
Elena datang untuk menyusul Vera entah mengapa Elena juga sangat Beta berada di sana , mungkin karena keluarga Yuli dan Aidil yang begitu hangat hingga siapapun yang bertamu akan merasa keluarga nya sendiri.
Elena belum mengetahui jika Alfi mempunyai saudara kembar , Elena lebih dulu memencet bel , bagaimana pun dia juga harus menghormati tuan rumah
Pintu sudah di buka oleh Gadis yang berwajah cantik dan imut , gadis tersebut langsung memeluk elena , dia tidak membedakan antara Vera dan Elena menurut nya keduanya adalah teman yang sudah serasa kakak kandung sendiri karena sifat Elena yang tak jauh beda dengan Vera.
" kak elena kenapa telat datang " ucap ayu melepaskan pelukannya
" kak Elena tadi pulang dulu ke rumah " jawab Elena
" berarti kak Elena mutar mutar dong ?? tanya Lagi ayu
" hahahaha mana mungkin , kita hanya beda Gang saja , rumah kak elena di sebelah sana gak jauh dari sini " jawab elena
" benar kah ?? tanya ayu dan di angguki oleh Elena
" ayo kak masuk , bantu ayu kerjain tugas kak Vera hehehe , maksudnya bantu jelasin saja biar ayu yang jawab " ucap Ayu
" iya ,iya " jawab Elena tersenyum manis
mereka berdua masuk secara bersamaan , ketiga anak SMA yang melihat kedatangan Elena segera menyapanya
" kak Elena datang nya terlambat sih " ucap Azkia
" kak Elena pulang dulu tadi , katanya rumah nya dekat aja dari sini Lo " jawab ayu
" wah kebetulan dong " saut Bagas
" kebetulan apa lagi kutu air ?? tanya Alfi
" kan Bagas bisa antar " jawab Bagas
" kak Elena bawa mobil sendiri kok , ya kan kak elena " saut Ayu dan di angguki oleh Elena.
" kenapa sih Ayu , gak bisa lihat aku bahagia bentar saja " ucap Bagas kesal.
" kok pada berantem sih " ucap Davira ikut kesal
" ayo lanjutkan soal nya itu " lanjut Davira
" Elena sini ikut jadi guru hahaha " ucap Vera
" iya biar kita bertiga bisa hukum ni bocah bocah " saut Alfi
" memangnya kak Elena sama kak Vera anggap tu anak cicak ?? tanya Bagas
" hah anak cicak ?? tanya elena yang memang belum tau apa apa
" apa kak elena belum tau nama aslinya kak Alfi ?? tanya Azkia dengan wajah yang sangat serius dan dengan serius pula Elena menggeleng kan kepalanya
__ADS_1
" nama nya : Anak Cicak hahahahaha " jawab serentak ke empat anak SMA tersebut dan di iringi oleh tawa mereka.
Vera juga ikut tertawa melihat reaksi wajah Elena , Jujur saja Vera juga seperti Elena saat baru mengenal Alfi dulu tapi ternyata nama tersebut hanya julukan ayah nya Bagas.
Alfi hanya bisa menahan rasa malunya , dia tidak bisa berkata apa apa lagi melihat elena yang juga sudah ikut tertawa Renyah.
" apaan sih , jangan percaya sama mereka elena , itu hanya julukan masa kecil ku sama ayah nya nih bocah kutu air " ucap Alfi kesal.
" sudah ahg , lama lama kalian gak selesai dengan tugas kalian , ayo lanjutkan " ucap Vera dan di angguki oleh mereka, seketika ruangan hening karena ke empat bocah tersebut fokus dengan tugas nya.
" aku ke Toilet bentar ya " ucap Alfi
" gak usah minta izin juga kali , memang nya kak Alfi juga murid , dan kak Alfi juga bukan siap siapa nya kak Vera dan Kak Elena " saut Bagas tak menoleh ke arah Alfi , tangan nya hanya sibuk menulis.
" sana sudah kak , gak usah datang kesini lagi ,cuma datang jadi pengganggu " ucap Davira
" kaya setan dong " ucap Azkia yang kembali mendapatkan gelak tawa dari mereka
Alfi hanya mendengus kesal dan langsung pergi begitu saja , dia sudah tidak tahan ingin debat karena dia sudah kebelet untuk mengeluarkan yang harus nya keluar.
Saat Alfi sudah pergi , Tiba tiba Alfa datang membawa secangkir air minumnya dan duduk dengan santai di sana.
Elena yang melihat nya hanya bisa mengucek mata nya berkali kali
" kak Alfi punya jurus , kok cepat banget dan langsung ganti baju , dan kapan kak Alfi cukur rambut ?? tanya Elena yang membuat ke empat bocah tersebut menahan tawanya , mereka saling memberikan kode untuk diam , Vera juga yang melihat kode anak anak itu hanya bisa menundukkan kepalanya diam , dia masih merasa malu sama kejadian tadi yang mungkin akan di alami sama sahabat nya Elena.
" kamu siapa ?? tanya Alfa datar
" kamu berubah jadi Spiderman kak , kenapa suara kakak sangat dingin dan kenapa kak Alfi tidak mengenal wanita secantik aku ?? tanya elena tersenyum manis ke arah Alfa yang di pikirnya adalah Alfi
" huh , apa kepalamu sudah besar sekarang, memuji dirimu sendiri ?? ucap Alfa ketus
" loh , kok gitu sih kak , gak seruh ahg becanda nya " ucap Elena yang sudah tak bisa menjawab kata kata Alfa lagi.
" siapa yang becanda ?? tanya balik Alfa tersenyum kecut
" aku pulang aja deh , kak Alfi udah gak seruh " ucap Elena ingin membuat laki laki yang di pikirnya adalah Alfi menghentikan sandiwara nya.
" pintu di sana , jangan lewat jendela " ucap Alfa lagi yang membuat Elena menoleh ke arah Ayu, Vera , Azkia , Davira dan Bagas dengan wajah yang sudah meminta pertolongan.
mereka hanya pura pura membaca untuk melanjutkan drama tersebut.
" ahhg segar " ucap seseorang laki laki yang baru datang
" kak Alfi " ucap Elena dengan ekspresi yang sangat kaget
Beberapa kali elena menoleh secara bergantian ke arah Alfa dan Alfi
" apa aku saja yang melihat ada dua kak Alfi ?? ucap Elena
__ADS_1
" aku cuma satu " Jawab Alfi yang belum melihat kakak nya dan belum mengerti arah pembicaraan Elena.
" aku melihat sosok gaib kalau begitu ya " ucap Elena lagi dan pingsan seketika.
Mereka semua panik saat melihat Elena pingsan kecuali Bagas yang malah tertawa berbahak-bahak melihat kebodohan Elena
" wahahahaha aduh perut ku sakit dari tadi menahan tawa " tawa Bagas menggelegar di dalam sana.
" Bagas. " ucap tegas Alfi ke arah nya
" kak Alfa juga ngapain sih , gak langsung jujur aja " ucap Ayu ikut kesal
" memang nya di nanya nama ku , tidak kan ?? tanya Alfa dengan ekspresi santai.
" Ada apa ini ?? tanya Aidil yang baru pulang
" saya melihat Daddy sehat sehat saja " ucap Alfa berdiri dari duduknya
" Alfa " ucap Aidil kaget
Alfa langsung memeluk Daddy nya
" kenapa gak kasih tau Daddy kalau pulang ?? tanya Aidil
" hah , apa Bunda sama ayu tidak memberitahu kan ?? tanya Balik Alfa
" sudah kak , tapi Daddy saja yang lupa " saut ayu
" kalau anak manis ku sudah berkata berarti Daddy nya kalah " ucap Aidil
" ini mau di apain , kak Elena pingsan " ucap Davira
" kok bisa pingsan ?? tanya Aidil
" gara gara kakak " saut Davira
" kamu apain ?? tanya Aidil ke arah Alfa
" tidak , Alfa cuma jawab yang dia tanyakan " saut Alfa santai
" kamu ini gak ada berubah nya , sifat mu pas kecil Dimana Alfa " ucap Daddy nya menggeleng kan kepalanya
" sudah di kuburan " saut Alfa langsung meninggalkan mereka dengan wajah yang sudah sangat kesal.
" kakak kenapa sih , kenapa kakak tiba tiba seperti itu kalau Daddy sama Bunda bahas sifat ?? tanya ayu
" banyak hal yang telah terjadi nak , Dan Alfa masih belum mengikhlaskan sesuatu yang baru dia ketahui saat berusia 10 tahun " ucap Aidil
" kamu ambilkan minyak kayu putih , baru dekatkan di hidung Elena " ucap Daddy nya dan dengan segera ayu mengangguk
__ADS_1