Jodoh Twins Yang Tertukar

Jodoh Twins Yang Tertukar
Virus


__ADS_3

Bagas menatap Vera, Vera yang melihatnya menelan salivanya kasar.


"Bagas, pliss..! jangan aneh-aneh, Bagas plisssss..." gumam Vera menatap Bagas dengan mata memohon.


"Apa kabar Kak Vera,?" sapa Bagas dengan senyuman jail. Vera yang melihatnya ingin sekali berlari kabur menghindari kadal yang sangat licik itu.


"Baik, Gas, kapan kamu ke rumah lagi, udah lama sekali kalian libur," ucap Vera mengalihkan pembicaraan Bagas.


"Ayu kan selalu belajar Kak," saut Ayu.


"Kak Vera, Bagas akan kesana jika Kak Vera sudah pulang dari sini, dan ngomong-ngomong nih Kakak iparku, apa Kak Vera gak hamil,?" tanya Bagas membuat Vera sangat merasa malu.


Semua mata menatap Vera dan Alfa, Alfa hanya pura-pura menoleh ke arah lain, sedangkan Vera sudah kepanasan sangat malu, dia menatap Alfa yang pura-pura mengalihkan pandangannya membuat dirinya sungguh sangat kesal.


"Padahal Kak Alfa duluan yang anu," ucap Bagas sambil cengar-cengir.


"Bagas, pulang sana! Om bawa anakmu ini pulang," ucap Alfa sudah tak sanggup menahan malu.


"Bagas, sopan sedikit!" ucap Ibunya dengan nada tegas, melotot ke arah putranya tersebut.


"Kemana Aunty Siska, kenapa bukan Aunty yang jadi dokter Bunda dan Kakak Ipar,?" ucap Bagas lagi.


Belum sempat ada yang menjawab, pintu terbuka dan terlihat Dokter Siska dan Suaminya yang datang.

__ADS_1


"Panjang umur," ucap Bagas.


"Kamu kenapa Yuli,?" tanya Siska dengan wajah panik.


"Astaga, Menantuku juga kenapa,?" lanjut Siska dengan wajah penuh kecemasan.


"Kenapa tanya pasien dok? kan Aunty yang dokter," saut Bagas membuat Siska menatapnya.


"Bagas, sini kau,!" ucap Ibunya sangat kesal.


"Maaf Bun, Bagas akan diam," saut Bagas.


"Apa kalian terkena virus sampai masuk rumah sakit barengan,?" ucap Siska memeriksa suhu tubuh Yuli.


"Hah,?" ucap Siska sangat kaget.


"Virus yang buat perut gembung wuahahaha," ucap Bagas dan mendapat jeweran dari Ibunya.


"Pulang sana,!" ucap Ibunya sangat marah.


"Bu, maaf, Bagas hanya bercanda," ucap Bagas menundukkan kepalanya.


"Bercanda, bercanda! gak lucu! sekali lagi kamu kurang ajar, Ibu akan tarik semua kapasitas yang Ayah dan Ibu berikan,!" ucap Ibunya tegas dan di angguki oleh Bagas.

__ADS_1


"Kamu hamil,?" tanya Kevin dan di angguki oleh Yuli.


"Menantu juga,?" tanya lagi Kevin dan di angguki oleh mereka semua.


"Wah wah, sangat bahagia sekali hari ini, selamat yah," ucap Kevin pada ponakannya tersebut.


Sedari tadi Elena diam, masih tidak percaya dengan semua ini, dia menatap Alfi yang juga menatapnya dengan senyuman manis.


Alfi mendekat dan mengelus rambut Istrinya lembut.


"Istirahat yang banyak, jangan sampai kelelahan," bisik Alfi dan di angguki oleh Elena.


"Soswit!" ucap Ayu memeluk Alfa.


"Daddy, kenapa berdiri saja disini! seperti Kak Alfi dong," ucap Ayu membuat mereka semua tertawa renyah.


"Oma akan sangat senang mendengar kabar ini," ucap Siska.


"Alfi, kau sudah tau kan, apa yang harus kamu larang dan tidak sebagai suami dan juga sarjana Dokter,?" tanya Siska dan di angguki oleh Alfi.


"Baiklah, kamu rawat istri mu baik-baik, jaga kandungannya, dan Nak Elena jangan sampai terlalu kelelahan kamu harus memperbanyak istirahat, apalagi kandungan mu masih sangat muda," ucap Siska dan di angguki oleh Elena.


"Dan kau Alfa segera lah menyusul," ucap Siska.

__ADS_1


"Hahaha si cicak ternyata kalah sama adiknya," ucap Bimo tertawa melihat wajah Alfa.


__ADS_2