KAISAR PERANG

KAISAR PERANG
Bab 126 - Mengecewakan


__ADS_3

Disebuah Ruangan Patriak Xiao Ra sedang duduk dengan santai menikmati tehnya, tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka dan Xiao Sheng masuk kedalam.


"Sepertinya kau sangat menikmati kehidupanmu yang santai !" Kata Xiao Sheng dengan dingin dan duduk dengan santai.


"Salam Ayah... apakah Ayah sudah melihat mereka dan bagaimana menurut Ayah dengan ketiganya ?" Tanya Xiao Ra dengan penasaran.


"Menyedihkan... aku tidak tahu bahwa Keluarga Xiao yang aku bangun akan memiliki kemunduran seperti ini. Yang tertua hanya di Tingkat Langit Lapisan ketiga namun... dia bahkan belum membentuk Laut Kesadarannya."


Xiao Sheng melanjutkan, "Sumber Daya yang kita berikan bahkan tidak bisa menopang kemajuan mereka. Setelah kematianku mungkin Keluarga Xiao akan turun sampai kedasar."


Xiao Sheng mengutarakan kekecewaannya kepada Xiao Ra. Bagaimanapun juga mereka bertiga mendapatkan Sumber Daya yang banyak dan hanya perlu berlatih, bahkan dengan semua Sumber Daya itu mereka semua tidak mampu menerobos Tingkat Penciptaan.


Jika itu Xiao Yuan maka hal ini bisa diabaikan begitu saja. Karena dia memiliki kecacatan pada Dantian maka dirinya tidak akan bisa berkultivasi, jadi Xiao Sheng tidak memiliki harapan lebih padanya dan hanya ingin Xiao Yuan hidup bahagia.


Namun berbeda bagi ketiganya yang bisa berkultivasi, dimasa depan mereka bertiga akan menjadi tulang punggung Keluarga Xiao. Bukan hanya tidak berlatih sungguh-sungguh, mereka hanya memikirkan bagaimana membangun koneksi dan bersaing untuk Kursi Patriak Keluarga Xiao.

__ADS_1


Hal ini merupakan pemborosan Sumber Daya yang tidak berguna, jika Xiao Sheng tidak menegur Xiao Ra maka setelah kematiannya mungkin Keluarga Xiao akan mengalami kemunduran.


"Ayah masih terlihat sehat dan tolong maafkan aku. Bagaimanapun juga Xiao Kang merupakan Jenius teratas nomer empat dari semua Generasi Muda di Benua Zien. Tiga orang lainya juga masih berada di Tingkat Langit dan belum sepenuhnya membentuk Laut Kesadaran mereka. Masih belum terlalu jauh untuk bersaing." Xiao Ra berkata dengan jujur.


Xiao Sheng mengangguk dan berkata dengan dingin, "Satu lagi... aku mendengar masalah yang dilalui Xiao Yuan ketika menyapamu dari Xiao Dong. Dia adalah keponakanmu... walaupun dia lemah tetap saja dia merupakan anggota Keluarga kita. Jika kau bermaksud mempermalukannya maka abaikan soal hubungan Ayah dan Anak, aku akan menghajarmu dan menelanjangi pakaianmu untuk dipertontonkan didepan umum. Aku paling benci jika ada anggota Keluarga yang tidak dihargai !"


Xiao Ra sedikit takut dan berkata, "Aku juga tidak bermaksud... aku juga berpikir hal yang sama dan menghentikan Tetua Agung, namun Xiao Yuan sendiri yang menantangnya dalam adu mulut. Ayah tahu benar dengan tempramen Tetua Agung yang mudah marah, terlebih Tetua Agung juga tidak melakukan apapun kepada Xiao Yuan."


"Karena itulah peringatkan mereka dengan keras, kau adalah Patriak dan tunjukan kepada mereka bahwa kau adalah Pemimpin yang sesungguhnya." Kata Xiao Sheng dengan dingin.


"Anak ini mengerti." Kata Xiao Ra dengan jujur.


Pewaris Patriak sudah diumumkan dan Xiao Kang adalah orang yang terpilih. Namun kedua Saudaranya masih bersaing dan tidak menunjukan tanda akan menyerah, jika dia tidak segera mengambil tindakan maka mungkin akan menjadi masalah dimasa depan.


Namun Xiao Sheng cukup bersyukur bahwa Xiao Yuan tidak ikut terlibat. Diantara mereka berempat Xiao Yuan adalah orang yang paling aman dan seharusnya tidak akan ada orang yang menargetkannya.

__ADS_1


....


Dikediaman Tuan Muda pertama Xiao Kang sedang duduk dengan santai menunggu berita, seorang Penjaga mengetuk pintunya dan masuk kedalam.


"Salam Tuan Muda pertama !" Penjaga itu memberi hormat dengan sopan.


"Bicaralah... apa yang Kakek lakukan dengan Ayah ?" Tanya Xiao Kang dengan penasaran.


"Tuan Xiao Sheng hanya menyampaikan keluhan kepada Patriak tentang perkembangan ketiga Tuan Muda. Sisanya dia hanya mencari keadilan bagi Tuan Muda keempat." Kata Penjaga itu dengan jujur.


"Bagus... Kakek memang sangat keras dan memiliki ekspetasi yang tinggi terhadap kita. Namun sayangnya kami sangat mengecewakan harapannya dan aku mengakui hal itu, Saudara keempat cukup beruntung karena memiliki perhatian lebih dengan kondisinya yang cacat. Jika aku bisa membawanya ke pihakku maka hal ini akan mengamankan posisiku sebagai Penerus Patriak selanjutnya. Namun sayangnya dia tidak berniat memihak siapapun !" Kata Xiao Kang dengan santai.


"Maaf jika lancang... namun Tuan Muda keempat ini cukup licik. Tuan Muda keempat tidak ingin terlibat dalam perebutan dan memilih untuk tetap dijalur aman, apakah Tuan tidak khawatir dengan tindakan ini ?" Tanya Penjaga itu yang merupakan seorang mata-mata.


"Untuk apa... kau mungkin tidak tahu kalau Xiao Yuan tidak akan memiliki kualifikasi, bahkan jika Kakek yang menyuruhnya semua Tetua tidak akan terima dengan keputusannya. Bagaimana mungkin orang yang cacat dapat memimpin Keluarga."

__ADS_1


Xiao Kang melanjutkan, "Pemikirannya sederhana... Xiao Yuan ingin menjalani kehidupan yang tenang. Dia tahu bahwa dirinya lemah... dari pada melibatkan dirinya kedalam Api, lebih baik untuk hidup nyaman bersama Keluarganya. Aku cukup menghargai keputusannya dan karena kemalangan ini, aku juga tidak enak jika mengincarnya."


"Tuan Muda pertama memang bijak dan sangat pantas menjadi Patriak Keluarga Xiao dimasa depan. Dalam sekali lihat Tuan Muda Pertama bisa menebak maksud dan tujuan Saudara yang lainnya. Bawahan ini sungguh kagum dengan kebijaksanaanya." Kata Penjaga itu dengan jujur.


__ADS_2