
Xiao Dong menggelengkan kepalanya dan berpikir kalau Xiao Yuan hanya bercanda. Jangankan Yun Shuang bahkan untuk mendapatkan Gadis dari Keluarga lain akan sulit untuknya, abaikan soal penampilan Xiao Yuan.
Kondisinya yang tidak bisa berkultivasi membuat mereka tidak akan mau mendekatinya. Tidak ada gunanya mengambil Pria yang masa depannya tidak jelas, namun Xiao Yuan juga merupakan anggota Keluarga Xiao dan Anak dari Pamannya.
Dari kedua Saudaranya yang lain mungkin Xiao Yuan yang bisa disebut Keluarga yang sesungguhnya. Xiao Dong tidak perlu bertindak waspada karena sejak awal Xiao Yuan tidak akan bisa menjadi seorang Patriak.
Xiao Dong terlihat serius dan berkata, "Xiao Yuan... aku ingin bertanya sesuatu padamu. Jika kau harus memilih Patriak masa depan, siapa yang akan kau dukung ?"
"Aku tidak akan memilih siapapun... aku tahu kalian bertiga selalu bertarung untuk memperebutkan posisi ini. Bagiku kalian itu semua sama... selama kalian tidak saling membunuh maka aku tidak akan membenci kalian."
Xiao Yuan melanjutkan, "Itu juga berlaku untukku... bahkan jika Kakek memberikan posisi ini secara gratis maka aku akan menolaknya. Bagiku menjadi Patriak hanya akan merepotkan dan aku masih ingin berpetualang untuk melihat banyak keajaiban."
Xiao Dong tersenyum puas dan tidak keberatan dengan pilihan Xiao Yuan. Lagi pula tidak ada artinya Xiao Yuan ambil bagian atau tidak, dia hanya ingin memastikan apakah Xiao Yuan akan memihak atau tidak dan sepertinya apa yang dikhawatirkan olehnya hanyalah hal yang sia-sia.
"Sepertinya kita sudah mencapai Wilayah perbatasan dari Keluarga Pusat !" Xiao Dong melihat keluar jendela.
__ADS_1
Xiao Yuan juga melakukan hal yang sama dan tempat ini jauh lebih bagus dari Kota yang diatur Ayahnya. Setiap bangunan memiliki desain yang bagus dan Penjaga perbatasan merupakan Kultivator Tingkat Langit.
Bagaimanapun juga kekuatan semacam ini hanya dimiliki mereka yang berasal dari Kekuatan teratas di Benua Zien. Xiao Yuan melihat banyak sekali orang yang lewat dan perlahan Kereta miliknya mendarat ketanah.
Mereka semua melompat kebawah dan para bawahan dari Xiao Dong memutuskan untuk mundur. Penjaga berlari kearah mereka berdua dan memberi hormat dengan sopan.
"Salam untuk kedatangan kedua Tuan Muda, Tetua Agung dan Patriak sudah menunggu kalian. Saya akan mengantar kedua Tuan Muda untuk pergi kesana !" Kata Penjaga itu dengan sopan.
"Tunjukan jalannya !" Xiao Dong meminta Penjaga itu untuk menunjukan jalanya.
Setelah beberapa waktu perjalanan akhirnya mereka sampai didepan Aula, "Tuan Muda kedua dan Tuan Muda keempat sudah tiba, mohon berikan ijin untuk masuk kedalam Aula !"
Tiba-tiba Pintu Aula terbuka dan angin yang kuat bertiup kearah mereka. Disana terlihat Patriak Keluarga Xiao yaitu Paman Xiao Ra dan Tetua Agung Xiao Situ duduk dikursi dengan tenang.
Xiao Yuan dan Xiao Dong maju memberi penghormatan, "Salam untuk Patriak dan Tetua Agung, Anak ini sudah melihat orang dewasa !"
__ADS_1
Xiao Ra menganggukkan kepalanya dan berkata, "Karena ini bukan acara resmi maka kalian tidak perlu berbicara terlalu formal. Untuk saat ini kalian bisa pergi ke Kolam Revitalis dan memulai latihan, kedua Saudara kalian sudah ada disana dan jangan lewatkan kesempatan ini !"
Xiao Dong tersenyum dan terlihat sangat senang dengan hal ini. Kolam Revitalis dan mengeluarkan ketidakmurnian didalam dirinya dan ini akan sangat bagus untuk melakukan terobosan dimasa depan.
Xiao Yuan menelangkupkan tinjunya dan berkata, "Maafkan saya Patriak... bisakah saya langsung bertemu dengan Kakek dan memberi salam hormat kepadanya."
Xiao Ra sangat terkejut mendengar hal ini, namun sebelum dia berbicara Tetua Agung segera memotongnya, "Bocah... Kolam Revitalis sangat bagus untukmu. Walaupun Dantianmu yang cacat itu tidak akan pulih, namun akan bagus jika kau pergi. Karena Keluarga Xiao sudah memberikan kebaikan ini maka jangan banyak bicara dan lakukan saja."
"Tetua Agung !" Teriak Xiao Ra dengan marah.
Bagaimanapun juga Xiao Yuan merupakan Tuan Muda keempat dan sekaligus keponakannya, dia tidak bisa membiarkan orang lain mempermalukannya begitu saja.
Xiao Yuan tersenyum dan berkata, "Tetua Agung memang bijak... namun dari pada memberikan kebaikan semacam ini kepada seorang sampah, bukankah lebih baik mencari orang lain yang memiliki potensi yang jauh lebih besar. Ini adalah perkataan Tetua Agung dan yang lainya sewaktu dulu... apakah sekarang kalian mengijinkan sampah sepertiku untuk hal ini."
Tetua Agung Xiao Situ tersenyum dan berkata dengan jijik, "Sepertinya kau sadar akan posisimu... jika kau tidak ingin maka jangan lakukan. Tunggulah di Mansion sampai Saudaramu yang lain keluar, jangan katakan kalau aku yang membuly dirimu karena semua ini kau yang menginginkannya !"
__ADS_1
Xiao Yuan menelangkupkan tinjunya dan berjalan keluar, "Membulyku.... hehehe... bahkan kau tidak memenuhi syarat untuk bertarung denganku."