
Xiao Kang dan yang lainya melihat semua orang keluar, wajah mereka terlihat kesal dan beberapa orang memutuskan untuk segera pergi.
Xiao Yuan dan ketiga Tuan keluar dari untuk menyapa mereka. Xiao Kang sangat penasaran dan bertanya, "Kakek... apa yang terjadi barusan ?"
"Aku akan menjelaskannya nanti... sekarang kita akan pulang." Xiao Sheng melihat kearah Xiao Yuan dan berkata, "Apakah kalian akan ikut kembali ?"
"Kakek bisa tenang... aku akan pergi ke Sekte Langit terlebih dahulu dan membawa Chen Jian, semuanya akan siap pada waktunya." Kata Xiao Yuan dengan santai.
"Kalau begitu berhati-hatilah." Xiao Sheng membungkus Xiao Kang dengan Auranya dan pergi.
Lei Yun Ting memegang lengan Xiao Yuan dan bertanya, "Apakah ada sesuatu yang terjadi... mengapa semua orang terlihat terburu-buru pergi ?"
"Dua bulan lagi akan terjadi perang... mereka sudah menantang kita, jadi mungkin semua orang akan bersiap-siap untuk pergi ke Benua Tianxuan." Kata Xiao Yuan dengan jujur.
Mereka semua terkejut mendengar hal ini dan sepertinya akan ada pertempuran besar yang akan terjadi.
Ye Sun tersenyum dan berkata, "Kau menetaplah disini selama sehari, aku akan meminta orang untuk menyiapkan Token Teleportasi !"
__ADS_1
"Terimakasih atas kebaikan Senior." Xiao Yuan berterimakasih dengan tulus.
Ye Sun meminta beberapa orang untuk membawa Xiao Yuan dan Lei Yun Ting ke kamarnya. Xiao Yuan dan Lei Yun Ting mengikuti Murid Sekte Keadilan dan berjalan dengan santai.
Xiao Yuan menjelaskan semuanya kepada Lei Yun Ting tentang kejadian didalam Aula. Sekarang Lei Yun Ting sudah mengerti mengapa mereka memasang ekspresi seperti itu.
Mereka sampai disebuah ruangan yang desainnya sangat bagus. Murid itu memberi hormat dan kembali, Xiao Yuan duduk ditempat tidur dan terlihat memikirkan sesuatu.
Tujuan dari Kelompok Penyembah Naga adalah Dunia Baru. Xiao Yuan masih tidak paham maksudnya, membuat Dunia yang ideal untuk mereka atau melangkah ke Dunia Baru yang belum dijelajahi.
Hal ini masih sangat sulit baginya untuk dimengerti. Xiao Yuan sempat berpikir bahwa tujuan mereka adalah mengambil Tombak Tulang di pusat Wilayah Terlarang dan menguasai dunia, tetapi sepertinya mereka tidak akan mampu seperti ucapan Bing.
Lei Yun Ting memegang tangan Xiao Yuan dan duduk disampingnya, "Apa yang sedang kau pikirkan ?"
"Aku hanya sedang menghitung kemungkinan menang atau kalah." Xiao Yuan menjawab dengan jujur.
"Lalu apakah menurutmu kita akan menang ?" Tanya Lei Yun Ting dengan santai.
__ADS_1
"Menang itu mungkin... tapi sulit untuk mengatakannya. Lawan memiliki kekuatan tempur yang besar dan mustahil untuk membagi kekuatan." Kata Xiao Yuan dengan jujur.
Lei Yun Ting mengusap wajah Xiao Yuan dan berkata, "Kita akan menang karena ada dirimu... bukankah kau sering melakukan hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Kalah hanya kematian yang datang... kematian itu masih jauh lebih baik dari pada hidup dalam penderitaan."
Lei Yun Ting melanjutkan, "Jika kita semua mati aku hanya berharap agar dikehidupan yang baru aku masih menjadi milikmu dan kau masih menjadi milikku."
Xiao Yuan sedikit senang dengan perkataan Lei Yun Ting dan kegelisahan dihatinya menghilang, dia menatap mata Lei Yun Ting dan menciumnya dengan lembut.
"Hah... kau benar... tapi aku bersumpah bahwa aku tidak akan menyerah. Kita akan menang dan apapun yang terjadi aku akan melindungi kalian semua, terimakasih karena telah membuatku sadar." Xiao Yuan memeluk Lei Yun Ting dengan erat.
"Sudah menjadi tugasku... sejak aku memutuskan untuk menjalin hubungan denganmu. Aku akan selalu mendorong dan membantumu mewujudkan mimpimu. Puncak Martial Dao bukan... aku akan selalu berada disampingmu dan dimasa depan aku akan bangga karena menjadi Istri dari Kultivator terhebat." Lei Yun Ting berkata dengan jujur.
Xiao Yuan tersenyum dan bersumpah tidak akan mengecewakan Lei Yun Ting. Mata mereka saling bertemu dan perlahan Xiao Yuan mendorongnya ketempat tidur.
Xiao Yuan melepas semua pakaian Lei Yun Ting dan merasakan kehangatan disetiap bagian tubuhnya. Segera dia menciumnya dengan hangat dan perasaan mereka semakin menguat satu sama lain.
"Aku punya permintaan... setelah ini aku akan pergi ke Gunung Salju Kerajaan Yun untuk berlatih disana." Lei Yun Ting berkata dengan santai.
__ADS_1
"Ya... aku akan menyuruh Xie Tan untuk menemanimu. Namun hari ini kau harus memuaskanku terlebih dahulu." Kata Xiao Yuan sambil mencium leher Lei Yun Ting.
Erangan nakal mulai keluar dari mulut Lei Yun Ting dan Xiao Yuan tidak mencoba menahan diri untuk memuaskan dirinya.