
Xiao Yuan membawa Tian Du pergi ke Pulau Melayang Bunga dan Tao Lingwan menyapanya dengan hormat. Tian Du memang memiliki rumor yang buruk namun Tao Lingwan sama sekali tidak memperdulikannya karana dia adalah Master dari Suaminya.
"Gadis baik dan sangat cantik... kalian adalah pasangan yang sempurna. Aku yakin dimasa depan kalian akan bersinar sangat terang." Kata Tian Du dengan jujur.
"Terimakasih atas pujian yang Tetua Tian Du berikan." Tao Lingwan membungkuk dan memberi hormat.
"Yah... Sekte Bulan Cerah memang tidak melarang hubungan semacam ini, dimasa depan kalian akan saling bahu membahu dan memulai jalan yang sebenarnya. Sayang sekali Istriku sudah lama mati... jika tidak aku pasti memiliki Anak yang baik seperti kalian !" Kata Tian Du dengan santai.
"Master bisa menganggap Murid ini seperti Anaknya sendiri. Hubungan Guru dan Murid itu sangat sakral seperti hubungan Orang Tua dan Anak. Murid ini akan berusaha untuk memenuhi harapan Master." Kata Xiao Yuan dengan sungguh-sungguh.
Tian Du tersenyum dan entah mengapa hal ini sedikit menutup lubang didalam hatinya, namun dia sudah lama menganggap Xiao Yuan seperti Keluarganya sendiri dan tidak ada yang berubah.
"Tentu saja." Tian Du mengangguk dan berkata, "Aku akan pergi untuk beberapa waktu untuk mengurus beberapa hal, sisanya aku akan menyerahkan Puncak Harmonisasi dalam perawatanmu. Setelah kejadian ini mungkin akan banyak Murid yang mencoba untuk pindah, kau akan mewakiliku dan mengambil keputusan akhir !"
__ADS_1
"Memangnya kemana Master akan pergi dan berapa lama ?" Tanya Xiao Yuan dengan penasaran.
"Kau tidak perlu tahu... paling lama hanya dua tahun. Jangan ikuti kompetisi Murid Luar Sekte, kekuatanmu bukanlah sesuatu yang bisa meraka lawan." Kata Tian Du dengan serius.
"Murid ini mengerti." Xiao Yuan membungkuk dan memberi hormat.
Tian Du menganggukkan kepalanya dan segera pergi dari tempat itu. Tao Lingwan mengantarnya keluar dan Xiao Yuan merapikan dirinya, dia cukup penasaran dengan kepergian Tian Du namun orang dewasa memiliki tugasnya sendiri dan tidak mungkin baginya untuk ikut campur.
Setelah beberapa saat Tao Lingwan kembali dan terlihat sangat senang, Xiao Yuan bingung dengan hal ini dan bertanya, "Apa yang terjadi padamu ?"
Alasan sebenarnya adalah Tao Lingwan merasa senang karena perkataan Xiao Yuan yang mengumumkan kalau dia adalah Wanitanya. Terlebih dimasa depan Tao Lingwan sangat yakin kalau Huang Wuji ataupun Yang Shen akan berpikir dua kali untuk mengganggunya.
Xiao Yuan tersenyum dan menggelengkan kepalanya, "Sudahlah... aku akan berendam sebentar di Danau belakang Istanamu. Setelah pertarungan kecil ini tubuhku kotor, aku yakin kau tidak ingin dekat denganku !" Xiao Yuan segera pergi dan Tao Lingwan mengikutinya dibelakang.
__ADS_1
....
Disisi lain kekalahan Yang Shen menjadi berita hangat di Sekte Bulan Cerah. Kekalahan telak ini mengubah struktur Peringkat para Murid terkuat dan yang menjadi puncaknya bukanlah para Putra Dewa melainkan Murid biasa Xiao Yuan dari Puncak Harmonisasi.
Mungkin ini adalah pertama kali dalam sejarah bahwa Putra Dewa berhasil digeser dengan Murid biasa. Hal ini memacu semangat banyak orang yang merupakan Murid biasa, sekarang era para Putra Dewa sudah jatuh dan hal ini membuktikan bahwa selama mereka bisa berlatih dengan baik maka bukan sesuatu yang mustahil untuk berdiri setara dengan Putra Dewa.
Banyak para Murid yang berharap kalau Xiao Yuan akan membuat sebuah Fraksi miliknya sendiri, Xiao Yuan merupakan Murid terbaik saat ini dan banyak orang yang mengaguminya.
Jika mereka dapat mendapatkan arahan mungkin mereka memiliki banyak kesempatan untuk bertambah kuat dimasa depan. Namun tidak ada satupun dari mereka yang berani menanyakan hal ini langsung kepada Xiao Yuan.
Disisi lain di Kediaman Qing Zhu di Puncak Awan, seorang Wanita yang merupakan Temannya masuk kedalam kamar dan namanya adalah Wen Liu.
Wen Liu duduk dan berkata, "Qing Zhu... aku dengar kau sangat dekat dengan Kakak Xiao, tidak bisakah kau memperkenalkannya kepadaku ?"
__ADS_1
"Tidak bisa... dia bahkan tidak melirikku sama sekali dan kepercayaan diri macam apa yang kau miliki. Apakah kau tidak lihat dia memiliki Putra Dewa Tao Lingwan, kita hanya akan menjadi lumpur ditengah Bunga yang indah." Kata Qing Zhu dengan kesal.
Dirinya sudah meremehkan Xiao Yuan hanya karena bakatnya, walaupun dia tidak menyinggung secara langsung namun dia seharusnya tidak mengabaikannya. Sekarang ucapan pengawalnya terbukti benar dan sejak awal Xiao Yuan memang menyembunyikan basis Kultivasinya, dia harus mengakui bahwa penglihatannya waktu itu sangat buruk sampai tidak bisa menebak hal ini.