KAISAR PERANG

KAISAR PERANG
Bab 364 - Pertanyaan


__ADS_3

Gelombang Aura meledak dari atas langit dan seorang Pria dengan jubah putih turun dari atas langit. Orang itu adalah Master Sekte Duan Rong yang merupakan Kultivator Tingkat Saint Lapisan ketiga.


"Selamat untuk kalian yang berhasil lolos dalam ujian, walaupun ada sedikit perubahan tetapi kalian melakukannya dengan baik. Kalian dipersilahkan untuk memilih Puncak mana yang akan kalian tempati, bagi mereka yang memegang Token mereka bisa melakukannya dengan Tetua mereka sendiri dan pergi ke Aula Seni Beladiri." Kata Duan Rong dengan keras.


Mata Duan Rong tertuju kearah Xiao Yuan dan mengangkat sudut mulutnya, sekarang akan ada kejutan besar yang dibawa Xiao Yuan dan dia hanya perlu menantikan perkembangannya.


Semua Murid bergegas pergi dan berbaris ke Tetua Puncak yang mereka inginkan, Xiao Yuan menghela nafas dan pergi kearah Tian Du dan memberi hormat.


Semua mata Tetua tertuju kearah Xiao Yuan dan mereka tidak menyangka kalau Tian Du akan membuat gerakan dengan merekrut Murid. Tapi beberapa orang berpikir kalau Xiao Yuan adalah orang bodoh yang memilih Puncak Harmonisasi sebagai tujuannya.


Tian Du tersenyum dan berkata, "Aku sudah menebak kalau kau akan memilihku, tapi sebelum itu aku ingin bertanya kepadamu dan kau diharuskan untuk menjawabnya dengan keras !"


"Silahkan Tetua bertanya dan Murid ini akan menjawabnya dengan jujur ?" Kata Xiao Yuan dengan hormat.

__ADS_1


"Tenang ini bukan pertanyaan yang sensitif, ketika kau melakukan pengujian bakat nyatanya bakat yang kau miliki hampir buruk. Sekarang bagaimana menurutmu tentang hal ini ?" Tanya Tian Du dengan sungguh-sungguh.


Semua orang yang mendengar hal ini tertawa dengan keras, terlebih Fraksi yang ingin merekrut Murid baru. Jia Yie merasa tidak senang dengan hal ini, dia merasa kalau Xiao Yuan bukanlah seseorang yang pantas untuk dipermalukan didepan umum.


Xiao Yuan berkata dengan tegas, "Kekuatan seseorang tidak diukur dengan bakat mereka, hanya orang bodoh yang menganggap bakat adalah segalanya."


Semua orang terkejut dengan pernyataan Xiao Yuan dan Duan Rong menahan tawa didalam hatinya. Perkataan Xiao Yuan ini secara tidak langsung mengatakan bahwa Leluhur Pulau Melayang adalah sekumpulan orang bodoh, namun tidak ada yang salah dari perkataannya dan Xiao Yuan sendiri adalah bukti nyata.


"Bagus sekali... ini adalah pertanyaan terakhir, apa tujuanmu yang sebenarnya dengan belajar Martial Dao ?" Tanya Tian Du dengan sungguh-sungguh.


Semua Murid yang mendengar hal ini merasa ingin tertawa dengan omong kosong Xiao Yuan, namun para Tetua lainya tidak demikian. Anak yang berniat untuk bergabung dengan Puncak Harmonisasi ini merupakan Bibit unggulan, dia sudah memiliki kondisi pikiran yang sangat matang dan bahkan Putra Dewa sendiri tidak memilikinya.


Duan Rong mengangguk dan setuju dengan perkataan Xiao Yuan, sejak awal keadilan dan ketidak adilan hanya sebuah omong kosong. Benar atau salah hanya diputuskan oleh mereka yang terkuat, ini adalah Hukum Dunia Kultivator yang sebenarnya.

__ADS_1


"Bagus... karena tidak ada lagi selain dirimu maka ayo kita pergi !" Tian Du membungkus Xiao Yuan dengan Saint Qi miliknya dan pergi ke Puncak Harmonisasi.


Murid yang lain masih sibuk dengan pendaftaran mereka dan Duan Rong sama sekali tidak tertarik, dia melihat kearah Jia Yie dan merasa lega melihat dirinya baik-baik saja.


Segera dia terbang kembali ke Aula Master Sekte dan disana sudah ada seorang Wanita Tua yang menunggunya. Wanita itu merupakan Nenek dari Jia Yie dan Tetua Puncak Awan yang bernama Sun Sien.


"Nenek Sun... Cucumu sudah kembali, apakah kau tidak tertarik untuk melihatnya secara langsung dari pada memantaunya secara kejauhan ?" Tanya Duan Rong dengan santai.


"Untuk apa... nanti juga kami akan bertemu, aku juga sudah menyuruh pengawalnya kembali dan sekarang dia akan berada dibawah perawatanku. Anak itu sekarang sudah tumbuh menjadi Gadis yang cantik dan hanya menunggu waktu sampai dia bersinar." Kata Sun Sie dengan ekspresi yang bahagia.


"Hah... untung saja orang yang mengganggunya tidak kembali hidup-hidup, jika tidak aku tidak akan mampu menahan kemarahan dari Tuan Bayangan Jiwa." Kata Duan Rong dengan jujur.


"Menantuku itu sibuk dengan Wilayahnya sendiri, dia tidak akan bisa pergi kemari seenaknya. Aku akan mengurusnya dan biarkan Gadis kecil itu menikmati waktunya ditempat ini, tapi ada yang membuatku sedikit penasaran." Kata Sun Sie yang meminum tehnya.

__ADS_1


"Apa itu ?" Tanya Duan Rong dengan penasaran.


"Kenapa Master Sekte merubah aturan ujian masuk ?" Tanya Sun Sie dengan penasaran.


__ADS_2