
Xiao Yuan mengetuk meja dengan jarinya dan berkata dengan cemas, "Paman... bisakah kau rahasiakan ini dari Keluargaku, maksudku tentang kekuatanku yang sebenarnya !"
"Apa maksudmu... kenapa kau harus menyembunyikan hal baik ini dari mereka, jika kau bisa mendapatkan dukungan mereka maka Kultivasimu mungkin bisa tumbuh lebih cepat. Terlebih apakah kau tidak ingin menjadi Patriak Keluarga Xiao ?" Ling Que sedikit terkejut dengan hal ini dan mencoba untuk meyakinkan Xiao Yuan.
"Ketiga Saudara lainya sangat baik kepadaku... walaupun mereka bertiga tidak memiliki hubungan yang baik dan memperebutkan Kursi Patriak, mereka tetap memperlakukan diriku sebagai Saudara yang baik."
Xiao Yuan melanjutkan, "Terlebih aku hanya mengincar puncak Kekuatan dan menjadi Patriak hanya akan menghalangi jalanku. Aku masih ingin berpetualang dan melihat Dunia, karena itulah aku tidak ingin menjadi Patriak Keluarga Xiao."
Xiao Yuan sejak awal memang tidak tertarik menjadi Patriak, namun dia mencoba meyakinkan Ling Que agar tidak membuka mulutnya tentang masalah ini. Tentu saja dia akan jujur kepada Ayah dan Ibunya tentang hal ini, Xiao Yuan cukup yakin bahwa mereka tidak akan menentang keinginannya.
Terlebih Xiao Yuan tidak ingin memulai pertikaian dengan ketiga Saudaranya dan sejak awal sikap para Tetua Keluarga Xiao sudah tidak menyenangkan.
"Kalau begitu Paman hanya bisa menghargai keputusanmu." Ling Que tidak berniat ikut campur dan bisa sedikit menebaknya.
Ada satu kejadian buruk dimana Ling Que melihat Xiao Yuan kecil dan ketidakberdayaannya. Xiao Rong dan Istrinya sangat menyayangi Xiao Yuan lebih dari hidupnya terlepas seberapa buruk bakatnya.
Dulu sewaktu dia berkunjung disana Ling Que melihat adegan yang sedikit tidak menyenangkan untuk dilihat. Xiao Yuan kecil melihat Ayahnya berlutut demi dirinya dan membuatnya sangat sedih, Xiao Rong meminta Pil Roh Tingkat Penciptaan dan akses Kolam Revitalis demi menyembuhkan Dantian Xiao Yuan.
Walaupun harapannya kecil namun selama ada kemungkinan untuk menyembuhkan Putranya, Xiao Rong tidak akan ragu untuk melakukan apapun.
Namun bukan hanya mendapatkan penolakan dan hinaan, sifat Xiao Rong yang keras kepala membuatnya dikenakan hukuman sebulan sebagai tahanan rumah dan hal ini terjadi didepan mata Xiao Yuan kecil.
Bahkan jika itu dirinya maka Ling Que tidak akan pernah mau mengakui hal itu, kemungkinan Xiao Yuan masih mendendam hal ini dan biarkan mereka mengurus masalahnya sendiri.
Ling Que mengeluarkan sebuah Token dan memberikannya kepada Xiao Yuan, "Ini adalah Token untuk mengaktifkan Array Pemindahan, kau hanya perlu menghancurkannya dan secara otomatis kau akan dikirim ke Kota yang dekat dengan rumahmu."
"Ini pasti tidak murah... berapa harga yang Paman keluarkan untuk membelinya, aku akan menggantinya !" Xiao Yuan berpikir kalau Token Pemindahan ini pasti bukan sesuatu yang murah.
Walaupun dia dikirim didekat perbatasan saja itu sudah cukup, namun lokasinya didekat Kota yang diatur Keluarganya dan setidaknya ini berharga jutaan Batu Roh.
"Harga bukanlah sebuah masalah... terlebih Keluarga Feng sudah hancur ditanganmu, aku bisa menggunakan Sumber Daya Batu Roh yang mereka kumpulkan untuk membelinya. Seharusnya ini tidak akan jadi masalah untuk kami karena kau yang menghancurkan mereka." Kata Ling Que dengan jujur.
Xiao Yuan mengepalkan tinjunya dan berterimakasih dengan tulus, ini akan memudahkannya dan Xiao Yuan tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk pergi ketempat orang tuanya.
"Segeralah berangkat dan jika kau senggang mampirlah kemari. Katakan pada Ayahmu kalau aku meminta maaf karena masalah ini !" Ling Que berkata dengan jujur.
__ADS_1
"Baik." Xiao Yuan keluar bersama Ling Que dan berpamitan dengan yang lainya.
Bagaimanapun juga dia harus memberikan sedikit wajah karena Keluarga Ling adalah kerabatnya, Ling San sendiri hanya memiliki ekspresi yang datar dan sedikit menyesal karena melepaskan Pria yang sangat baik.
Xiao Yuan berdiri dihalaman dan melihat kearah semua orang, "Terimakasih atas keramahan kalian, Anak ini akan berkunjung lagi dimasa depan !"
Xiao Yuan menyuntikkan Qi kedalam Token dan tiba-tiba sebuah lingkaran cahaya muncul dibawah kakinya. Sosok Xiao Yuan menghilang dari mata semua orang dan Ling Que memerintahkan semua orang untuk bubar.
Tugasnya sekarang sudah selesai dan sisanya dia hanya perlu mengatur semua orang, Keluarga Feng sudah hancur dan sudah waktunya untuk menunjukan taring mereka.
Keluarga Ling sudah mendapatkan kesempatan besar yang diberikan Xiao Yuan, sudah waktunya mereka untuk kembali menguasai Kota Pelabuhan dan menjadikan diri mereka sebagai Tuan Kota.
Xiao Yuan muncul dipusat Kota dan lebih tepatnya dalam sekejap dia dipindahkan ke Menara Pemindahan. Kepalanya mulai terasa sakit dan mungkin ini adalah efek samping karena melakukan perjalanan secara instan.
Perlahan dia duduk dipojokan dan mulai menstabilkan dirinya, dia bukan satu-satunya orang yang berada di Menara Pemindahan. Selain beberapa Penjaga yang ditugaskan menjaga tempat itu, masih banyak orang yang menggunakan Token Pemindahan seperti dirinya.
"Huh... Bocah lemah dari Benua Tianxuan, bahkan dia tidak memiliki basis Kultivasi dan berniat datang ke Benua Zien dengan santai. Sepertinya akan ada Mayat yang tergeletak ditengah Kota nanti !" Penjaga itu memperhatikan Xiao Yuan dan tidak bisa menahan untuk menghina.
Xiao Yuan mendengar hal ini dan merasa tidak senang dengan Penjaga itu, namun dia meredam amarahnya dan tidak bertindak dengan gegabah.
Xiao Yuan perlahan membuka matanya dan berjalan kearah Penjaga itu, melihat Xiao Yuan Penjaga itu berpikir kalau Xiao Yuan tersinggung dengan perkataanya.
"Ada apa Bocah kecil... apakah kau marah denganku dan ingin memukulku ?" Kata Penjaga itu dengan santai dan tersenyum merendahkan.
"Kau salah paham... bisakah kau menyiapkan kereta dan membawaku ke Mansion Keluarga Xiao ?" Kata Xiao Yuan dengan santai.
"Pftt... Penguasa Kota tidak akan menerima orang sepertimu dan apa-apaan dengan sikapmu itu, jika kau pergi takutnya sebelum masuk kau akan ditendang oleh Penjaga didepan pintu !" Kata Penjaga itu dengan sedikit mengejek.
"Namaku adalah Xiao Yuan dan apakah kau pikir Ayah dan Ibuku akan menendangku keluar setelah lama tidak bertemu dengan Anaknya !" Kata Xiao Yuan dengan dingin.
Tiba-tiba wajah Penjaga itu berubah menjadi pucat ketika Xiao Yuan memperkenalkan dirinya dengan keras. Bahkan semua orang disekitarnya cukup terkejut dan semua mata tertuju kepada Xiao Yuan.
"Marga Xiao... Anak dari Tuan Kota Xiao Rong !" Teriak Penjaga itu dengan panik.
Semua mengenal sosok Xiao Yuan dan namanya cukup terkenal dikalangan banyak orang. Keluarga Xiao Rong memiliki seorang Anak tunggal bernama Xiao Yuan, namun Anak itu mendapatkan sedikit kemalangan dan tidak dapat berkultivasi karena Dantian yang cacat.
__ADS_1
Namun dia menjadi Anak yang paling disayang oleh Ayah, Ibu dan Kakeknya. Penjaga itu sedikit gemetar ketakutan karena nama besar Xiao Yuan, segera dia membenturkan kepalanya ditanah dan berlutut.
"Tolong ampuni hidup saya Tuan Muda... sampah ini benar-benar buta karena tidak mengenali identitas Tuan Muda !" Kata Penjaga yang terlihat menyedihkan.
Xiao Yuan berjongkok dan berkata, "Apakah kau tidak mendengar perkataanku sebelumnya. Apakah kau bisa menyiapkan kereta dan mengantarku kembali, aku sudah lama berada di Benua Tianxuan dan terlalu banyak hal yang berubah disini. Jadi apa kau bisa melakukan hal kecil ini !"
"Tentu... Tuan Muda bisa menunggu sebentar dan saya akan menyiapkan Kereta dalam waktu 15 menit." Penjaga itu memberi hormat dan bergegas pergi.
Xiao Yuan tidak terlalu ingin menindas orang lemah seperti itu, bukan sifatnya untuk menindas orang yang lemah. Selama tidak ada niat membunuh yang ditujukan padanya, maka Xiao Yuan juga tidak akan bertindak berlebihan.
Setelah beberapa waktu akhirnya Penjaga itu membawa Kereta yang ditarik oleh dua ekor Beast Tingkat Penempaan Tulang.
"Tuan Muda Xiao... silahkan masuk dan kusir akan mengantar Anda menuju kediaman Tuan Kota !" Kata Penjaga itu dengan ramah.
"Hum... terimakasih." Xiao Yuan berjalan masuk kedalam kereta dan kusir mulai menjalankannya.
Penjaga itu memperhatikan kepergian Xiao Yuan dan merasa tenang. Seolah Pisau yang berada dilehernya sudah berhasil disingkirkan, untungnya Xiao Yuan sama sekali tidak menganggap keberadaanya dan tidak terlalu peduli.
Kota ini sangat ramai dan terlihat sangat bagus, jika dibandingkan dengan Benua Tianxuan yang kecil. Benua Zien jauh lebih besar dan luas, Aura Dunia yang ada disini jauh lebih padat sehingga banyak Kultivator Tingkat Langit yang terlahir.
Ayah Xiao Yuan adalah seorang Tuan Kota yang diberikan tanggung jawab untuk mengelola Wilayah Keluarga Xiao. Bukan hanya dia kedua Saudaranya juga melakukan hal yang sama dan hanya Patriak Keluarga Xiao yang berada di Ibukota Pusat.
Benua Zien memiliki tiga Kultivator Tingkat Origin dalam masing-masing Keluarga. Kedua Keluarga lainya hanya memiliki Kultivator Tingkat Origin Lapisan pertama dan Keluarga Xiao yaitu Kakeknya berada di Tingkat Origin Lapisan kedua.
Karena itulah Keluarga Xiao disebut sebagai yang tertinggi dan Pemimpin dari ketiga Keluarga. Jadi hanya dengan nama Keluarga Xiao dapat membuat semua orang yang ada di Benua Zien ketakutan.
"Hah... aku cukup penasaran dengan keadaan ketiga Saudaraku dan pencapaian Kultivasi mereka yang sekarang !" Xiao Yuan berbaring ditempat tidurnya.
Sebelum penerus Patriak diumumkan maka dia harus menahan diri untuk tidak menunjukan kemampuannya. Terlebih dia tidak ingin merusak hubungan baik dengan ketiga Saudaranya yang dari dulu sangat mengasihinya.
Namun Xiao Yuan dapat menebak setidaknya Kultivasi mereka seimbang yaitu Tingkat Langit Lapisan ketiga. Bahkan mungkin dirinya lebih baik karena sudah sepenuhnya membentuk Laut Kesadaran Ilahi miliknya.
Laut Kesadaran Ilahi bisa terbentuk karena Kekuatan Jiwa yang tinggi. Bahkan untuk sekelas Keluarga Xiao metode latihan Jiwa itu masih sangat kasar dan sulit, oleh karena itulah Kultivator Tingkat Langit akan terjebak dilapisan ketiga untuk waktu yang lama.
Xiao Yuan memerintahkan Kusir untuk menjalankan kereta dengan santai, walaupun Kota banyak suara bising ditelingannya namun Xiao Yuan berusaha menikmati suasana Kota.
__ADS_1
Sejujurnya dia sangat gugup untuk bertemu dengan orang tuanya setelah tidak kembali untuk waktu yang lama. Bagaimanapun juga mereka adalah orang tuanya dan sebagai Anak mereka tidak ada alasan untuk menghindarinya.