Jodoh Twins Yang Tertukar

Jodoh Twins Yang Tertukar
Oma sadar


__ADS_3

Singkat cerita Oma sudah sadar dari koma yang cukup panjang, Oma menatap Alfa yang terlihat memeluknya dengan air mata yang berlinang disana.


"Kenapa kamu tumpahkan air matamu cucuku, Oma tau kamu orang yang tidak pernah menangis di depan orang, baik itu Bundamu sendiri," ucap Oma yang semakin membuat Alfa tak sanggup menahan air matanya.


"Mami, kami akan membawa Oma keluar negeri untuk pengobatan, di sini masih sangat kurang di bandingkan luar negeri," ucap Kevin.


"Tidak, Oma akan disini saja menunggu kematian ku, walaupun kalian membawaku ke tempat yang sangat canggih, ajal pasti akan menjemput, Oma hanya bisa bertahan tidak lama lagi," ucap Oma membuat Alfa menatapnya.


"Jangan mengatakan hal mengerikan seperti itu Oma," ucap Alfa membuat Mami Yani hanya tersenyum tipis.


"Alfa sudah sedia untuk menikah, jadi jangan bicara hal seperti itu lagi," ucap Alfa membuat Oma menatapnya dengan ekspresi kaget, air matanya menetes seperti sangat bahagia.


"Lakukan pernikahanmu dua hari lagi," ucap Oma membuat semua yang ada disana sangat kaget.


"Mami, jangan bercanda, ini sangat mendadak," ucap Kevin.


"Yuli apa kamu terima jika anakmu menikah,)" tanya Mami Karla dan hanya di angguki oleh Yuli.


"Jadi menikahlah sesuai ucapan Oma, Oma tidak bisa menunggu lebih dari itu, Oma akan istirahat sampai besok dan lusa bisa pulang untuk melihat cucuku menikah," ucap Oma.


"Siapa pilihan kamu sayang,?" tanya Oma.


"Elena Mami," saut Siska dan hanya di angguki oleh Oma.

__ADS_1


"Tapi Mami, Mami tidak bisa jika masih dalam kondisi seperti ini, Mami baru sadar dari koma, tidak mungkin untuk menghadirinya, bagaimana jika di lakukan di rumah sakit,?" ucap Aidil.


"Tidak akan terjadi, tidak akan terjadi pernikahan di rumah sakit, Mami mau pernikahan nya di rumah Oma, dimana Kalian di besarkan," ucap Oma membuat mereka terdiam, mereka tau sekeras apapun mereka melarang Mami Yani tidak akan pernah menurut.


Alfi dengan sangat buru-buru berlari ke mobilnya, dia sungguh sangat pusing apa yang terjadi di Amerika sana, dia harus melakukan penerbangan kesana.


Alfi menelfon Bundanya, meminta izin sebelum pergi, dia sudah bersiap untuk penerbangan.


"Bunda, Alfi akan ke Amrik," ucap Alfi langsung pada intinya.


"Kamu ngapain lagi kesana Nak, Kakakmu akan menikah 2 hari lagi," ucap Yuli.


"Alfi akan pulang sebelum pernikahannya, ini hal yang sangat penting," ucap Alfi.


"2 mobilku di tilang polisi disana, dan hanya Alfi yang harus mengambilnya, jika tidak mobil kesayangan ku akan sia-sia disita oleh mereka," ucap Alfi.


"Kenapa bisa,?" tanya Yuli


"Temanku memakai, dan di tilang entah kenapa, Alfi tidak ingin jika di sita oleh mereka, itu hadiah dari Oma, dan yang satunya hadiah ulang tahunku dari Daddy" ucap Alfi.


"Tapi...," ucapan Yuli terpotong oleh Alfi.


"Bunda, Alfi janji akan pulang sebelum pernikahan itu, Alfi hanya akan kesana sebentar, Alfi juga sudah di pesawat dan sebentar lagi akan terbang," ucap Alfi membuat Yuli tidak bisa lagi berkata apa-apa, dia sungguh dibuat stres oleh putranya tersebut.

__ADS_1


"Alfi tutup ya Bun, sudah mau lepas landas," ucap Alfi.


"Hati-hati" ucap Bundanya dengan suara pelan.


Alfa dan Elena hari ini harus pergi untuk memilih gaun untuk pernikahan dan juga cincin mereka, namun Elena tidak ingin jika hanya mereka berdua yang pergi, dia meminta sahabat nya Vera untuk ikut, Alfa pun hanya bersikap biasa aja dan tidak mengatur-atur nya sama sekali.


Mereka memasuki butik, Alfa hanya diam dan menari kursi untuk duduk, Elena menatap Vera meminta bantuan, Vera pun hanya menganggukkan kepalanya.


"Kak Alfa, Apa kak Alfa tidak ingin membantu Elena untuk memilih Gaun,?" tanya Vera.


"Bantulah dia," saut Alfa dengan nada suara dingin.


Vera ingin menyauti namun Elena langsung menarik tangannya.


"Kamu saja yang membantu ku, Kak Alfa banyak pikiran," ucap Elena.


"Tapi aku juga tidak paham hal seperti ini" saut Elena.


"Ada yang perlu kamu bantu Nona,?" tanya karyawan disana.


"Owh, saya mau mencari gaun untuk pernikahan," ucap Elena dan di angguki olehnya dengan ramah.


"Ayo ikutlah dengan saya," ucapnya.

__ADS_1


Ini Gaun yang paling bagus di butik kami, ada banyak pilihan disini, jadi silahkan pilih yang menurut Nona bagus, dan cocok" ucapnya dan di angguki lelah mereka berdua.


__ADS_2