
Pria itu membungkuk dan merasa tidak senang dengan hal ini, jelas bahwa dia Pria itu hanya mencari muka dan berniat mendapatkan nilai lebih didepan Tetua Sekte.
Xiao Yuan sendiri tidak ingin memperpanjang hal ini dan lebih baik untuk mengalah, Gadis disampingnya menarik lengan baju Xiao Yuan dan memasang wajah yang tidak senang.
"Mengapa kau meminta maaf... ini adalah salah mereka dan dirimu sama sekali tidak bersalah !" Kata Gadis itu dengan kesal.
"Hm.... siapa yang benar dan salah itu tidaklah penting. Terkadang kita harus mengalah demi keamanan diri sendiri, karena mereka sudah pergi kau sekarang bisa bebas." Xiao Yuan berkata dengan santai.
"Namaku adalah Jia Yie... siapa nama Kakak ?" Tanya Jia Yie dengan penasaran.
"Xiao Yuan... salam kenal untukmu." Xiao Yuan mengepalkan tinjunya dan memperkenalkan dirinya.
Jika diperhatikan lebih seksama Jia Yie ini memiliki kecantikan yang luar biasa, wajahnya yang lembut dan bentuk tubuhnya yang indah memancarkan daya tariknya tersendiri.
Tidak heran banyak Pria yang berusaha untuk mendekatinya, namun Xiao Yuan harus tetap menjaga kesopanannya mengingat terdapat orang kuat yang sedang mengawasi Jia Yie ini. Jika dia bersikap lancang sedikit saja maka nasibnya mungkin akan berakhir dengan buruk.
__ADS_1
"Aku akan masuk ke Puncak Awan... dimana Kakak Xiao akan melamar dan Fraksi Putra Dewa mana yang Kakak Xiao Yuan ingin bergabung ?" Tanya Jia Yie dengan penasaran.
"Aku berniat untuk bergabung dengan Puncak Harmonisasi, untuk masalah Fraksi aku tidak ingin bergabung dan fokus dengan latihan diri sendiri." Jawab Xiao Yuan dengan jujur.
"Kenapa... bukankah Kakak akan mendapatkan Sumber Daya dan perlindungan dari Putra Dewa, harusnya hal ini sangat berguna untukmu !" Kata Jia Yie dengan jujur.
Xiao Yuan tersenyum dan berkata, "Tidak ada alasan khusus mengapa aku tidak ingin masuk kedalam sebuah Fraksi, hanya saja harga diriku tidak bisa menerimanya."
"Ayolah... jangan menjadi pria yang rumit, aku sangat penasaran dengan hal ini !" Jia Yie menarik lengan baju Xiao Yuan dan terlihat sangat penasaran.
Jia Yie menggembungkan pipinya dan merasa kesal karena diabaikan. Namun dari semua orang dia merasa nyaman berbicara dengan Xiao Yuan, dia tidak seperti Pria kasar yang selalu mencari wajah didepannya atau Wanita yang selalu menjauhi dirinya.
"Kakak Xiao bagaimana jika dirimu menjadi orangku, aku bisa memberikan ini kepadamu !" Jia Yie mengeluarkan dua buah Pedang kembar yang merupakan sepasang Artifak Primordial dengan kualitas tinggi.
Semua mata tertuju kepada mereka dan air liur mulai tumpah, Xiao Yuan mengerutkan keningnya dan tidak tahu apa maksud Gadis ini sebenarnya.
__ADS_1
Jelas bahwa Bing membatu menekan Kultivasinya di Tingkat Origin Lapisan pertama, bahkan Kultivator Tingkat Saint tidak akan menyadari hal ini. Entah apa Gadis ini polos atau licik, dia dengan santai mengeluarkan Artifak yang berharga didepan mata semua orang jelas bahwa dia menginginkan peserta lain untuk merampoknya.
"Apakah ini masih kurang... aku bisa menambahkannya lagi !" Jia Yie berniat untuk mengeluarkan Artifak yang lain.
"Sudah cukup... kita baru saling mengenal dan aku tidak ingin menerima apapun. Aku lebih lemah dari Nona dan tidak cocok untuk peran seperti itu, lebih baik Nona mencari yang lainya dan mencari orang yang jauh lebih kuat." Kata Xiao Yuan dengan santai.
Jia Yie menggelengkan kepalanya dan berkata, "aku tidak butuh orang kuat karena aku memiliki banyak, aku akan melindungimu tapi kau harus menemaniku untuk berjalan-jalan dan berbicara. Aku cukup kesepian karena tidak memiliki orang yang bisa diajak bicara !"
Xiao Yuan merasa sangat kesal dan memukul dahi Jia Yie dengan jarinya, alasan seperti ini sungguh tidak dapat diterima namun Xiao Yuan tetap harus waspada mengingat latar belakangnya mungkin sangat kuat.
"Aduh... kenapa kau memukulku !" Jia Yie mengusap dahinya dan merasa kesal.
"Gadis bodoh... hanya untuk berbicara dan maka kau tidak perlu melakukan hal seperti ini. Kau bisa datang kapanpun dan aku akan menyambutnya selama tidak mengganggu latihanku, kita bisa berteman dan aku tidak keberatan." Kata Xiao Yuan dengan santai.
Jia Yie tersenyum dan merasa senang karena mendapatkan Teman baru, dia memberikan Artifak itu kepada Xiao Yuan dan memintanya untuk menerimanya. Xiao Yuan tidak memiliki pilihan lain namun dia merasa khawatir dengan orang yang mengawasinya secara diam-diam.
__ADS_1
Mungkin dia harus memberikannya kepada orang itu nanti dan memberinya penjelasan yang membuat pihak lain tidak salah paham.