Jodoh Twins Yang Tertukar

Jodoh Twins Yang Tertukar
Pak Bimo bisa marah gais


__ADS_3

“Paman, ada informasi yang bahkan sangat penting dari ini semua, Cuma satu informasi saja,” ucap Bagas membuat mereka berdua menatap Bagas dengan serius lagi.


“Bayar berapa Paman,?” tanya Bagas membuat Rei membulatkan matanya sempurna.


“Apa belum puas kamu dengan itu, bahkan paman tadi manaiki harga tawaranmu jadi 10 juta loh,” ucap Rei.


“Bagas tidak menyuruh paman, Paman sendiri yang mau,” saut Bagas.


“5 juta,” ucap Rei.


“Hehe Baiklah, Informasi ini sangat penting dan disuruh untuk tidak menyebarkan atau memberitahu siapa-siapa, karena berhubung Bagas sudah di bayar jadi akan ku beritahu, Bagas mendapatkan nomor Asisten Ayah Kak Elena yang sudah pasti tau dimana Kak Elena tinggal disana, dan ini nomor nya,” ucap Bagas.


“Asisten keluarga Maharja,” ucap Rei membaca nama tersebut dan di bawa ada nama yang terletak.


“Apa Elena keturunan dari keluarga Maharja,?” tanya Rei dan mendapat gelengan kepala tanda tidak tau.


“Sangat mengejutkan,” ucap Rei.


“Astaga, apa pak Dwitama yang meninggal dan istrinya,?” ucap Rei lagi sangat kaget.

__ADS_1


“Iya sudah pasti,” saut Bimo.


“Apa kita akan berangkat ke sana sekarang, dia adalah teman ku dan rekan Bisnisku dari dulu,” ucap Rei membuat Bagas tercengang.


“Kenapa bisa seperti ini Dwi,” ucap Rei.


“Tuhan lebih menyayangi mereka paman, dan ingat juga paman tuhan tidak suka dengan orang yang mengingkari janji, jadi jangan lupa janji 15 jutanya,” ucap Bagas.


“BAGAS...! ini tidak lagi lucu, kamu turunlah sekarang dan jalan kaki pulang,” ucap Ayahnya sangat marah.


“TURUNN.., KAMU DENGARKAN..? ucap Ayahnya dengan suara tinggi penuh emosi membuat Bagas sangat ketakutan.


“TURUNNN...”teriak Ayahnya kepadanya.


Bagas yang ingin turun segera di cegat oleh Rei.


“Ayolah pulang sekarang, kenapa malah marah-marah, jangan dengarkan ucapan Ayahmu Bagas,” ucap Rei.


“Aku akan berangkat ke sana hari ini, ingin bertemu dengan Asistennya,” ucap Rei.

__ADS_1


“Aku juga harus pergi, kami juga rekan bisnis,” ucap Bimo.


“Istrimu lagi hamil, biarkan saja aku yang mengurusnya,” ucap Rei.


“Hanya sehari, aku juga ada pekerjaan disana, mencari ponakan kita yang ntah kemana, gak pulang-pulang.” Ucap Bimo membuat Rei baru mengingat jika Lagi belum pulang dari sana.


“Kevin dan Ayahnya bakalan ikut, jadi jika benar-benar pergi, tinggallah disini, kasihan istrimu dan siapa yang akan mengurus perusahaan jika kamu akan ikut,” ucap Rei dan hanya di angguki oleh Bimo.


Mereka segera pulang, Bagas hanya diam tidak Berani lagi mengeluarkan suara, saat ayahnya marah sangat menyeramkan baginya, tapi jika ayahnya becanda dia akan sangat senang hati ikut bercanda.


Bagas langsung turun dan berlari masuk, Rei yang Melihatnya mengira jika Bagas marah pada Bimo karena memarahinya, namun siapa sangka Bagas ternyata berlari masuk karena takut makanan nya habis.


Setelah membicarakan semua pada keluarganya, mereka sepakat untuk berangkat kesana kecuali Bimo yang akan tinggal dikarenakan istrinya yang lagi hamil dan akan mengurus perusahaan, Para istri mereka belum mengetahuinya masih menikamati acar pernikahan Alfa.


“Hei Nak kemari lah,” ucap Aidil pada Danial yang duduk.


Danial melangkah ke arah mereka dengan cepat.


“Iya ada apa tuan,?” tanya Danial membuat Aidil tertawa.

__ADS_1


“Hahahaha apa yang kamu katakan, panggil saja Sekarang Daddy, adikmu sudah menjadi menantuku sekarang,” ucap Aidil membuat Danial ragu-ragu mengangguk, pikirannya mengingat Alfa saat mengantar nya pulang dan disuruh ibunya untuk memanggil nya dengan sebutan ibu juga.


__ADS_2