
Setelah dua jam perjalan tiba-tiba Kereta yang dinaiki Xiao Yuan berhenti. Kusir membuka pintunya dan memberi hormat kepada Xiao Yuan.
"Tuan Muda... kita sudah sampai di Mansion Keluarga Xiao !" Kata Kusir dengan ramah.
"Terimakasih atas kerja kerasmu." Xiao Yuan memberikan sekantung Batu Roh dan memberikan kepada Kusir karena mengantarnya.
Kusir itu sangat senang dan berterimakasih, setelah Xiao Yuan turun dia bergegas pamit dan pergi. Xiao Yuan berjalan kearah Gerbang dan terlihat beberapa Penjaga yang berkumpul disana.
Penjaga itu menghadang Xiao Yuan dan bertanya, "Siapa Anda dan apa tujuan datang ketempat ini, saat ini Tuan Kota tidak menerima Tamu !"
"Aku adalah Xiao Yuan... apakah kalian yakin kalau Ayahku tidak menerima kedatanganku." Kata Xiao Yuan dengan dingin.
Para Penjaga itu sedikit terkejut dan berlutut, "Maafkan kesalahan kami... Sebelumnya Tuan Kota sudah memberitahu bahwa Tuan Muda akan kembali."
"Tidak apa-apa... kau hanya menjalankan tugasmu dan tidak ada yang salah dengan hal itu, apakah sekarang aku boleh masuk ?" Xiao Yuan menepuk punggungnya dan tidak terlalu memikirkannya.
"Silahkan... saya akan menuntun Tuan Muda untuk bertemu dengan kedua Orang Dewasa !" Kata Penjaga itu dengan sopan.
"Tidak perlu." Xiao Yuan berjalan masuk namun dia tidak berniat untuk masuk kedalam Mansion.
Xiao Yuan berjalan kesamping Mansion dan mengikuti jalan, aroma wangi mulai merangsang hidungnya dan Taman Bunga yang indah berada didepan matanya.
__ADS_1
"Siapa ?" Sebuah suara Wanita yang familiar terdengar ditelinga Xiao Yuan. Wanita itu adalah Ibu Xiao Yuan yang bernama Hu Yan.
Xiao Yuan tersenyum dan perlahan berjalan mendekati Ibunya. Hu Yan melihat wajah Xiao Yuan dengan jelas dan air mata mulai jatuh ketanah, dia segera berlari dan memeluk Putranya dengan berlinang air mata.
"Hiks... hiks... Putraku sudah kembali, apakah kau tidak tahu kalau Ibumu ini sangat merindukanmu !" Kata Hu Yan yang terlihat sangat bahagia.
"Aku juga sangat merindukanmu Ibu... ini baru lima tahun dan Ibu masih tetap bersemangat seperti biasanya." Xiao Yuan membalas pelukan Ibunya dan hatinya penuh dengan kehangatan.
Hu Yan melepaskan Xiao Yuan dan melihat pertumbuhannya, "Apakah ada yang berani mengganggumu disana, katakan saja pada Ibumu ini dan Ibu secara khusus akan meratakan Benua Tianxuan."
"Hahaha... tidak sama sekali, aku selalu berhubungan baik dengan semua orang dan tidak ada orang yang akan menargetkan diriku." Xiao Yuan tidak ingin menceritakan keluh kesahnya dan lebih memilih untuk menutupinya.
Suasana ini benar-benar sangat dirindukan Hua Yan, bagaimanapun juga Xiao Yuan adalah Putra satu-satunya dan walaupun dia memiliki kemalangan pada dirinya. Rasa sayangnya tidak akan pernah berkurang dan Xiao Yuan merasa senang dengan hal ini.
*Tap... Tap... Tap...*
Suara langkah kaki terdengar dan mereka berdua menoleh, Xiao Yuan buru-buru berdiri dan memberi salam.
"Salam Ayah !" Kata Xiao Yuan dengan sopan.
Xiao Rong tersenyum bahagia dan berkata, "Akhirnya kau kembali... sepertinya keadaanmu cukup baik disana. Apakah Liu Zhi memberimu makan dengan baik, jika tidak aku bisa menendang pantatnya jika Anakku diperlakukan dengan buruk !"
__ADS_1
"Jangan lakukan itu... Master Sekte Liu Zhi sangat baik dan sering kali dia menceritakan kehebatan Ayah dimasa Mudanya." Xiao Yuan berkata dengan santai.
Xiao Rong mengerutkan keningnya dan mengutuk Liu Zhi dalam hatinya, apa yang diceritakan pasti bukanlah hal yang baik untuknya. Masa mudanya terlalu liar dan lebih baik untuk tidak membahasnya didepan Hu Yan atau masalahnya akan semakin besar.
"Ayah... Ibu... ada beberapa kebenaran yang ingin aku katakan kepada kalian, namun bisakah kalian berjanji untuk tidak marah ?" Kata Xiao Yuan dengan cemas.
"Bicara saja... bagaimana mungkin Ibumu ini marah kepada Putranya, bahkan jika Ayahmu marah maka Ibumu ini akan menanginya !" Hu Yan terlihat sangat santai.
Xiao Yuan merasa tenang dan mulai mengatakan kebenaran tentang masalah berakhirnya Pertunangan antara dirinya dan Ling San. Hu Yan dan Xiao Rong mendengarkannya dengan baik, namun sesekali mereka menunjukan Niat Membunuh yang samar.
"Ha... Kali ini mereka sudah keterlaluan, walaupun aku memiliki hubungan pertemanan denganya apakah mereka pikir aku akan bisa melihat Putraku dihina !" Xiao Rong berkata dengan dingin.
Hu Yan sendiri sangat setuju dengan Xiao Rong dan ingin sekali membalas mereka.
Xiao Yuan menghela nafas dan berkata, "Ini tidak seperti Ayah dan Ibu pikirkan... Paman Ling Que awalnya tidak tahu tentang hal ini dan marah besar kepada Putrinya waktu itu. Paman dengan tulus meminta maaf kepadaku dan kepada Keluarga kita, semua ini adalah keputusanku dan Ling San. Keluarga Ling tidak ada hubungan apapun dengan masalah ini !"
Xiao Yuan melanjutkan, "Terlebih aku cukup bersyukur karena tidak menikahi Wanita itu. Berkat kemalangan ini aku mendapatkan Wanita yang menyukaiku dan saat ini berhubungan dengan mereka terlepas aku berasal dari Keluarga Xiao atau bukan."
Dalam sekejap Hu Yan terlihat sangat senang karena Putranya juga mendapatkan Wanita yang baik untuk dirinya. Namun Xiao Rong terlihat bingung dan mencerna baik-baik perkataan Xiao Yuan.
"Tunggu sebentar... apa maksudmu dengan mereka. Jangan bilang kau memiliki lebih dari satu Wanita dan mereka tidak keberatan untuk berbagi ?" Tanya Xiao Rong dengan penasaran.
__ADS_1