KAISAR PERANG

KAISAR PERANG
Bab 147 - Maju atau Mundur


__ADS_3

Xiao Yuan memegang bahu Qin Yue dan berkata, "Pergilah bersama dengan yang lainya dari Kota Awan, berikan kabar ini pada para Orang Tua itu secepat mungkin !"


"Biarkan Saudaramu saja yang pergi dan aku akan tetap disini denganmu. Aku akan melakukan yang terbaik untuk tidak membebanimu." Qin Yue terlihat sangat bersungguh-sungguh.


Xiao Yuan menghela nafas panjang dan merasa percuma jika meyakinkan gadis ini. Namun entah mengapa dia cukup senang karena masih ada yang peduli dengan nasib banyak orang.


Xiao Yuan melihat kearah ketiga Saudaranya dan berkata, "Kakak... kalian harus segera kembali dan pastikan untuk meminta bantuan Kakek secara langsung."


"Jika kau tetap tinggal maka kami..."


"Kakak... aku tidak akan mengulangi perkataanku. Jangan membuatku melakukan tindakan kasar dan melumpuhkan kalian disini, semakin cepat Kakek datang kemari maka tingkat bencana ini mungkin akan berakhir." Kata Xiao Yuan dengan tegas.


Xiao Kang merasa tidak senang dengan hal ini dan berkata, "Apakah kau bermaksud untuk bunuh diri ditempat ini, Kakek akan membunuhku jika tahu kalau aku pergi meninggalkanmu. Apakah layak dirimu yang berbakat mati ditempat ini demi mereka !"


Xiao Yuan memegang bahu Xiao Kang dan tersenyum, "Dulu Ayahku pernah berkata bahwa semakin kuat dan dewasanya seseorang akan memiliki tanggung jawab yang harus dipikul dipundaknya, awalnya aku tidak terlalu paham dengan hal ini namun seiring berjalannya waktu aku mulai mengerti maksudnya !"

__ADS_1


Xiao Yuan melanjutkan, "Kota Awan adalah milik Keluarga Xiao... mereka yang tinggal disini yakin bahwa Keluarga Xiao akan melindungi mereka dari segala ancaman. Bagaimana mungkin aku mengkhianati kepercayaan mereka, setidaknya aku akan mati bukan sebagai pecundang yang tidak bertanggung jawab. Kakak adalah orang yang akan menjadi Patriak masa depan Keluarga Xiao, jadi jangan bertindak egois. Semakin cepat Kakek datang kemari maka peluang hidupku akan semakin tinggi !"


Xiao Kang menundukkan kepalanya dan berkata dengan sedih, "Sekarang aku mulai ragu dengan terpilihnya diriku sebagai Patriak masa depan, kau memiliki kelayakan untuk itu !"


"Tolong jangan katakan itu... aku tidak pernah menginginkan gelar Patriak, kita masih muda dan perlu belajar. Seiring berjalanya waktu Kakak juga akan mengetahui hal ini asalkan Kakak keluar melihat Dunia yang sebenarnya." Xiao Yuan berkata dengan santai.


"Baiklah kalau begitu... berusahalah untuk tetap hidup, jika kau tidak bisa menghadapinya maka lari dan selamatkan nyawamu. Tidak akan ada orang yang akan menyalahkanmu atas bencana ini !" Kata Xiao Kang dengan santai.


Xiao Dong dan Xiao Yang juga memikirkan hal yang sama, mereka sadar bahwa Adik mereka sudah tumbuh menjadi Pria yang luar biasa. Bahkan mereka sendiri merasa malu jika dibandingkan dengan Adiknya yang hebat, mungkin ini adalah sebuah pelajaran yang berharga bagi mereka dimasa depan.


Qin Yue mengikutinya disamping dan merasa senang karena Xiao Yuan tidak menolaknya. Ye Lin yang melihat kepergian mereka masih terlihat sangat bimbang.


Dirinya sangat ingin pergi dan bertarung dengan Beast yang mengancam Kota Awan, namun tangannya tidak bisa berhenti gemetar dan ketakutan akan kematian melanda hatinya.


Tang Yu yang melihat hal ini menggelengkan kepalanya dan berkata, "Saudara Ye Lin... disini bukanlah tempat kita dan jangan samakan dirimu dengannya. Xiao Yuan bahkan bisa bertarung seimbang melawan Monster itu, bagaimanapun juga kekalahan kita adalah hal yang wajar."

__ADS_1


Yun Shuang yang mendengar hal ini juga sependapat dengan Tang Yu. Terlebih Gelombang Beast ini bukanlah sesuatu yang bisa mereka hadapi, Qin Yue memilih tetap tinggal dan berada disamping Xiao Yuan.


Yun Shuang tidak mengerti dengan jalan pikirannya, apakah dia harus menyebut Qin Yue bodoh atau pintar. Disisi lain dia cukup mengaguminya bahwa dia bersedia menemani orang yang dia suka bahkan dalam keadaan berbahaya seperti ini, sangat jarang ada seseorang yang melakukan hal sampai seperti ini untuk orang lain.


"Sudah kuputuskan... aku akan membantunya, aku adalah Jenius dari Keluarga Ye dan rasa takut ini sangat mengganggu. Aku tidak bisa mempermalukan nama Keluargaku dan lebih baik mati dimedan pertarungan !" Kata Ye Lin dengan tegas.


Ye Lin terbang dengan cepat dan berniat untuk menyusul Xiao Yuan. Tang Yu yang melihat hal ini sedikit bingung, namun apa yang dikatakan Ye Lin membuatnya mengerti bahwa jika dia kembali maka dia akan menanggung malu untuk seumur hidupnya.


Walaupun Xiao Yuan mematahkan satu tangannya hal ini terbilang cukup murah. Lengan yang patah masih bisa disembuhkan dan harga diri yang hilang mungkin bisa kembali, segera dia terbang dan berniat menyusul Ye Lin.


Xiao Kang dan kedua Saudaranya pergi, Yun Shuang yang melihat mereka memutuskan untuk kembali. Dirinya tidak mau mengikuti Ye Lin dalam menghalau Beast yang jelas mereka akan dikalahkan.


Jadi lebih baik memilih pilihan aman dan pergi bersama Xiao Kang, kebanyakan Tuan Muda lainya juga memikirkan hal yang sama dengan Yun Shuang.


Bagaimanapun juga mereka tidak ingin ikut dan meresikokan nyawa mereka. Kota Awan bukan milik mereka dan tidak ada alasan untuk tetap tinggal, nyawa mereka jauh lebih penting dari apapun dan kembali adalah pilihan yang paling tepat untuk saat ini.

__ADS_1


__ADS_2