Jodoh Twins Yang Tertukar

Jodoh Twins Yang Tertukar
Ancaman


__ADS_3

semakin hari Vera semakin pendiam, dia hanya akan berbicara jika ditanya, Vera mengambil hp nya dan membuka galerinya, dia menatap foto pernikahan yang tidak pernah ia sangka-sangka.


Buih jatuh dari pelupuk matanya, menatap seseorang yang sangat ia benci, namun entah mengapa hatinya sangat merindukan sosok yang ia benci tersebut. sebuah notifikasi masuk. dengan segera ia membacanya dan ternyata pesan dari adik iparnya yang menanyakan kapan ia kembali ke rumah.


Vera terdiam sejenak, lalu tak lama kakaknya datang dan duduk disampingnya.


"Vera, apa kamu tau bagaimana sifat asli Alfa,?" tanya Danial yang tau jika ada masalah di antara adiknya dan sahabat yang kini menjadi adik iparnya. Vera diam menatap kakaknya dengan air mata yang masih menetes, Vera memeluk Kakaknya dengan hati yang sudah sangat lemah.


"Alfa, tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita, kamu sangat beruntung bisa memilikinya, walaupun sifatnya yang sangat dingin, tapi apa kamu tau dia sangat banyak omong jika bersama orang yang ia kenal, dia sedari dulu sering bercanda padaku, jika aku membicarakan tentang dirimu padanya, dengan candaannya dia mengatakan jika adikmu nanti akan jadi istriku, aku tidak menyangka sama sekali, candaannya bisa jadi kenyataan, takdir mempersatukan kalian Vera, jujur saja Kakak sangat tidak ingin kalian berpisah, Kamu adalah adikku, dan dia adalah teman yang sudah ku anggap sebagai saudaraku, entah bagaimana nasibku jika tidak ada dirinya yang selalu didepan menolongku." ucap panjang lebar Danial.


"Aku yang salah Kak hiks..." ucap Vera dengan suara pelan.


"Kamu telfon dia, suruh dia kembali, katakanlah yang harus kamu katakan," ucap Danial mengelus lembut rambut adiknya.


"Tapi aku tidak tau harus bagaimana kak, bantu Vera," ucap Vera.


"Kamu sudah berkeluarga Vera, rumah tangga mu bukan urusan kakakmu lagi, kakakmu ini hanya bisa membantu sedikit saja, tidak bisa ikut dalam rumah tanggamu," ucap Danial.


"Apa aku bisa melakukannya,?" tanya Vera lagi.


"Berusahalah, tidak ada usaha yang sia-sia, setidaknya kamu sudah berusaha," ucap Danial dan di angguki oleh Vera.


Setelah Kakaknya pergi, ia menatap nama Alfa di ponselnya, ada keraguan yang mengganggu pikirannya, dia menutup matanya dan menekan nomor Alfa. Tak lama kemudian seseorang mengangkatnya.

__ADS_1


"Halo,"


"Halo Kak," saut Vera dengan wajah sedikit malu dan senang.


"Ada apa,?" tanyanya dengan ketus.


"Maafkan Vera," ucap Vera.


"Tidak ada yang perlu di maafkan, tidak ada yang salah," saut Alfa.


"Maafkan aku kak. Hiks...., aku yang bodoh, dan aku yang sangat banyak bersalah sama Kak Alfa, aku mohon kembalilah, semua orang sangat mengkhawatirkanmu," ucap Vera.


"Oh, apa mereka menyuruhmu menelfonku, untuk kembali,?" tanya Alfa.


"Mereka akan baik-baik saja, tidak perlu mengkhawatirkanku, aku sudah dewasa," saut Alfa.


"Apa kamu benar-benar membenciku,?" tanya Vera.


"Apa maksudmu,?" saut ketus Alfa.


"Bagaimana aku harus meminta maaf padamu? aku sungguh sangat merasa bersalah, aku malu memperlihatkan wajahku didepan Bunda dan Daddy, jika kamu tidak kembali aku tidak akan pernah lagi kembali juga," ucap Vera.


"Terserahmu," saut Alfa.

__ADS_1


"Kak, kamu membuatku semakin gila, aku merindukan mu, aku setiap hari tidak berdaya karena hanya memikirkan mu, kesalahanku menghantuiku setiap detik," ucap Vera membuat Alfa terdiam.


"Kamu sudah pintar merangkai kata-kata," saut Alfa lagi.


"Kak, aku benar-benar serius, aku tidak merangkai kata-kata untuk membujuk mu, ucapan ku berasal dari hati terdalam ku, jika kamu tidak percaya itu urusanmu, aku sudah tidak ingin seperti ini lagi, jika kamu benar-benar membenciku, datanglah dan lakukan yang ingin kamu lakukan untuk memaafkan ku," ucap Vera.


"Bunuh aku sekalian jika itu perlu untuk membuktikannya," lanjut Vera tegas.


"Tidak, terimakasih tawarannya," ucap Alfa.


"Kak, jika kamu seperti ini, aku lebih baik pergi saja, aku membuatmu menjauh dari keluargamu, terimakasih semuanya," ucap Vera dan memutuskan telfonnya.


Hpnya kembali berdering, dia kembali mengangkat nya dengan air mata yang mengalir deras.


"Hei, apa yang ingin kamu lakukan,?" tanya Alfa.


"Aku tidak akan membuatmu marah lagi, tidak akan ada orang yang kamu benci lagi, aku lebih baik pergi menyusul ayahku, aku sudah lelah hidup jika seperti ini," ucap Vera sudah putus asa.


"Apa kamu gila....! kamu tidak memikirkan keluarga mu! apa yang akan terjadi jika kamu melakukan hal bodoh! bukankah kamu sekolah untuk bisa belajar banyak hal, bukan untuk melakukan hal bodoh," ucap Alfa dengan suara sangat marah.


"KAMU MEMBENCIKUUUUU! jangan berbicara seolah kamu tidak membenciku," ucap Vera.


"Jangan lakukan hal bodoh, aku akan pulang," ucap Alfa membuat hati Vera sedikit senang, dia tau jika Alfa tidak mungkin membiarkannya melakukan hal bodoh, dan dirinya juga tidak mungkin melakukannya, dia hanya mengancam Alfa untuk pulang, hanya ini jalan yang terlintas di otaknya.

__ADS_1


Vera berbaring menutup seluruh tubuhnya, tersenyum didalam selimut menatap foto Ada, dirinya tak sabar ingin melihat Alfa, namun hatinya juga sedikit malu. sampai akhirnya dia terlelap dalam tidurnya ditengah ia membayangkan Alfa.


__ADS_2