Jodoh Twins Yang Tertukar

Jodoh Twins Yang Tertukar
Lupa judul episode


__ADS_3

Pagi yang cerah, Alfa merasakan hal yang berat di perutnya, dia membuka sedikit matanya dan melihat sayup-sayup ada kaki di atas perutnya. Alfa mengucek matanya dan sangat jelas jika itu beneran Kaki, Alfa segera menoleh ke arah sampingnya dan melihat Vera yang tidur dengan begitu pulas.


"VERAAA....!" teriak kesal Alfa membuat Vera kaget dan segera duduk.


"HAH! ucap Vera refleks dan menarik kakinya dengan wajah yang sangat memalukan.


"Apa kamu tidur seperti anak kecil?" tanya Alfa kesal.


"Kamu yang sengaja kan, menaruh kakiku di atas perutmu, biar aku malu, begitu kan? hah akalmu sungguh licik." ucap Vera membuat Alfa membulatkan matanya.


"Hah? apa kamu sudah gila? ucap Alfa sungguh tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"Awas aku mau mandi," ucap Vera.


"Ini kamarku sialan! dan kenapa kamu bisa ada disini? ucap kesal Alfa.


"Apa kamu punya hati sialan? aku bahkan sangat kedinginan tidur disana, badanku tidak bisa mengambil posisi yang enak untuk tidur, lagian aku sudah menaruh guling di tengah," ucap Vera membuat Alfa menjambak rambutnya kesal.


"Dasar stres.!" ucap Vera dan pergi begitu saja.


"Veraaaaa...! teriak kesal Alfa.


"Apa kamu sangat menyukai namaku,?" ucap Vera tanpa menoleh sedikitpun ke arahnya.

__ADS_1


TOK


TOK


TOK


Suara ketukan pintu membuat Alfa segera bangkit dari tempat tidur, berjalan dengan wajah yang masih sangat kesal, Alfa membuka pintu dan melihat Bagas yang berdiri dengan senyuman kikuk bersama Ayu yang juga cengengesan melihatnya.


"Apa?" ucap Alfa dengan suara kesal.


"Santai Kak, kami cuma mau tau kondisi kakak," ucap Bagas dengan mata yang sedang mencari-cari kedalam kamar Alfa.


Alfa dengan cepat menarik tangan Bagas masuk kedalam dan segera menutupnya, Ayu hanya bisa terdiam didepan pintu. Bagas terlihat sangat pucat saat dirinya sudah berada didalam kamar.


"Kak Alfa...!" teriak Vera dari dalam kamar mandi.


"KAK ALFAAAA....!" teriaknya lagi membuat Alfa sangat kesal dan menarik Bagas lagi ikut dengannya.


"Kak, kenapa aku harus ikut kak, lepaskan kak." ucap Bagas sangat panik.


"Kak Alfaa...!" teriak lagi Vera.


"APAAAAAA...!" teriak balik Alfa yang sudah didepan pintu kamar mandi dengan sangat kesal.

__ADS_1


"Astaga Kak," ucap Bagas kaget.


"Ambilkan handuk,!" pinta Vera membuat Alfa meninju tembok dengan sangat kesal,nBagas yang melihatnya sungguh seperti berada antara hidup dan mati.


"Ambil sendiri!" ucap Alfa kesal.


"Bagaimana aku mengambilnya, aku sudah tidak pakai baju, apa kamu mau aku keluar telanjang, apa kamu yakin dirimu tidak akan nafsu\=, dan apa....." ucapan Vera terpotong oleh Alfa sedangkan Bagas sudah keringat dingin mendengar semua itu, dirinya bahkan sudah berfikian negatif.


"Apa-apaan ini, apa tidak ada pembahasan yang lain," gumam Bagas.


"Diam, aku akan mengambilnya," ucap Alfa dengan suara pasrah.


"Cepat ambilkan, dan keluar dari sini," ucap Alfa membuat Bagas mengangguk dengan cepat beberapa kali.


Bagas degan cepat melempar handuk ke wajah Alfa dan berlari keluar dengan nafas yang sudah tidak beraturan. Ayu ternyata masih setia didepan pintu menunggu, menunggu Bagas yang akan menghilangkan rasa keponya.


"Bagas, apa yang terjadi, didalam?" tanya Ayu sangat penasaran.


"Sebaiknya aku tidak memberitahu mu Yu, kita hanya akan menunggu keponakan saja dari kak Alfa." ucap Bagas membuat Ayu terlihat sangat senang.


"Yes. kamu tidak bohong kan,?" tanya Ayu auntusias dan mendapat gelengan kepala dari Bagas.


"Aku akan pulang ke rumahku, aku tidak mau disini lagi," ucap Bagas langsung pergi berlari begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2