Jodoh Twins Yang Tertukar

Jodoh Twins Yang Tertukar
Takdir yang kejam


__ADS_3

Elena berlari dengan air mata yang membanjiri kedua pipinya, hatinya sungguh sakit, sangat sakit, dirinya terpaksa harus pergi di saat pernikahan akan tiba.


Dia sudah tidak memikirkan tentang pernikahannya, saat ini hatinya sangat pedih mendengar kabar buruk, kedua orangtuanya mengalami kecelakaan di luar negeri.


Elena berlari masuk kedalam rumah sakit, dia segera bertanya kepada staf dimana kedua orangtuanya di rawat, dan setelah mencari namanya dia segera memberitahukan nya.


Elena langsung membuka pintu kamar yang di beritahukan padanya, Elena melihat kedua orangtuanya berbaring tak berdaya di sana.


Elena menghiraukan laki-laki yang duduk di sana, dia langsung berjalan dengan cepat ke arah kedua orangtuanya dan memeluk ibunya.


"IBu...!" teriak Elena menggoyang-goyangkan tubuh ibunya.


"Sayang," ucap seseorang yang berbaring lemah disana membuat Elena langsung berjalan ke arahnya dan memeluknya dengan tangisan yang semakin pecah.


Laki-laki yang duduk sangat kaget, bahkan tubuhnya kaku melihat perempuan yang sangat ia kenali.


"Ayah hiks..hiks." ucap Elena tak kuasa membendung air matanya.


"Kenapa menangis Sayang, Ayah sama Ibu bakal baik-baik saja," ucap Ayahnya dengan suara pelan.


"Kamu akan menikah hari ini," ucap Ayahnya.


"Ayah sama Ibu lebih penting, Elena tidak akan menyesal hiks..hiks..," ucap Elena.


"Saat ibu sadar, menikahlah disini," ucap Ayahnya yang membuat Elena sungguh kaget.

__ADS_1


"Ayah bicara apa,?" tanya Elena masih memeluk Ayahnya.


"Pasangan kamu tampan sayang," ucap Ayahnya menoleh ke arah laki-laki tersebut.


Elena mengikuti arah mata Ayahnya dan sangat kaget melihat Alfi yang berdiri disana mematung.


"Kak Alfi?" ucap Elena kaget langsung menghapus air matanya.


"Kemari lah Nak,?" ucap Ayah Elena dengan pelan membuat Alfi langsung ke arah nya.


"Maaf kan saya Elena, aku sungguh tidak sengaja..." ucapannya terpotong oleh Ayah Elena.


"Dia yang menolong Ayah dan Ibu," ucap Ayahnya, Alfi kaget bukan main mendengar ucapan Ayah Elena, dia sudah meminta maaf pada Ayah Elena saat sadar, dan dia tidak tau mengapa Ayah Elena berbohong padanya.


Ayah Elena tersenyum padanya, dia menatapnya dengan tatapan berharap agar dia tidak usah untuk memberitahu kan kejadian sebenarnya pada Elena.


"Tapi bukan saya..." ucapan Alfi terpotong oleh ibu Elena yang sudah sadar.


"Sayang," ucap Ibu Elena membuat Elena buru-buru ke arahnya dan memeluknya dengan tangisannya yang kembali pecah.


"Ibu tidak kuat lagi, Ibu mohon lakukan lah disini," ucap Ibunya dengan suara pelan yang sangat dipaksakan membuat Elena menggelengkan kepalanya.


"Tidak, ibu akan baik-baik saja," ucap Elena.


"Berikan ponselmu Nak," ucap Ayahnya Elena ke Alfi, dan dengan segera Alfi memberikannya.

__ADS_1


Ayah Elena langsung mengetik sesuatu disana dan langsung melakukan panggilan kepada seseorang.


"Siapkan penghulu, dan bawa ke sini, jangan lupa beli cincin pernikahan" ucap Ayah Elena membuat Alfi dan Elena sangat kaget.


"Calon mantu, bisa kah kamu bantu mertuamu ini ke istriku, aku ingin mengatakan sesuatu kepadanya," ucap Ayah Elena dan di angguki oleh Alfi.


Ayah Elena membisikkan sesuatu kepada istrinya membuat Elena dan Alfi hanya bingung melihat nya, Ibu Elena langsung menatap Alfi dengan tatapan tak biasa namun pada akhirnya Ibu Elena tersenyum padanya.


"Jangan pikirkan Nak," ucap Ibu Elena pada Alfi.


Alfi sungguh sangat bingung dengan situasi sekarang, bagaimana dirinya akan menikah dengan Elena sedangkan Kakaknya tidak, dia tidak bisa berkata-kata karena selalu di potong oleh Ayah Elena dan Ibu Elena.


Tidak Lama seseorang datang, membuat Ayah Elena tersenyum manis ke arahnya.


"Apa yang kamu punya sekarang Nak, semacam Harta,?" tanya Ayah Elena membuat Alfi melihat kalungnya.


"Lepaskan kalung mu untuk maharnya," ucap Ayah Elena.


"Nama lengkap mu siapa dan siapa nama ayahmu,?" tanya Ayah Elena berbisik.


"Alfi," saut Alfi dengan suara pelan.


"Nama lengkap mu dan nama lengkap ayahmu,?" tanya lagi ayah Elena.


"Dalfi Azhari Haqiqi Adhitama dan nama ayahku Aidil Adhitama Putra," ucap Alfi dengan suara gemetaran. Ayah Elena terkejut mendengar nama tersebut, dia tidak tau jika dia putra dari pengusaha terkenal di negara nya.

__ADS_1


Ibu Elena hanya bisa berbaring sedangkan suaminya dengan tubuh yang sangat ia paksakan duduk dengan tangan yang masih di infus, peralatan lainnya ia lepas karena sangat mengganggu.


__ADS_2