
Vera bangun dengan nafas yang sudah tidak teratur, sebenarnya dia sudah terbangun saat mendengar suara Ayu yang mengejeknya, namun ia lebih memilih untuk pura-pura tidur, karena dia sendiri sangat malu.
Saat mendengar suara pintu terbuka, Vera segera melanjutkan aktingnya, dia merasakan seseorang sudah naik ke atas kasur membuat dirinya keringat dingin.
"Wanita licik, bangunlah," ucap Alfa menariknya kedalam pelukannya, Vera seketika membuka matanya kaget.
"Hah,?" ucap Vera semakin deg-degan.
"Kenapa kamu berpura-pura tidur? aku sudah menyadarinya saat di tangga, jika saja aku tidak punya hati, aku sudah melempar mu dari atas," ucap Alfa membuat Vera tersenyum canggung.
"Aku mau mandi," ucap Vera sudah tak tahan dengan jantungnya yang seperti ingin copot.
Vera langsung mendorong Alfa dan lompat dari atas kasur, berlari ke arah kamar mandi, dia bersender di balik pintu menenangkan dirinya.
Setelah Mandi Vera lupa jika dia tidak membawa pakaian ganti maupun handuk, dia beberapa kali bolak balik didalam sana, kemudian ia tidak punya pilihan lain selain membuka pintu sedikit dan mengintip dari sana.
Beberapa lama ia mengintip namun tidak ada suara dan orang disana, dengan pelan ia keluar kamar mandi tanpa sehelai benang, dia sangat berhati-hati keluar, saat dia sudah merasa aman, dengan sigap ia berlari ke arah lemari, mengambil pakaiannya dan handuk, saat berbalik betapa terkejutnya dia saat melihat Alfa sudah berdiri di depan pintu.
__ADS_1
"AHHHHHGGGGGG.....!" teriak Vera menyembunyikan semua hal yang tidak seharusnya terlihat, dengan cepat ia berlari namun nasib berkata lain, dia terpeleset dan terjatuh dengan pakaian dan handuk berhamburan di lantai. Alfa yang melihatnya sudah tidak peduli lagi, dia hanya memikirkan keadaan Vera,. Alfa berlari dan mencoba membantu Vera namun dia kembali kaget saat Vera kembali berteriak.
"Ahhggggg....! namun Alfa dengan sigap mengambil kain di sampingnya dan menutup mulut Vera.
PLAKKK
Suara tamparan sangat terdengar jelas di ruangan tersebut. Alfa hanya bisa mengelus pipinya, dia juga baru sadar mengapa Vera menamparnya, dia lupa jika adik kecilnya dibawah sana terbangun hingga terlihat dengan jelas menonjol.
Mata Alfa terbelalak saat melihat kain yang di mulut Vera ternyata adalah celana bagian dalam wanita, Vera sudah tidak peduli lagi, dia dengan cepat berlari ke arah kamar mandi hanya dengan membawa celana yang menempel di mulutnya.
"Ah, ini dia yang ku cari," ucap Ayu mengambil sendalnya dan pergi berlari.padahal sendalnya tadi masih menempel di kakinya.
"Hehehe, apa yang terjadi,?" bisik Alfi namun Alfa malah mendorongnya.
"Hahahaha lihatlah ada yang bangun," ucap Alfi tertawa berbahak-bahak di lantai, menunjuk bagian rosleting Alfa. Alfa kembali kaget dan masuk dengan sigap ke kamar menutup pintu dan menguncinya.
"Ah sialll..." gerutu Alfa.
__ADS_1
Vera keluar dari dalam kamar mandi dengan tangan yang terus menutupi wajahnya sangat malu, ini adalah kejadian paling memalukan seumur hidupnya. Alfa yang sedari tadi bersender di balik pintu menenangkan adik kecilnya hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal melihat Vera.
Karena sudah tidak tahan dengan adik kecilnya dia dengan cepat melompat ke atas kasur dan membuka selimut yang menutupi semua tubuh Vera.
"Apa yang kamu lakukan,?" tanya Vera dengan wajah yang masih memerah.
"Tidak, hanya ingin melihat mu saja," saut Alfa tidak berani meminta haknya dan ikut berbaring di samping Vera yang membelakanginya. terbayang-bayang lagi kejadian di otak Alfa, membuatnya semakin gelisa, dia sedari tadi berusaha melupakannya namun bayang-bayangan itu semakin mengikis otaknya.
"Hei, sampai kapan kau seperti itu,?" tanya Alfa.
"Jangan berbicara," saut Vera membuat Alfa menghembuskan nafasnya kasar.
"Berbicara saja kau larang, bagaimana jika aku memintanya," gumam Alfa.
Alfa memikirkan saudara kembarnya. "Saat itu, bocah tengil itu meminta haknya seperti apa,?" gumam lagi Alfa.
Alfa keluar dengan nafas yang tidak beraturan, nafsunya membakarnya. dia dengan cepat mencari keberadaan Alfi, saat melihat Alfi bermesraan dengan istrinya, Alfa diam diam menarik Alfi menjauh dari sana.
__ADS_1