KAISAR PERANG

KAISAR PERANG
Bab 141 - Cang Mo


__ADS_3

Gu Rong terbang sangat jauh menuju ketengah dan bertarung dengan beberapa Beast, namun ini jauh lebih baik dari pada dia bernasib sama seperti Tang Yu.


Tangan yang patah memang dapat disembuhkan namun rasa malu akan hal itu benar-benar tak tertahankan. Bagaimana mungkin Alkemis Jenius sepertinya mendapat penghinaan semacam itu, asalkan dia dapat melewati ini selama satu bulan maka Xiao Yuan tidak akan bisa menyentuhnya jika diluar.


Gu Rong melihat kedepan dan melihat seseorang yang terbang kearahnya, namun semakin orang itu mendekat Auranya yang mengerikan mulai terasa tidak normal dan menekannya secara maksimal.


Gu Rong tidak bisa menahan keringat dingin didahinya dan sosok itu berhenti didepannya, sisik ditubuhnya membuatnya terlihat menakutkan dan Aura membunuh terlihat sangat berbahaya.


"Aku adalah Alkemis dari Menara Pil... siapa kau katakan padaku ?" Tubuh Gu Rong gemetar ketakutan dan ketakutan.


Cang Mo tersenyum dan menunjukan taringnya, dia perlahan terbang kearah Gu Rong dan Auranya sangat menindas. Gu Rong tidak dapat bergerak dari tempatnya dan berpikir kalau dirinya sedang dalam bahaya.


*Tusk.*


Tangan Cang Mo menembus dada Gu Rong dan menghancurkan jantungnya, kukunya yang tajam dipenuhi dengan darah dan menunjukan ekspresi yang jijik.


"Hahaha... orang yang akan mati tidak perlu tahu nama Tuan ini, tenang saja aku akan mengirim mereka semua menemanimu dineraka." Cang Mo melempar tubuh Gu Rong keatas langit dan Qi yang kuat mulai menekannya.


Mayat Gu Rong meledak diatas langit dan tempat itu dipenuhi hujan darah, organ dalam Gu Rong mulai berjatuhan dan pemandangan ini terlihat sangat menjijikan.

__ADS_1


Cang Mo tersenyum dengan puas dan melesat kedepan, dia tidak akan berhenti disini begitu saja dan akan memuaskan rasa haus darah didalam hatinya.


....


Disisi lain Xiao Yuan berkumpul dengan Saudara yang lainya, saat ini tidak ada dari mereka yang pergi dari tempat itu dan terdapat ratusan Tuan Muda dari Keluarga yang berbeda.


Xiao Kang dan Xiao Yang sangat terkejut mendengar kebenaran dari Xiao Yuan yang sebenarnya, namun Xiao Dong juga menjelaskan alasan dibalik dia melakukannya dan mereka berdua memahami maksudnya.


Qin Yue selalu menempel kepada Xiao Yuan dan sangat sulit untuk mencari ketenangan, namun Qin Yue merasa tidak senang karena musuhnya diam-diam juga memiliki rencana yang tidak menyenangkan.


Yun Shuang diam-diam mencari kesempatan untuk mengenal Xiao Yuan, jika dia bisa mengambil hatinya dan menjadikannya Suaminya maka ini adalah berkah untuk Keluarga Kerajaan Yun.


Awalnya dia mencoba untuk mendekati Ye Lin karena potensinya yang luar biasa, Keluarga Xiao memang yang terbaik untuk saat ini namun Keturunan mereka memiliki bakat yang buruk dan Yun Shuang berpikir kalau dimasa depan Keluarga Xiao akan digeser oleh Keluarga Ye.


Namun setiap kali dia ingin berusaha Qin Yue selalu menghalanginya, Yun Shuang sedikit kesal dengan hal ini. Jika dia bisa menyingkirkannya dari Xiao Yuan maka dia tidak akan ragu untuk bertarung.


"Suamiku kapan kita akan menikah... satu hal lagi, pastikan untuk mengadakan perayaan yang besar !" Kata Qin Yue dengan semangat.


*Tak.*

__ADS_1


Xiao Yuan menjentikkan jarinya kedahi Qin Yue dan berkata, "Masih terlalu cepat untuk memanggilku seperti itu, aku belum menerimamu kau tahu. Pergilah dan berlatih... jangan ganggu aku yang sedang beristirahat !"


"Ugh... kau sangat jahat... bagaimana bisa kau memperlakukan Wanita seperti ini !" Kata Qin Yue dengan kesal.


Ketiga Saudara Xiao Yuan sangat iri melihat hal ini, bahkan mereka belum satupun mendapatkan Wanita dan hanya berkenalan sebagai bentuk formalitas.


Namun sekarang keindahan seperti Qin Yue diabaikan dan bahkan Yun Shuang menaruh ketertarikan padanya.


Xiao Kang terbatuk dan berkata, "Xiao Yuan... lebih baik bagimu untuk tetap bersama Nona Qin Yue, lihatlah sekumpulan Wanita yang melihat kearahmu. Jika Nona Qin Yue pergi takutnya mereka akan mengerumuni dirimu seperti Serigala yang melihat daging !"


Xiao Yuan menghela nafas dan berpikir kalau Kakaknya tidak berbohong. Setelah dia menunjukan jati dirinya maka akan lebih banyak orang yang berusaha untuk mendekatinya.


Hal ini akan merepotkan untuk mengurus mereka satu persatu dam mau atau tidak dia harus menggunakan Qin Yue. Xiao Yuan meliriknya dan sepertinya dia sangat kesal dengan perkataan kasar yang dia katakan.


"Kenapa kau melihatku... bukankah kau menyuruhku pergi ?" Qin Yue terlihat kesal dan berniat untuk pergi.


Namun Xiao Yuan menarik tangannya dan membuatnya untuk tetap duduk, dia menjatuhkan kepalanya dipaha Qin Yue dan tidur dengan santai.


"Jangan pergi... aku hanya bercanda... jika kau selalu marah maka kau juga akan cepat tua. Dimasa depan tidak akan ada lagi Pria yang melirikmu, biarkan aku istirahat dan jaga aku dengan baik !" Kata Xiao Yuan dengan santai.

__ADS_1


"Dasar Pria yang tidak tahu malu." Qin Yue mengusap wajah Xiao Yuan dan merasa senang dengan hal ini.


Penampilan Xiao Yuan juga tidak terlalu buruk dan dia sungguh bingung kenapa dirinya bisa jatuh ditangan Pria sialan ini.


__ADS_2