
Aura Hitam menyelimuti tubuh Xiao Yuan dan dia bergegas mundur, sebuah Anak Panah yang ditembakkan oleh Qin Yue mengejarnya dan Xiao Yuan menangkis semuanya dengan Pedang Dewa Petir.
Qin Yue melesat kearah Xiao Yuan dan menggunakan Pedangnya, Lei Yun Ting juga melakukan hal yang sama dan mereka berdua menyerang Xiao Yuan dikedua sisi yang berbeda.
Cai Lin yang melihat hal ini mulai mempelajari gaya bertarung dari mereka. Walaupun dia hanya seorang Alkemis namun mulai saat ini dia harus belajar lebih banyak dalam pertarungan.
Xiao Yuan tersenyum dan berlari kearah Lei Yun Ting, kedua Pedang mereka saling bertemu dan Xiao Yuan menahannya dengan baik. Sayap Api Emas muncul dipunggungnya dan gerakan Qin Yue ditahan dengan mudah.
*Klang... Klang... Klang.*
Mereka berdua terus menerus memainkan Gaya Pedang mereka dan terlihat sangat gigih. Xiao Yuan sendiri menahannya dengan baik dan tidak memiliki celah dalam pertahanannya.
Xiao Yuan melepaskan Auranya dan membuat mereka berdua mundur, Qin Yue pergi kesamping Lei Yun Ting dan berniat untuk membuat rencana.
"Saudari... dia memiliki pertahanan yang sangat kuat, satu-satunya cara adalah dengan penggabungan Teknik kita dan menciptakan titik buta untuk menyerangnya." Qin Yue berkata dengan sungguh-sungguh.
Lei Yun Ting mengangguk dan berkata, "Kalau begitu buat pusaran angin dan sisanya serahkan padaku !"
Qin Yue mengeluarkan Busurnya dan menuangkan Origin Qi miliknya dalam jumlah yang besar, segera dia melepaskan Busurnya dan Angin Tornado mulai terbentuk dan mengurung Xiao Yuan.
Lei Yun Ting mendesak Garis Keturunan miliknya dan Butiran Es mulai menyatu dengan Angin Tornado membentuk Badai Es yang tebal.
__ADS_1
Xiao Yuan tersenyum puas dan berkata, "Kerja sama yang sangat baik, sepertinya aku masih meremehkan kemampuan kalian."
Lei Yun Ting dan Qin Yue masuk kedalam Badai Es dan mengunci posisi Xiao Yuan, bilah-bilah Es yang tajam melesat kearah Xiao Yuan dengan Aura dingin yang menakutkan.
Tempat ini sudah seperti sebuah penjara dan membuatnya sulit untuk melihat sekelilingnya, namun Teknik yang baru dibuat masih memiliki banyak kekurangannya yang sangat jelas.
Menerobosnya adalah hal yang mudah mengingat Kekuatan Fisiknya yang kuat, namun Xiao Yuan lebih memilih melihat seberapa jauh mereka dapat memaksimalkan potensi mereka.
Sayap Api Emas menangkis semua Bilah Es dan Xiao Yuan tersenyum, "Aku akan mencoba Teknik dari Iblis itu Ruang Kegelapan !"
Xiao Yuan mendesak Origin Qi miliknya dan kegelapan dibawah kakinya mulai menyebar sangat luas. Kegelapan itu membentuk sebuah kubah yang mengisolasi mereka.
Lei Yun Ting merasakan perasaan yang tidak enak dan hanya ada kegelapan disekitarnya, "Teknik yang sangat merepotkan !"
*Bug.*
Seseorang memukul leher bagian belakangnya dan Lei Yun Ting jatuh pingsan, Qin Yue juga mengalami hal yang sama dan saat ini mereka berdua pingsan.
Sekarang Xiao Yuan mengerti hal baru tentang Teknik ini, menciptakan Kegelapan sebagai ruang isolasi. Hawa keberadaannya sama sekali menghilang dan menyatu dengan Kegelapan itu sendiri, jika dikombinasikan dengan Teknik Kekuatan Jiwa maka kerusakan yang dimiliki musuhnya akan jauh lebih besar.
Kubah Kegelapan mulai menghilang dan Xiao Yuan membawa Lei Yun Ting dan Qin Yue, segera dia mengirimnya ke Rumah kecil miliknya dan membiarkan mereka untuk beristirahat.
__ADS_1
Cai Lin berlari kearahnya dan berkata, "Kemana mereka pergi dan bagaimana kondisi mereka ?"
Xiao Yuan merangkul Cai Lin dan membawanya duduk dibawah pohon, "Hanya pingsan... aku tahu batasanku sendiri. Setelah beberapa waktu mereka akan bangun."
"Aku sudah Memurnikan Pil Roh untuk berjaga-jaga... tapi sepertinya mereka tidak membutuhkannya !" Cai Lin berkata dengan santai.
"Kau bisa memberikannya nanti." Xiao Yuan berkata dengan santai.
Cai Lin tersenyum dan memegang tangan Xiao Yuan, dia mengambil jarinya telunjuknya dan sedikit bersikap manis. Cai Li memasukkannya kedalam mulutnya dan Xiao Yuan terkejut dengan Cai Lin yang mengambil inisiatif.
"Argh." Xiao Yuan mengerang kesakitan dan Cai Lin menggigitnya dengan keras.
Xiao Yuan menarik kembali tangannya dan darah mulai keluar. Cai Lin menyeka mulutnya dan tersenyum sangat puas.
"Karena Kakak sudah terluka maka pertandingan ini dimenangkan oleh kami !" Kata Cai Lin dengan bangga.
Xiao Yuan sangat terkejut dan berkata, "Bukankah hanya mereka berdua yang bertarung dan mengapa kau menjebaku."
"Perjanjian sudah dibuat dan kami tidak mengatakan bahwa aku tidak ikut. Sebagai Pria yang baik... Kakak harus menepati perkataannya." Cai Lin tersenyum dan sangat puas dengan rencana kecilnya.
"Persetan dengan Pria yang baik." Xiao Yuan menerjang Cai Lin dan mulai melakukan sedikit hukuman.
__ADS_1