
Xiao Yuan menyeka darah disudut mulutnya dan Saint Qi meledak dengan gila, segera dia berlari kearah Feng Lei dan meninju kedepan.
Api Petir Emas menyembur dan membentuk seekor Naga Api Petir Emas yang mengerikan, Naga itu melesat kedepan dan membuka mulutnya seolah ingin menelan Feng Lei.
Feng Lei merasakan sensasi yang luar biasa dan mendesak Monster Qi miliknya, Aura merah menyelimuti tangannya dan perlahan tangan kanannya berubah menjadi besar dengan kuku yang tajam.
Tangan itu menahan Naga Api Petir Emas dan membuat Feng Lei mundur beberapa langkah kebelakang. Perlahan tangannya kembali keukuran normal dan rasa sakitnya terasa sangat jelas.
Feng Lei memegang dahinya dan tertawa dengan gila, "Sudah lama aku tidak merasakan rasa sakit akibat serangan lawan, untuk seukuran Manusia kau cukup lumayan. Tapi aku memiliki Garis keturunan Binatang Suci... apakah kau pikir dirimu dapat menandingiku !"
Aura merah meledak dan terlihat sangat ganas, Xiao Yuan sedikit khawatir dengan Aura merah ini dan mungkin ini adalah kemampuan kecil dari Binatang Suci Qilin yang sebenarnya.
"Bisa atau tidak bukan dirimu yang memutuskan, aku akan mengakhiri ini dengan cepat !" Xiao Yuan mengeluarkan Pedang Pemakan Jiwa dan Feng Lei merasakan Aura Binatang Suci darinya.
Bayangan Raungan Naga terlihat jelas dipikirannya dan menciptakan rasa sakit dikepalanya.
__ADS_1
"Pedang itu terbuat dari Esensi Darah Naga... aku akan mengambilnya darimu dan Manusia sepertimu tidak layak untuk memilikinya !" Kata Feng Lei dengan marah.
Xiao Yuan bersiap untuk mulai menyerang dan berkata, "Jika kau ingin mengambilnya maka kau harus memiliki kemampuan."
Feng Lei berlari kearah Xiao Yuan dan Aura Merahnya meledak seperti sebuah ombak besar, namun Xiao Yuan berpikir kalau Feng Lei sudah masuk dalam jarak serangannya.
Xiao Yuan mengangkat Pedangnya dan berteriak, "Domain Pedang Tak Terkalahkan."
Niat Pedang yang sangat kuat meledak seperti sebuah Badai, gerakan Feng Lei tiba-tiba terhenti dan terhempas oleh Niat Pedang yang sangat kuat.
Ribuan Qi Pedang mulai terbentuk dan mulai menyatu menjadi satu Qi Pedang Cahaya dengan ukuran yang sangat besar. Jantung Feng Lei berdegup sangat kencang dan keringat dingin mulai bercucuran, dia merasa sangat ketakutan melihat keganasan Qi Pedang ini.
"Mati." Xiao Yuan melambaikan tangannya dan Qi Pedang Cahaya itu berayun kearah Feng Lei.
Feng Lei ditekan oleh Niat Pedang yang sangat kuat dan tidak memungkinkannya untuk menghindar.
__ADS_1
"Xiao Yuan... kali ini kau menang karena aku terlalu meremehkanmu, aku akan mengingat ini sebagai hutang dan saat nanti kita bertemu lagi aku akan menunjukan kekuatan sebenarnya dari Teknik Binatang Suci Qilin." Teriak Feng Lei dengan penyesalan.
*Boom.*
Qi Pedang Cahaya itu menghancurkan tubuhnya dan membelah tanah hingga ratusan meter, jurang yang dalam dan panjang terbentuk oleh keganasan Qi Pedang Xiao Yuan. Semua Ras Monster yang melihat pertarungan ini segera melarikan diri, jika Feng Lei kalah maka apa gunanya tetap tinggal.
Saat ini Xiao Yuan mungkin terlihat kelelahan namun bukan berati dia melemah, orang kecil seperti mereka bukanlah tandingannya dan lebih baik untuk menyelamatkan diri demi mempertahankan Poin mereka.
Tiba-tiba dijalur pelarian mereka terlihat Badai Salju yang sangat besar menyapu semua Ras Monster, tubuh mereka membeku dengan cepat dan Badai itu menghancurkan mereka hingga berkeping-keping.
Xiao Yuan mengatur ulang nafasnya dan terlihat sangat waspada, namun ketika dia melihat asal sumber dari serangan itu ekspresinya berubah dan tidak bisa menahan senyumnya yang bahagia.
Lei Yun Ting perlahan turun kearah Xiao Yuan dan tanpa basa basi dia memeluknya dengan erat, dia tidak bisa menahan air mata bahagianya dan hatinya penuh dengan perasaan hangat yang sudah lama tidak dia rasakan.
Xiao Yuan memeluknya dengan erat dan merasakan hal yang sama dengan Lei Yun Ting, "Aku sempat berpikir apakah kau berada di Wilayah Leluhur atau tidak... maafkan aku karena keterbatasanku yang tidak memungkinkan untuk mencarimu terlebih dahulu !"
__ADS_1
"Hiks... melihat orang yang aku sayangi tetap aman dan sehat sudah lebih dari cukup untukku. Suamiku sudah bekerja keras untukku... dalam hidup ini aku tidak akan memiliki penyesalan." Kata Lei Yun Ting dengan jujur.
Xiao Yuan merasa sangat bahagia karena Lei Yun Ting mau memahami kondisinya, dia mencium kening Lei Yun Ting dan tidak berniat untuk mengakhiri hal ini dengan cepat. Biarkan Lei Yun Ting melepaskan semua perasaannya dan dia akan menerima semuanya dengan senang hati.