Jodoh Twins Yang Tertukar

Jodoh Twins Yang Tertukar
Tak terduga


__ADS_3

Alfi sudah selesai mengurus mobilnya, dia harus kembali lagi karena pernikahan Kakaknya, sebelum ia pergi, dia memperingati temannya agar tidak pernah lagi menggunakan mobilnya.


Baru saja sampai hampir soreh dan di harus kembali lagi sebelum jam 7 malam, perjalanan ke negeri memakan waktu cukup lama.


Di perjalanan dia sangat kaget melihat kedua orang yang menyebrang jalan, dia sangat tidak fokus mengendara karena tubuhnya sangat lelah dan sangat mengantuk.


BRUK


Walaupun Alfi sudah mengerem mobilnya namun sudah tidak sempat, kedua pasangan suami istri tersebut tertabrak begitu saja, Alfi dengan cepat turun dari mobilnya dan melangkah ke arah orang yang di tabrak nya yang sudah berlumuran darah.


Tubuh Alfi sangat gemetaran melihat semua ini, dia dengan cepat berusaha meminta bantuan, berteriak meminta pertolongan.

__ADS_1


Alfi ingin mengambil ponselnya namun ternyata ponselnya tertinggal di rumah temannya, dia ingin kembali mengambil namun harus bertanggung jawab atas semua ini, dia harus menunggu disana sampai Dokter keluar memberikan kabar.


"Maaf kak, Alfi seperti nya tidak bisa pulang, Pesawat sebentar lagi akan lepas landas, Alfi sudah sangat telat," ucap Alfi sangat tertekan.


Di rumah utama, mereka mengkhawatirkan Alfi yang belum memberikan kabar.


"Bagaimana dengan Alfi,?" tanya Rei.


"Sabarlah, dia akan datang, dia pasti baru dalam perjalanan, waktu untuk ke sini memakan waktu cukup lama, palingan tengah malam dia akan sampai," ucap Kevin berusaha menenangkan mereka.


Semua orang yang di undang datang sudah mulai menghadiri rumah tersebut satu per satu, walaupun tidak banyak namun penghulu juga sudah datang, belum selesai kekhawatiran mereka, tiba-tiba datang lagi kekhawatiran yang semakin rumit.

__ADS_1


"Vera bagaimana, apa ada Elena di rumahnya,?" tanya Siska.


"Tidak, Vera menunggu nya di luar bersama orang yang akan memakaikan make up, namun karena sudah sangat lama menunggu Vera langsung naik ke atas kamarnya, namun tidak ada siapa-siapa didalam," ucap Vera membuat keluarganya Alfa sangat pusing.


"Dia siapa,?" tanya Siska.


"Hai Tante, nama saya Danial teman Alfa di London dulu kuliah, dan saya kebetulan saya kakaknya Vera," ucap Danial membuat Vera sangat terkejut dia tidak mengatahui selama ini, saat dia menelfon kakaknya, kakaknya selalu bercanda padanya jika temannya mencarinya, ingin berbicara denganmu, itu lah ucapan kakaknya saat dulu masih di London.


"Nak Vera, Apa Bunda bisa meminta tolong padamu, Bunda tidak ingin membuat Oma semakin merasa tambah buruk karena pernikahan yang ia impikan tidak terwujud, dan semua tamu sudah pada berdatangan, juga pak penghulu sudah ada disana sedari tadi," ucap Yuli membuat Vera sedikit merasa tidak enak dengan ucapan Yuli.


"Menikahlah dengan Alfa, mengganti kan Elena, kita sudah tidak bisa lagi menunggu, Oma tidak bisa terlalu lama disini, Oma harus kembali ke rumah sakit," ucap Yuli sudah meneteskan air mata nya.

__ADS_1


"Aku yang akan menjadi wali adikku, aku sangat setuju jika adikku menikah dengan Alfa, aku sudah sangat lama bersama dengannya, hingga aku sudah tau sifatnya, jujur saya banyak utang Budi pada keluarga sahabatku Alfa, karena menerima saya tinggal di rumah Alfa, Alfa pun sangat banyak membantu saya jika dalam kesusahan, jika tidak ada dia mungkin aku sudah jadi gembel di luar negeri sana." ucap Danial membuat Vera sangat kaget, dia sungguh seperti tersambar petir disiang bolong.


"Apa kabar Bu," sapa ibu Vera ke Yuli.


__ADS_2