KAISAR PERANG

KAISAR PERANG
Bab 474 - Marah


__ADS_3

Lun Pei mengerutkan keningnya dan Qi Mayat meledak dengan gila. Ratusan ribu Beast keluar dari dalam air dan semuanya sudah menjadi Mayat Hidup yang mengerikan.


Song Sie dan Xie Tan merasa sangat cemas dalam hal ini, namun tidak ada alasan bagi mereka untuk lari. Dengan barisan Pasukan yang dimiliki Lun Pei hasilnya sudah jelas bahwa mereka akan kalah, tapi setidaknya mereka mati dengan kehormatan penuh dalam medan pertempuran.


Song Sie berteriak dengan keras, "Semua Pasukan Bayangan... kita akan bertarung sampai mati bersama kedua Nyonya !"


Mereka semua berteriak dengan keras dan Aura membunuh yang luar biasa kuat meledak, Lun Pei yang melihat hal ini hanya bisa tersenyum dan mungkin ini akan menjadi sangat menarik dengan membunuh semua orang satu persatu.


Qin Yue melihat kearah Cai Lin dan berkata, "Apakah kau takut ?"


Cai Lin tersenyum dan berkata, "Sama sekali tidak Kakak... apa yang paling menjadi penyesalan adalah tidak bisa menunggunya kembali untuk menjemput kita !"


Qin Yue mengangguk dan berkata, "Yah... kehidupan ini aku sudah sangat puas dengan menjadi Istrinya."

__ADS_1


Mereka berdua sama sekali tidak takut akan kematian, hanya saja mereka tidak bisa menunggu Xiao Yuan kembali dan menjemput mereka. Hari-hari yang mereka habiskan bersama dengannya cukup membahagiakan, namun sepertinya tidak akan bertahan selamanya.


Ketika pertempuran hampir pecah sebuah Aura yang sangat mendominasi meledak dari atas langit. Niat membunuh yang sangat kuat menyebar dengan sangat gila dan menekan semua orang dibawahnya.


Dibalik Awan Api Petir Emas menyebar memenuhi langit dan sosok seorang Pria yang familiar terlihat sangat jelas. Xiao Yuan menunjukan dirinya dengan ekspresi yang terlihat sangat marah.


Lun Pei merasakan tekanan yang luar bisa dari Pria diatas langit dan berkata dengan panik, "Siapa kau ?"


Xiao Yuan melambaikan tangannya dan Pedang Api Petir Emas turun seperti sebuah hujan, ratusan ribu Mayat Hidup hancur berkeping-keping dan dibakar sampai tidak ada sisa-sisa tubuh mereka.


Xiao Yuan mendesak Saint Qi miliknya dan meraih kearah Lun Pei. Tekanan Aura yang sangat kuat menarik tubuh Lun Pei dengan paksa kearah Xiao Yuan tanpa bisa melawan sedikitpun.


"Dimana teman-temanmu ?" Xiao Yuan bertanya dengan dingin.

__ADS_1


Lun Pei tidak berniat untuk menjawab dan mendesak Qi Mayat didalam tubuhnya, perlahan tubuhnya mulai membengkak dan Lun Pei berniat untuk meledakan diri.


Namun sebelum Lun Pei meledak Xiao Yuan menjentikkan Api Emas yang perlahan masuk kedalam tubuh Lun Pei. Sensasi panas yang mengerikan membakar tubuh Lun Pei dari dalam, perlahan darahnya mulai menguap dan tubuhnya berubah menjadi abu.


Qi Mayat disekitarnya sudah mencemari Aura disekitar sini, jika tidak segera dia singkirkan maka Qi Mayat ini tidak lebih seperti racun yang mengikis tubuh mereka secara perlahan.


*Kiek.*


Jiwa Gagak Emas berkaki tiga keluar dari dalam tubuh Xiao Yuan dan mengepakkan sayapnya yang besar diatas langit. Hembusan angin yang sangat kuat serta Aura kehidupan yang luar bisa mendorong semua Qi Mayat untuk menjauh.


Dalam sekejap mata Xiao Yuan menyingkirkan Qi Mayat yang ada di Benua Tianxuan, walaupun tidak menghilang sepenuhnya tapi ini adalah solusi yang tepat yang dapat dia lakukan sekarang.


Qin Yue dan Cai Lin terbang kearah Xiao Yuan dan masuk kedalam pelukannya. Mereka berdua menangis dan sangat senang melihat Xiao Yuan sudah kembali, mereka sempat berpikir kalau mungkin mereka akan mati dan sekarang Suami mereka sudah kembali yang merupakan kebahagiaan terbesar untuk mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2