hal tersebut memang sangat mustahil " ucap Alfa tanpa banyak pikir.
__ADS_1
" menikah lah " ucap singkat Oma nya yang seketika membuat Alfa terdiam.