
Kuan Shou menundukkan kepalanya dan berkata, "Terimakasih atas sarannya tapi aku sangat sadar dengan batas kemampuanku. Disini terlalu banyak Kultivator yang sangat kuat, aku tidak akan mampu bersaing dengan mereka."
"Jangan terlalu merendahkan diri sendiri... setidaknya berdirilah untuk melihat Dunia. Kekuatan hanya bisa didapatkan dari mereka yang bekerja keras, Kultivator itu adalah keberadaan yang dapat mengguncang Surga. Lebih baik berusaha sebaik mungkin dan memiliki hati yang bersih." Kata Xiao Yuan dengan santai.
Kuan Shou hanya bisa menerima nasihat Xiao Yuan dan tersenyum pahit, dia hanya Kultivator Lapisan pertama dan tidak akan memiliki peluang untuk bersaing dengan Monster-Monster dipuncak.
Bahkan dia tidak yakin kalau ada Putra Dewa yang akan memenangkan Perang Virtual, namun jika itu Xiao Yuan maka terdapat sebuah pengecualian.
Kemampuannya sangat hebat dan dapat disejajarkan dengan Kultivator kuat di Tingkat Primordial. Yang Shen bukanlah lawannya dan Huang Wuji mati ditangan Xiao Yuan, terlebih penampilannya kali ini sangat bersinar dan menduduki peringkat pertama di Perang Virtual.
Xiao Yuan tersenyum dan berkata, "Apakah kau tahu dimana keberadaan Tao Lingwan dan Jia Yie sekarang ?"
Kuan Shou menggelengkan kepalanya dan berkata, "Aku sejak awal sendirian dan tidak bersama dengan yang lainya, seharusnya karena tempat awal berangkat kita sama maka kita dikirim secara acak."
Xiao Yuan sedikit kecewa dengan hal ini namun dia tidak terlalu mengkhawatirkan mereka berdua, Perang Virtual tidak memiliki resiko kematian dan ini adalah tempat yang bagus untuk mencari pengalaman pertarungan yang nyata.
__ADS_1
Xiao Yuan tidak terlalu berharap lebih kepada Jia Yie mengingat dia baru saja menerobos ke Tingkat Primordial. Namun Tao Lingwan sudah berada di Lapisan kedua dan hampir mencapai Lapisan ketiga, dia sangat kuat dan seharusnya dia bisa masuk keputaran kedua.
"Baiklah... kau bisa pergi kemanapun yang kau mau, aku tidak akan mengganggumu !" Xiao Yuan melambaikan tangannya dan tidak memiliki niat untuk menahan Kuan Shou lebih lama.
Kuan Shou mengangguk dan bergegas pergi dari tempat itu. Dirinya cukup bersyukur karena Xiao Yuan tidak menaruh dendam lama kepadanya, jadi dia tidak akan mengganggu satu sama lain dan bergegas pergi untuk mencari Yang Shen.
....
Waktu terus berlalu dan pertempuran yang dilakukan dimasing-masing tempat menjadi lebih Intens. Sudah sebulan sejak Perang Virtual dimulai dan Xiao Yuan masih berada di puncaknya.
Jia Yie sendiri sangat kesulitan dengan mendapatkan Poin yang cukup, kekuatannya masih sangat lemah dan beberapa kali dia harus berakhir ditangan seseorang.
Tao Lingwan dan Putra Dewa lainya hanya berada di Peringkat tiga ratusan, mereka memilih untuk bermain aman dan jika mereka menemukan musuh yang tidak bisa mereka lawan maka jalan satu-satunya adalah lari.
Mereka hanya mencari lawan yang sebanding dengan Kultivasi mereka atau dibawahnya untuk memanen Poin, namun dengan cara ini sudah cukup membuat mereka memiliki banyak Poin dan jika diberikan lebih banyak waktu maka bukanlah hal yang mustahil untuk lolos di putaran pertama.
__ADS_1
Chang Sheng, Tao Lingwan, Die Yao dan Su Ling berkumpul di Kota Aman. Mereka sedang memulihkan energi mereka dan sudah melewati pertarungan yang sangat panjang dan melelahkan.
Chang Sheng melihat kearah Monumen Peringkat dan mengerutkan keningnya, "Tao Lingwan... sebenarnya seberapa hebat kemampuan dari Priamu itu. Membunuh tiga ribu orang lebih, apakah ini masih disebut dengan normal ?"
Tao Lingwan mengangkat bahunya dan terlihat tidak peduli. Jika Chang Sheng melihat Xiao Yuan dan Pangeran Iblis bekerjasama waktu di Dunia Pasif, maka dia akan mendapatkan wawasan dari kengerian mereka berdua.
*Boom.*
Ledakan besar mulai terdengar dan tanah mulai berguncang hebat, diluar Kota Aman sebuah Bukit Es mulai terbentuk dan Aura Dingin disana terlihat sangat menakutkan.
Semua orang mulai tertarik dengan hal ini dan bergegas untuk melihatnya, seorang Gadis cantik dengan pakaian berwarna putih bersih dengan mahkota es yang indah duduk diatas Bukit Es.
Semua Pria yang melihat hal ini tidak bisa menahan kekaguman mereka, hanya ada satu hal yang ada dipikiran mereka saat ini yaitu Gadis ini adalah kecantikan yang murni dan tidak ada kecacatan sedikitpun.
Gadis itu adalah Lei Yun Ting dan matanya tertuju kearah Monumen Bakat, senyumnya yang indah mulai terpancar dan dia melihat nama Xiao Yuan yang berada di peringkat pertama.
__ADS_1
"Aku sudah melewati 2 Kota selama sebulan ini dan dimana dirimu berada, kenapa Surga mempersulit pertemuan kita." Kata Lei Yun Ting dengan pasrah.