
"Buktinya, Nona Elena sudah menikah dengan putramu tuan Adhitama," ucap Asisten Leo, semua orang sangat kaget dan bingung mendengar ucapan Asisten tersebut.
Mengerti dengan wajah dan pandangan mereka, Asisten Leo langsung menunjuk ke arah Alfi.
"Bunda, Daddy ternyata sangat menyeramkan jika marah, kenapa Bunda tidak mengatakan nya padaku,. Alfi akan habis hari ini" gumam Alfi.
Semua orang menatap Alfi dengan wajah sangat syok terutama Daddynya, dia belum bisa percaya ini, bahkan dirinya tidak tau apa-apa, dia hanya tau jika putranya itu masih belum menikah dan belum mempunyai pasangan, bahkan Alfi dan Elena hanya berteman seperti biasa saja, bahkan Elena menaruh hatinya bukan pada Alfi, begitupun dengan Alfi yang hanya menaruh hatinya pada Vera.
"Leo, jangan bercanda" ucap Rei ingin mencairkan suasana yang hening.
semakin lama ruangan tersebut seperti semakin panas, Alfi seperti menghadapi ujian hidup dan matinya.
__ADS_1
"Aku tidak bercanda, mereka baru menikah sebelum tuan dan Nyonya meninggal, saat sudah menikah Tuan dan Nyonya pergi begitu saja, mereka seperti sudah sangat bahagia karena bisa menikahkan putrinya lebih dulu sebelum pergi untuk selamanya" ucap Leo menghapus air matanya yang terjatuh begitu saja.
Aidil tidak bisa berkata apa-apa, dirinya seperti patung yang duduk menatap kosong, Aidil masih mencerna semua ini, merasa jika semua ini hanyalah mimpi yang tak pernah ia inginkan, dia dan istrinya selalu berjanji dulu jika kelak putranya sudah dewasa dan menikah, mereka harus mendampingi mereka, tidak akan pergi sebelum saatnya tiba.
"Dimana Elena?" tanya Kevin.
"Nona mudah seperti nya masih mengurung diri di kamar, dirinya begitu sedih kehilangan kedua orangtuanya," ucap Leo.
"Siapa yang menabrak mereka? apa pelakunya sudah ada di tangan kalian?" tanya Rei membuat Alfi gemetar hebat.
"Maaf, saya tidak bisa ceritakan hal ini, saya sudah di minta untuk menutup mulut oleh tuan saya sebelum meninggal" ucap Leo.
__ADS_1
"Apa kamu sudah gila, cepatlah beritahu padaku, kamu menganggap ku siapa? bagaimana bisa aku membiarkan orang yang sudah membuat mereka meninggal lepas begitu saja, apa kamu ingat aku Leo? aku adalah sahabat Tuhanmu," ucap Rei dengan nada emosi.
Alfi semakin gemetaran mendengar suara emosi Unclenya, dirinya merasa sedang melalui jembatan kecil yang dibawanya ada jurang yang dipenuhi oleh batu lancip yang amat tinggi.
"Kalian akan mengetahuinya, bukan aku yang akan menjawabnya, nanti kalian akan tahu sendiri" ucap Leo.
"Maksud mu apa? dan bagaimana bisa tuanmu berbicara seperti itu padamu, menyembunyikan orang yang menabraknya,?" ucap Rei lagi.
"Alfi yang....." ucapan Alfi terpotong oleh Leo.
"Dia sudah dibunuh oleh orangku," potong Leo dan menatap Alfi dengan tatapan untuk tetap diam, tidak memberitahu siapa-siapa apa yang telah terjadi.
__ADS_1
Leo sudah lebih dulu diberitahukan oleh majikannya, saat orang-orang bertanya, siapapun itu, jika membahas kecelakaan ini jangan menceritakan kesiapapun, baik itu Elena, kamu jangan sampai membocorkannya, dan Ayah Elena juga memohon padanya agar menyuruh Alfi tutup mulut, jika dirinya sudah mempunyai Anak bersama Elena barulah Alfi melakukan apa yang ia mau, menceritakan atau tidak, itu terserah pada Alfi, alasannya Ayah Elena karena dia yakin jika putrinya itu pasti akan sangat membenci Alfi sampai kapanpun jika mengetahui nya dengan cepat, Jika sudah saling mencintai dan mempunyai anak Elena akan marah tapi tidak sampai lama-lama, Ayah Elena juga menyarankan padanya untuk menyuruh Alfi lebih baik menceritakannya saat mereka mempunyai Anak daripada membawa kebohongan ini padanya.