Jodoh Twins Yang Tertukar

Jodoh Twins Yang Tertukar
Istri serasa musuh


__ADS_3

"Siapa juga yang berharap? aku bahkan sangat tidak ingin melihat wajah kaku mu itu, apa dulu Bunda menyukai meminum Es hingga kamu terlahir jadi Es?" ucap Vera membuat Alfa menurunkan selimutnya dan menatap Vera tajam. Vera yang melihat tatapan Alfa seketika menciut dia pura-pura mengambil sapu DNA menyapu lantai.


"Hei gila! kamarku sudah bersih dan apa-apaan sok rajin didepanku? kau bahkan tidak akan pernah ingin memujimu," ucap Alfa membuat Vera sangat geram Vera mengarahkan sapu tersebut ke Alfa bersiap menombak dengan wajah yang sangat kesal.


"Wanita gila! apa yang ingin kamu lakukan? cepat letakkan sapu itu! apa kamu ingin mengajakku bermain? tapi maaf saja aku bahkan tidak Sudi bicara denganmu apalagi bermain, jadi lupakan saja pikiran gilamu itu," ucap Alfa.


"Kau yang gila! kau sungguh ke gr-an, aku bahkan tidak akan segan menombakmu dengan sapu ini jika macam-macam padaku, ingat kita hanya sebatas menikah tidak lebih," ucap Vera.


"Hahaha aku yang harusnya bicara seperti itu, kalau saja kamu bukan adik Danial, aku sudah melempar mu dari jendela," ucap Alfa.


"Apa kamu hanya takut pada Kakak ku? huh! kamu bahkan bukan laki," ucap Vera membuat Alfa berdiri di kasur mengambil bantal dan melemparnya ke wajah Vera.


BUKK


Vera terkejut, bantal tepat mengenai wajahnya hingga dia terjatuh ke lantai. Alfa hanya menahan tawa melihatnya, sedangkan Vera dengan wajah geramnya mulai berdiri melompat ke atas kasur memukul-mukul Alfi dengan sekuat tenaga, Alfa menarik bantal ditangan Vera namun Vera juga menahannya dengan kuat hingga mereka kehilangan keseimbangan dan terjatuh saling menindih. Vera membulatkan matanya saat menyadari dirinya sedang menindih Alfa yang juga sedang menatapnya.


Vera menjadi salah tingkah, segera bangkit dan pura-pura menepuk tangannya dengan alasan nyamuk.


"Kenapa banyak sekali nyamuk disini," ucap Vera, sedangkan Alfa langsung menggeser tubuhnya ke samping dan membungkus semua badannya diselimut, dirinya sangat gugup dengan hak tadi , demi apapun dirinya tidak pernah berduan dengan wanita selain sepupu dan adiknya.


Keheningan terjadi, Vera menoleh ke arah Alfa yang masih membungkus seluruh tubuhnya dengan selimut.

__ADS_1


"Apa kamu tidak pengap didalam sana,?" tanya Vera namun tidak disauti oleh Alfa.


"Hei, jangan pura-pura tidur!" ucap Vera lagi membuat Alfa menurunkan selimutnya dan memperlihatkan wajah kesalnya.


"Apaan sih, tidur sono biar cepat besar," ucap Alfa sangat kesal.


"Sialan nih perempuan, apa dia kagak tau apa gue belum pernah sekamar sama perempuan seperti ini," gumam Alfa sangat kesal.


"Yah aku mau tidur dimana? bahkan tidak ada sofa dan karpet disini, apa kamu ingin menyuruhku tidur di lantai,?" tanya Vera membuat Alfa menatap kamarnya, dia baru sadar jika kamarnya kosong. Alfa turun dari tempat tidur ingin mencari selimut dan tempat tidur namun lemarinya juga kosong hanya menyisakan pakaian saja.


"Perbuatan siapa juga nih ahg!" gerutu kesal Alfa.


"Ahg nyamannya," ucap Vera yang sudah tidur membungkus tubuhnya, Alfa yang melihatnya membulatkan matanya.


"Hahaha kenapa? tidur saja sendiri di lantai," ucap Vera. Alfa membulatkan matanya sempurna, dia ingin sekali menyiram Vera yang menjulurkan lidahnya dengan raut wajah yang sangat mengesalkan.


"Tidak, aku bisa sakit jika tidur di lantai, aku tidak tahan dingin, tidak ada selimut lagi," ucap Alfa kesal.


"Yaudah kita bagi dua tempat tidur ini, kamu paling ujung situ dan aku paling ujung sini, tidak ada yang boleh geser sedikitpun, jika kamu mencoba macam-macam aku akan mencekikmu," ucap Vera yang lagi-lagi membuat Alfa membulatkan matanya, sangat kaget mendengar ucapan Vera.


"Apa kamu sadar dengan ucapanmu? aku yang harusnya bisa mencekikmu kapan saja," ucap Alfa mulai naik ke atas kasur.

__ADS_1


Alfa menarik selimut Vera namun tidak hendak


dibagi oleh Vera, Alfa dengan kesal menarik dengan sekuat tenaga hingga Vera ikut guling-guling dan tanpa kesengajaan bibir mereka bertabrakan.


Ceklek ...


pintu terbuka dalam keadaan yang sangat tidak beruntung, Bimo yang didepan pintu membulatkan matanya sempurna.


"Duh salah kamar," ucap Bimo pura-pura bersiul dan berbalik arah.


Mereka seketika sadar, dengan kompak mereka berdua lompat dari tempat tidur ingin mengejar Bimo takut jika Bimo akan menceritakan hal memalukan ini, saat dipintu mereka berdua kembali berdebat.


"Awas aku saja yang buka," ucap Vera panik.


"Tangan mu yang awas," saut Alfa tak mau ngalah.


Pintu kembali didorong dari luar membuat mereka kembali terjatuh saling bertindihan, bibir mereka kembali tabrakan.


"Astaga, mata Adek ternodai," ucap Ayu dengan polosnya menutup matanya menggunakan kedua tangannya, Ayu langsung berlari pergi.


"Ditunggu dibawah kak, nanti saja buatkan ponakan buat Ayu," teriak Ayu membuat mereka berdua membulatkan matanya, Vera duduk dengan lemas memegang bibirnya, sedangkan Alfi meludah-ludah kesembarang arah seraya menggosok-gosok bibirnya.

__ADS_1


"Ahg kenapa kamu mencium ku terus,?" ucap kesal Alfi.


"Hei anak cicak sadar, kamu yang melakukannya, kamu sengaja menarik selimut kuat agar aku juga ikut tertarik tadi, dan kamu yang sengaja menahan ku membuka pintu sampai Ayu membukanya dengan keras, kamu selalu mengambil kesempatan dalam kesempitan, apa kamu tau ini ciuman pertamaku, kamu harus tanggung jawab dengan semua ini, mulai nanti kamu pergi ke kamar lain!" ucap Vera.


__ADS_2