
Pagi harinya Vera membuka matanya, merasakan sekujur tubuhnya seperti habis di banting. Vera membuka menyipitkan matanya dan duduk mengucek matanya.
Dia menatap tubuhnya dan membulatkan matanya, dia teringat kejadian semalam, dia mengangkat selimutnya sedikit dan mengintip bagian bawahnya, ia melihat darah kering di pahanya. Vera menatap Alfa yang masih nyenyak dengan tidurnya, ada perasaan lega di hatinya karena sudah melalui tanggung jawabnya sebagai seorang istri. dia perlahan turun dari tempat tidurnya menahan rasa perih di selang-kangannya.
Alfa membuka matanya dan melihat Vera duduk didepan cermin menyisir rambutnya. Alfa bersender dan memanggil Vera.
"Sini," ucap Alfa dengan suara serak.
"Mandi dulu," saut Vera tanpa menoleh ke arah Alfa.
"Mau lagi," ucap Alfa dengan suara lembut membuat Vera menatap nya kesal.
"Gak, aku lapar. mandi dulu baru kita sarapan, kamu kerja juga," ucap Vera membuat Alfa menghembuskan nafasnya kasar dan menurut begitu saja.
""Tumben sekali dia nurut" Gumam Vera tersenyum lebar.
Mereka berdua turun bergandengan tangan, wajah Alfa terlihat sangat bersinar dengan senyuman indahnya, sedangkan Vera terlihat beberapa kali mencubit lengan Alfa.
Alfi dan Bundanya yang melihatnya tersenyum penuh makna, sedangkan Ayu hanya diam kebingungan melihat Alfi dan Bundanya.
"Goog morning anak Mommy yang paling ganteng dan cantik dari segalanya kecuali Bunda," ucap Yuli tersenyum menggoda membuat Alfa memperlihatkan senyuman lebar sedangkan Vera hanya menundukkan kepalanya.
"Silahkan duduk Kakak ipar dan Kakak kembarku," ucap Alfi.
"Baiklah, gk ush sopan begitu, santuy saja," ucap Alfa duduk dengan sangat bahagia sedangkan Vera hanya bisa ikut duduk dengan wajah yang sangat merah.
"Kenapa sih,?" tanya Ayu dan mendapatkan gelengan kepala dari mereka.
"Bagaimana segelnya Alfa,?" tanya Bundanya membuat Alfa mengedipkan matanya.
"Hahahahahhahaahaa," tawa Alfi pecah membuat istrinya sangat kaget.
__ADS_1
"Ihhhh... sayang kaget," ucap Elena membuat Alfa menatap mereka.
"Dih sayang," ucap jijik Alfa.
"Iri aja, tuh binimu kamu panggil apa? Mommy? Ibu? Adek? atau Bep? hahahaha! ucap Alfi membuat Alfa sangat geram. namun dia baru saja teringat jika sebelumnya mereka hanya manggil nama saja, tidak ada yang lain, kecuali Vera yang memanggilnya Kak.
"Sudahlah, ayo sarapan," ucap Ketua keluarga yaitu Daddy kita Aidil.
Mereka semua sarapan dengan nikmat, sedangkan Alfa terus mengambil lauk untuk diberikan pada istrinya.
"Aku kenyang kak," ucap Vera menatap kesal Alfa.
"Makanlah yang banyak kakak ipar, pasti sangat lelah tadi malam," ucap Alfi dan mendapat pukulan ringan dari Alfa yang ada di sampingnya.
Vera yang sudah malu, hanya diam terus makan tanpa henti, dia hanya terus memaki Alfi hingga tak sadar makanannya sudah habis dari piring.
"Wah, sungguh semangat ngisi tenaga," ucap Alfi lagi cekikan membuat Vera menatapnya sangat kesal.
"Iya," saut Alfi.
"Aku mau kuliah sama Vera," ucap Elana membuat Alfi melototkan matanya.
"Gak, gak. online aja," ucap Alfi dan mendapatkan gelengan kepala dengan wajah cemberut.
"Biarkan saja Alfi, Istrimu masa terus dikurung dirumah," ucap Daddy-nya dan di angguki oleh Elena.
"Vera, jaga istriku yah," ucap Alfi.
"Dih, kau siapa nyuruh-nyuruh istriku ngawal istrimu," ucap Alfa.
"Apaan sih kalian, siapa yang mau nyulik kami," ucap Elena dan di angguki oleh Vera.
__ADS_1
"Ingat Vera, ada ponakanmu dalam perut adik iparmu," ucap Alfi dan hanya di angguki oleh Vera.
"Daddy tolong antar istri kami yah, Alfa buru-buru, ada meeting ternyata hari ini." ucap Alfa.
"Iya Dad, Alfi juga ada hal yang harus di urus," ucap Alfi membuat Daddnya hanya menghela nafas.
"Kalau begitu kita sama sama," ucap Ayu dan di angguki oleh Kakak iparnya.
"Daddy pasti sangat senang di jadikan supir sama cewek cewek cantik," ucap Bunda Yuli dan di angguki oleh mereka.
"Iya, terserah," ucap Aidil pasrah.
"Daddy, nanti ke sekolah yah, ada agenda untuk kami, dan disuruh bawa orang tua" ucap Ayu membuat Aidil menatap Alfa.
"Daddy ada masalah yang mau di atasi lagi," ucap Aidil.
"Jem berapa,?" tanya Daddy-nya.
"Jam 11," saut Ayu sudah mulai cemberut.
"Bundamu saja yah,?" tanya Aidil.
"Kak Vera sama Kak Elena aja," saut Ayu membuat mereka menatap Ayu bingung.
"Bilang aja dari tadi kalau mau di temani Istriku, sok-sokan ngajakin Daddy lagi." ucap Alfi.
"Hehehehe, boleh kan,?" tanya Ayu.
"Iya dong, nanti kami kesana yah," ucap Vera dan di angguki oleh Elena.
"Bunda, maaf yah. karena Bunda kadang ngomelin Ayu jadi Bunda gk di ajak dulu. apalagi ada Bagas, dia nanti minta uang trus." ucap Ayu membuat Yuli hanya mengangguk dengan senang hati.
__ADS_1