
Setelah beberapa waktu mengobrol Tao Lingwan membawa masuk Xiao Yuan kedalam Istana, disana Xiao Yuan melihat desain setiap ruangan dan tidak bisa menahan kecemburuan.
Pulau Melayang memang sangat layak dengan reputasinya dan kaya dengan Aura, terlebih didalam Istana memiliki Aura yang jauh lebih padat.
"Bagaimana mungkin Aura diluar jauh lebih tipis dari didalam Istana milikmu !" Xiao Yuan berkata dengan penuh kekaguman.
Tao Lingwan tersenyum dan berkata, "Suami berasal dari Dunia yang lebih rendah dan mungkin tidak tahu, selain terdapat Array Pengumpul Aura didalam Istana terdapat Vena Bumi. Sayangnya ukurannya tidak terlalu besar dan hanya sekepal tangan, namun Vena Bumi ini sudah cukup mengeluarkan Aura yang sangat padat dan membuat tempat itu menjadi tempat yang sangat cocok untuk berkultivasi."
"Luar biasa... dimana aku bisa membeli Vena Bumi seperti ini, jika aku memiliki satu mungkin Dunia milikku juga akan menjadi tempat yang bagus dan aku tidak perlu pergi ke Menara Pelatihan ?" Tanya Xiao Yuan dengan penuh harap.
Tao Lingwan tertawa dan berkata, "Hehehe... Vena Bumi adalah hal yang langka, bahkan milikku ini hampir tidak ada yang memilikinya. Bahkan jika ada yang menjualnya mungkin harganya akan sebanding dengan penghasilan tahunan dari setiap Kota."
Xiao Yuan menggaruk kepalanya dan tidak menyangka bahwa Vena Bumi memiliki nilai yang sangat tinggi. Tao Lingwan membawa Xiao Yuan keruangan latihannya dan disana Aura yang sangat kuat menyembur dari dalam.
__ADS_1
Terlihat Batu hitam ditengah ruangan yang merupakan tempat Tao Lingwan bermeditasi, Xiao Yuan merasakan Fluktuasi Aura didalam Batu Hitam itu dan merasa kalau jauh lebih damai.
"Suami bisa menggunakannya dan aku akan menunggu diluar !" Tao Lingwan berjalan keluar.
Xiao Yuan menarik tangan Tao Lingwan dan menariknya kedalam pelukannya, "Apakah kau memiliki hal lain untuk dilakukan ?"
"Tidak ada... aku hanya tidak ingin mengganggu Suamiku berlatih. Aku tahu bahwa Suamiku sangat menginginkan Dunia Pasif itu dan waktunya hanya satu tahun sebelum Perang Virtual, kekuatanku tidak sehebat dirimu dan Suamiku harus mengandalkan dirinya sendiri." Kata Tao Lingwan dengan jujur.
Tao Lingwan tidak keberatan selama Xiao Yuan menginginkannya. Tangan mereka saling bersentuhan dan Aura mereka saling bertabrakan satu sama lain, Yin dan Yang Qi saling membaur menciptakan Gelombang yang saling menyempurnakan.
Xiao Yuan juga membagi Pil Roh Tingkat Saint yang baru-baru ini dia buat. Walaupun jumlahnya tidak banyak namun Pil Roh ini sangat membantu Kultivasi mereka.
Tao Lingwan juga memberikan pesan kepada Murid Puncak Bunga untuk tidak mengganggunya berlatih bersama Xiao Yuan. Saat ini Sekte Bulan Cerah menjadi sangat heboh, bukan hanya Xiao Yuan yang terang-terangan menantang Putra Dewa Yang Shen dan Huang Wuji.
__ADS_1
Namun apa yang menjadi pembicaraan hangat adalah hubungan Tao Lingwan dengan Xiao Yuan, Peri Bunga yang dikenal sebagai kecantikan nomer satu yang menjadi perebutan Putra Dewa saat ini memiliki seorang kekasih. Bahkan dia tidak segan menyebutnya sebagai seorang Suami.
Chang Sheng awalnya sudah menduga kalau sejak Tao Lingwan kembali ada yang salah dengannya, dia membuka cadarnya dan menunjukan wajahnya. Terlebih jika itu menyangkut Xiao Yuan maka Tao Lingwan akan menunjukan ekspresi yang hangat.
Tapi dia cukup terkejut dengan perkembangan yang cepat ini. Chang Sheng tahu bahwa Xiao Yuan adalah orang yang hebat dan sangat menjanjikan, tapi mengingat sifat Tao Lingwan seharusnya dia tidak akan tergoda dengan hal semacam itu.
Yang Shen bahkan terlihat sangat marah dan Aura membunuhnya meledak, sedangkan Huang Wuji juga merasakan hal yang sama. Xiao Yuan jelas ingin menampar wajah mereka berdua dengan keras, namun jika bukan karena informasi dari luar maka mereka akan menyetujui tantangan Xiao Yuan dan berurusan dengannya secara langsung.
San De mencoba menenangkan Huang Wuji dan memperingatkannya untuk tidak terpancing oleh provokasi yang dilakukan Xiao Yuan. Dalam sekali lihat dia sudah tahu kalau Huang Wuji bukan lawan dari Xiao Yuan, jadi mereka harus tetap tenang dan memikirkan situasinya dengan kepala dingin.
Huang Wuji mengerutkan keningnya dan berkata, "Bajingan itu sudah berlebihan dan ****** itu juga sudah mempermalukanku. Katakan padaku... jika aku bertarung dengannya maka siapa yang akan menang ?"
San De menghela nafas dan berkata, "Tetua yang berada di Lapisan ketiga dibuatnya berlutut ditanah tanpa mengeluarkan Bentuk Jiwanya, jika harus menilai maka Xiao Yuan ini jauh lebih unggul dari Tuan."
__ADS_1