
Dua hari sudah berlalu dan Tao Lingwan terlihat sangat lelah, Xiao Yuan memegang perutnya yang halus dan terlihat sangat puas dengan kerja kerasnya.
"Aku sudah mencapai batasku... sudah lama kita tidak melakukannya dan kau sangat kasar, lebih dari ini aku tidak yakin akan baik-baik saja !" Kata Tao Lingwan yang terbaring lemas disamping Xiao Yuan.
"Yah... aku terlalu bersemangat karena menahannya untuk waktu yang lama." Xiao Yuan berkata dengan santai.
"Memuaskanmu itu sulit." Tao Lingwan berkata dengan kesal.
Xiao Yuan sendiri juga bingung dengan dirinya sendiri, semakin Kultivasinya tumbuh maka semakin meluap hasratnya ketika berhubungan dengan Tao Lingwan. Xiao Yuan tidak tahu apakah ini efek dari Teknik Kultivasi Pemurnian Yin Yang atau karena nafsunya sendiri yang sangat besar.
Namun dia sama sekali tidak mempermasalahkan hal ini. Mereka adalah pasangan yang saling mencintai dan tidak ada yang dirugikan, jadi tidak masalah mereka bercinta ketika mereka memang menginginkannya.
"Xiao Yuan... buka penghalang ini dan biarkan kami masuk !" Teriak seseorang dari luar penghalang dengan keras.
Diluar terlihat Chang Sheng bersama dengan Jia Yie berkunjung, kabar dari kematian Huang Wuji dan Leluhur Bulan ditangan Xiao Yuan menggemparkan Sekte Bulan Cerah. Terlebih sekarang Xiao Yuan memiliki kendali penuh Pulau Melayang Bulan, setidaknya mereka ingin memeriksa Xiao Yuan yang sekarang.
Xiao Yuan bergegas mengenakkan bajunya dan Tao Lingwan merapikan dirinya sendiri, segera dia membuka penghalang dan pergi kehalaman miliknya.
__ADS_1
Jia Yie dengan cepat masuk kedalam dan sampainya dihalaman dia melihat keadaan Xiao Yuan yang baik-baik saja. Melihat Tao Lingwan disampingnya membuat Jia Yie menjadi sedikit iri, namun dia juga sudah berbicara dengan Tao Lingwan secara pribadi dan tidak ada kecanggungan diantara mereka.
Xiao Yuan tersenyum dan berkata, "Sepertinya kekuatanmu sudah tumbuh dengan cepat, selamat karena menerobos Tingkat Primordial !"
"Kakak Xiao terlalu memuji... faktanya Kakak Xiao masih berada diatasku sangat jauh. Sulit untuk mengejar kalian berdua hanya dalam waktu yang singkat." Kata Jia Yie dengan santai.
"Waktu masih panjang dan kesempatan setiap orang berbeda-beda. Adik Jia Yie masih sangat muda dan jika kita berada diumur yang sama, aku takut kalau aku nantinya bukan lawanmu." Kata Tao Lingwan yang sedikit menghibur.
"Kakak Tao juga sangat hebat." Jia Yie merasa sangat senang dengan pujian yang diberikan Tao Lingwan.
Chang Sheng berjalan kearah mereka dan berkata dengan kesal, "Kau meninggalkanku dalam pertarungan melawan Huang Wuji, bagaimana aku bisa membalas dendam jika orang yang ingin aku balas sudah mati ?"
"Aku memiliki banyak pekerjaan... menunggumu selesai sama saja membuang waktu." Kata Chang Sheng dengan kesal.
Mereka berempat mengobrol beberapa hal dan menanyakan bagaimana cara Xiao Yuan menghadapi Huang Wuji dan Leluhur Bulan. Xiao Yuan tidak keberatan untuk menceritakannya kepada mereka, namun dia tetap membuat sedikit kebohongan dan menyembunyikan kebenaran tentang kematian Leluhur Bulan.
Setelah beberapa waktu Tao Lingwan memutuskan untuk kembali ke Pulau Melayang Bunga. Namun Chang Sheng juga diseret paksa olehnya untuk pergi dan memberikan kesempatan bagi mereka berdua untuk berbicara.
__ADS_1
Jia Yie terlihat bingung untuk memulai pembicaraan, sedangkan Xiao Yuan tahu niat dari Tao Lingwan.
Xiao Yuan menghela nafas dan berkata, "Apakah ada sesuatu yang ingin kau katakan ?"
Jia Yie menatap Xiao Yuan dengan sungguh-sungguh dan berkata, "Aku sudah menerobos Tingkat Primordial."
"Aku tahu... bukankah aku sudah mengucapkan selamat." Xiao Yuan berkata dengan santai.
"Bukan itu maksudku... aku... aku menyukai Kakak Xiao dan aku juga sudah berbicara dengan Kakak Tao Lingwan tentang hal ini dan dia tidak keberatan. Bisakah Kakak Xiao menjadikanku seperti Kakak Tao Lingwan ?" Tanya Jia Yie dengan ekspresi yang malu.
Xiao Yuan tersenyum dan tertawa dengan pengakuan Jia Yie yang terlihat lucu, namun Xiao Yuan sama sekali tidak membenci kemurnian dari gadis ini.
"Aku juga sangat menyukaimu tapi untuk saat ini aku tidak bisa menerimamu, kau adalah Putri dari Kaisar Bayangan Jiwa dan walaupun kau menyangkalnya kau tetap tidak bisa menyingkirkan asal usulmu. Setidaknya aku harus memiliki pencapaian yang dapat diakui oleh Kaisar Bayangan Jiwa." Kata Xiao Yuan dengan tegas.
"Apakah Kakak menolakku hanya karena aku Putri dari seorang Kaisar ?" Jia Yie bertanya dengan sedih dan air matanya serasa ingin tumpah.
Xiao Yuan perlahan mendekat dan mengusap wajahnya, "Seorang Ayah akan mengharapkan hal yang terbaik untuk Anaknya, terlebih jika Anaknya itu adalah seorang perempuan. Aku hanya ingin membuktikan kepada Ayahmu dan memberitahunya bahwa Anak Perempuannya akan aman dan bahagia disampingku. Tunggu sampai aku berhasil menang dalam Perang Virtual, saat itulah aku akan membuatmu menjadi Wanitaku."
__ADS_1
Jia Yie terlihat sangat senang dan memeluk Xiao Yuan dengan erat. Air matanya jatuh dan usahanya tidak berakhir dengan sia-sia.