
Bagas langsung turun dan berlari masuk, Rei yang Melihatnya mengira jika Bagas marah pada Bimo karena memarahinya, namun siapa sangka Bagas ternyata berlari masuk karena takut makanan nya habis.
Setelah membicarakan semua pada keluarganya, mereka sepakat untuk berangkat kesana kecuali Bimo yang akan tinggal dikarenakan istrinya yang lagi hamil dan akan mengurus perusahaan, Para istri mereka belum mengetahuinya masih menikamati acar pernikahan Alfa.
“Hei Nak kemari lah,” ucap Aidil pada Danial yang duduk.
Danial melangkah ke arah mereka dengan cepat.
“Iya ada apa tuan,?” tanya Danial membuat Aidil tertawa.
“Hahahaha apa yang kamu katakan, panggil saja Sekarang Daddy, adikmu sudah menjadi menantuku sekarang,” ucap Aidil membuat Danial ragu-ragu mengangguk, pikirannya mengingat Alfa saat mengantar nya pulang dan disuruh ibunya untuk memanggil nya dengan sebutan ibu juga.
“Apa kamu ingin jalan-jalan bersama kami,?” tanya Aidil membuat Danial kebingungan.
“Maaf, tapi saya tidak ada uang hehehe,” ucap Danial membuat gelak tawa Aidil pecah.
“Lupakan lah tentang uang, aku akan menjamin mu 100% bahkan persennya lebihkan jika bisa,” ucap Aidil membuat Danial kembali ragu-ragu merasa tidak enak hati jika terus merepotkan.
“Kita akan pergi berempat ke Amerika, kamu ikutlah, ada banyak hal yang ingin aku dengar darimu,” ucap Aidil membuat Danial kembali membulatkan matanya.
__ADS_1
“Amerika,?” ucap Danial merasa tidak percaya ingin jalan-jalan tapi sangat jauh, negara yang belum pernah ia kunjungi.
“Aku yang akan menanggung mu, kamu akan nyaman,” ucap Aidil terus meyakinkan.
“Tapi kita tidak akan bersantai, kita paling akan sehari saja disana,” ucap Aidil lagi membuat Danial terdiam mematung.
“Sekaya apa ayahmu Alfa, keluar negeri seperti ke warung saja,” gumam Danial.
“Tidak perlu pikir panjang lagi Nak, ikutlah bantu kami, kami menjalankan misi, jangan beritahukan pada istri kami,” ucap Kevin.
Karena sangat penasaran apa yang akan mereka lakukan dan rasa keinginan ke Amerika yang kuat membuatnya mengangguk setuju.
“Nah seperti itu lebih baik, bersiaplah, minta izin pada ibumu dulu, kita akan berangkat sekarang,” ucap Aidil.
“Iya, kita harus segera kesana,” ucap Rei dan di angguki oleh Danial.
“Alfa, keluarga mu seperti nya sangat menyenangkan,” gumam Danial.
“Ibu, Danial harus pergi sehari, Danial di ajak ke Amerika sama orang tua Alfa, dan Danial tidak bisa menolak lagi, sudah beberapa alasan ku gunakan tapi mereka memaksa membuat Danial merasa tidak enak, dan ibu tidak perlu merasa cemas pada Danial, Daddynya Alfa yang akan menjamin Danial, oke” ucap Danial.
__ADS_1
“Kenapa kamu sangat senang seperti itu jika dipaksa,?” ucap ibunya menatapnya kesal.
“Hehehe lumayan Bu, yasudah Bu Danial berangkat Bay,” ucap Danial.
“Sekarang,?” tanya ibunya dan di angguki oelh Danial.
“Sayang, kami ingin pergi, jangan suka begadang,UMMA,” ucap Aidil pada intinya dan mencium kening istrinya, belum sempat Yuli bertanya Aidil sudah pergi dengan cepat.
“Jaga baik-baik anak-anak, ada urusan penting,” ucap Kevin dan pergi begitu saja dengan cepat.
“Ingat, kalian nginap disini saja, Ayah tidak ada di rumah, Rekan bisnis ayah meninggal dunia dan aku harus kesana karena dia juga temanku,” ucap Rei.
“Dimana, aku ikut,?” ucap Nurul menahan Rei yang ingin pergi begitu saja.
“Di Amerika, sangat jauh, kamu disinilah jaga anak-anak,” ucap Rei.
“Benarkah? Apa yang aku lakukan padamu jika berbohong,?” tanya Nurul.
“Lakukan sesukamu, apa saja,” ucap Rei.
__ADS_1
“Tidak memberimu jatah sampai kapanpun,?” ucap Nurul tapi Rei langsung berlari pergi.
“Sialan Rei, dia malah ngobrol santai, bagaimana jika istriku nanti nyusul kesini,” ucap Kevin.