KAISAR PERANG

KAISAR PERANG
Bab 307 - Jangan Terburu-buru


__ADS_3

Tiga bulan telah berlalu dengan cepat sejak Xiao Yuan melakukan pelatihan tertutup, Qi Pedang yang menyelimuti tubuhnya terlihat menakutkan dan memancarkan Aura yang setajam Pedang.


Xiao Yuan baru menguasai seperempat dari keterampilannya, namun saat ini dia sudah bisa menggunakan Pedang barunya dengan bebas.


"Selain ketahanannya yang sangat kuat dan tajam, Pedang ini juga bisa memakan Jiwa yang mati dibawah ketajamannya dan memperkuat penggunanya. Terlebih Tuan itu membentuk Array yang menyembunyikan Aura Pedang ini, Artifak Saint ini mungkin yang terbaik untukmu." Kata Bing dengan jujur.


"Aku menggunakan banyak usaha dalam menggunakannya dengan bebas selama tiga bulan, aku tidak akan berkorban jika Artifak ini adalah sampah." Kata Xiao Yuan dengan tegas.


Bing berpikir bahwa orang itu memang sungguh sesuatu, untuk menyembunyikan Aura menggunakan Array kecil di Pedang ini merupakan sesuatu yang sangat luar biasa.


Pedang ini direndam dengan esensi darah Naga Sejati, terlebih Pedang ini memiliki Aura dari Binatang Suci. Untuk menekannya saja bukanlah hal yang mudah, namun apa yang mengejutkan adalah Xiao Yuan yang hanya butuh 3 bulan untuk menggunakannya.


Bakatnya mungkin tidak terlalu bagus jika dibandingkan Jenius ditempat itu, namun kegigihan dan cara berpikirnya tidak boleh diremehkan.


Menciptakan Api Suci dengan tangannya sendiri dan keberaniannya untuk mengambil resiko demi peningkatan kekuatannya. Mungkin bisa dikatakan bahwa Xiao Yuan merupakan orang biasa yang berjalan menuju puncak.


Ketika dia sampai disana maka semuanya akan dimulai dari nol, seberapa besar perkembangan yang akan dia tunjukan maka itu tergantung seberapa besar dia berusaha.

__ADS_1


Wilayah Leluhur akan diberikan badai besar dan yang menjadi pusatnya adalah Xiao Yuan, penerus dari Kaisar Perang akan kembali dan semua Prinsip Dunia akan lengkap. Bing yakin bahwa setidaknya para Jenius yang disebut sebagai Putra Dewa itu akan digeser oleh Xiao Yuan mengingat fondasinya lebih kuat dari mereka semua.


"Aku akan pergi keluar dan beristirahat, aku tidak ingin mengalami kecelakaan karena terlalu banyak berlatih !" Kata Xiao Yuan dengan santai.


"Yah... jika lelah maka istirahatlah, memaksakan diri akan menjadi hal yang buruk bagi dirimu." Bing tidak masalah dengan hal ini.


Xiao Yuan melambaikan tangan dan keluar dari Dunia Liontin Emas, kamarnya terlihat sangat rapi dan kemungkinan dibersihkan oleh Pelayan setiap hari. Xiao Yuan berjalan keluar dan suasana di Istana menjadi lebih hidup, Qin Yue membawa beberapa Pelayan dalam melakukan pekerjaan pembersihan dan beberapa orang untuk pekerjaan politik.


Xiao Yuan berjalan keluar ruangan dan Kesadaran Ilahinya menyebar. Segera dia pergi ke Aula Istana dan berniat bertemu dengan Qin Yue, disana Qin Yue sedang memejamkan mata dan tertidur dengan pulas di Singgasana miliknya.


Perlahan Xiao Yuan masuk dan meminta Pelayan dibelakang Qin Yue untuk diam, Xiao Yuan melambaikan tangannya dan meminta mereka untuk keluar dan tidak mengganggunya.


"Suamiku... sudah selesai ?" Tanya Qin Yue yang langsung berdiri.


Xiao Yuan tersenyum dan menggendongnya, dia membawanya ketempat tidur dan membuatnya tidur dengan nyaman didalam pelukannya.


"Jika lelah maka istirahatlah... kita bisa membicarakannya nanti, Istriku yang cantik ini sudah bekerja keras. Maafkan aku karena terlalu fokus dalam latihan dan tidak bisa membantumu !" Kata Xiao Yuan dengan tulus.

__ADS_1


"Aku tidak lelah sama sekali... jujur saja duduk dan berdiam diri membuatku sangat bosan, sesekali Saudari Cai Lin mengunjungiku tapi setelah dia pergi tempat ini menjadi sangat sepi."


Qin Yue melanjutkan, "Ngomong-ngomong Kakak Ipar Xiao Kang sudah menjadi Patriak Keluarga Xiao, mereka tidak mengundangmu karena tidak ingin mengganggumu dalam latihan. Jadi aku dan Cai Lin menggantikanmu untuk hadir dalam upacara."


"Itu bagus... aku juga terlalu malas untuk pergi, apakah Kakek tidak menyampaikan sesuatu ?" Tanya Xiao Yuan dengan penasaran.


"Bukan Kakek melainkan Ibumu." Kata Qin Yue dengan santai.


"Apa yang dia inginkan ?" Tanya Xiao Yuan dengan keringat dingin.


"Hehehe... Ibu meminta kita untuk segera memiliki Keturunan. Ibu sudah tidak sabar untuk melihat dirinya sebagai Nenek." Kata Qin Yue dengan jujur.


"Lalu... apakah kita harus memulainya segera setelah mengunjungi Cai Lin ?" Xiao Yuan tersenyum penuh arti.


"Huh... kau bisa melakukannya kapanpun tapi jangan buat kami hamil, ingat... Lei Yun Ting adalah yang pertama dan aku sudah membicarakannya dengan Cai Lin dan dia setuju."


Qin Yue melanjutkan, "Sebelum kita bertiga berkumpul bersama jangan terburu-buru untuk memiliki Keturunan, kita adalah Istrimu sekarang dan harus mendapatkan perlakuan yang sama. Belum terlambat jika kita membuatnya beberapa puluhan tahun kedepan."

__ADS_1


Xiao Yuan tersenyum dan berkata, "Terimakasih sudah memikirkan hal ini dan aku sangat menghargainya."


__ADS_2