KAISAR PERANG

KAISAR PERANG
Bab 142 - Lari


__ADS_3

Xiao Yuan membuka matanya dan buru-buru berdiri, Qin Yue yang melihat hal ini sangat terkejut dan bingung dengan reaksi Xiao Yuan.


"Ada apa ?" Tanya Qin Yue dengan penasaran.


Xiao Yuan mengabaikan perkataan Qin Yue dan melihat keatas langit. Bing keluar dari dalam Liontin dan berkata, "Nak... ada Aura membunuh yang kuat bergerak kearahmu. Kekuatannya tidak lemah dan aku merasakan darah dari Ular Naga, berhati-hatilah... walaupun ini bukan Naga Sejati namun Ular Naga masih memiliki Garis keturunan yang tidak murni."


Xiao Yuan mengangguk dan berteriak, "Kalian semua pergi dari tempat ini... hancurkan Token kalian dan kembali ke Kota Awan !"


Semua orang yang mendengar peringatan dari Xiao Yuan menjadi bingung, namun sebelum mereka menanyakan penyebabnya tiba-tiba sebuah sosok diatas langit memancarkan Niat membunuh yang mengerikan.


Ye Lin dan Tang Yu merasakan penindasan yang luar biasa dari Aura ini, Cang Mo hanya menunjukan senyumnya dan tidak sabar untuk bermain dengan ratusan orang ini.


Cang Mo perlahan turun dan melambaikan tangannya, sebuah telapak tangan yang terbentuk dari Qi melesat langsung kearah kerumunan orang.


*Boom.*


Puluhan orang mati dibawah tekanan dari Telapak Tangan Cang Mo dan menjadi genangan darah, Aura membunuh Cang Mo meledak dengan gila dan membuat semua orang merasa ketakutan.


Yun Shuang melihat kearah Ye Lin dan sangat terkejut, bahkan Ye Lin merasa sangat suram dan tubuhnya bergetar hebat. Setidaknya orang yang menyerang mereka adalah Ahli Tingkat Penciptaan Lapisan kedua atau mungkin lebih hebat.

__ADS_1


"Hahaha... siapa diantara kalian yang mau mati duluan, Tuan Muda ini sungguh sangat bosan !" Cang Mo melihat kearah Ye Lin dan Tang Yu dengan ganas.


Cang Mo berpikir kalau mereka adalah yang terkuat ditempat ini dan segera dia melaju kearah mereka.


Tangan kanannya diselimuti Aura merah yang mengerikan dan membentuk cakar yang tajam, Cang Mo berniat untuk membunuh mereka semua dan memuaskan dirinya.


*Klang.*


Xiao Yuan muncul didepan Cang Mo dan menghadangnya, dia menahan cakar dari Cang Mo menggunakan Pedang Dewa Petir dan terseret kebelakang.


Xiao Yuan terlempar sangat jauh dan tubuhnya menabrak tebing dengan keras, Cang Mo sedikit kesal dengan Xiao Yuan yang mengganggu dirinya yang akan membunuh.


Qin Yue manarik busurnya dan melepaskanya kearah Cang Mo, Anak panah yang dilapisi dengan angin yang tajam memancarkan Aura membunuh yang kuat.


"Semut lemah yang tidak tahu batasannya !" Cang Mo mengangkat satu jarinya dan menahan Anak Panah Qin Yue dengan santai.


Segera dia mendorong Anak Panah itu kembali dan Anak Panah itu berbalik menyerang kearah Qin Yue. Semua orang tidak bisa menahan keterkejutannya dan terlihat sangat panik.


Namu sebuah Qi Pedang tiba-tiba muncul dan menghancurkan Anak Panah yang bergerak kearah Qin Yue. Cang Mo tersenyum dan melihat kearah debu asap, dia tidak menyangka kalau akan ada seseorang yang dapat bermain dengannya.

__ADS_1


Xiao Yuan perlahan keluar dan pakaian yang digunakannya rusak parah, Aura merah yang dimiliki Cang Mo sangat berbahaya dan daya hancurnya sangat mengerikan.


Jika bukan karena Xiao Yuan melapisi tubuhnya menggunakan Qi miliknya, takutnya dia akan menderita dibawah Cakar milik Cang Mo.


"Hei... kau perlu melewati Mayatku terlebih dahulu sebelum menyentuhnya. Auramu itu sama sekali tidak asing namun jauh lebih hebat dari yang pernah aku lawan, apakah kau berasal dari Kelompok Penyembah Naga !" Tanya Xiao Yuan dengan dingin.


Cang Mo tersenyum dan berkata, "Sepertinya kau tidak sengaja melawan salah satu eksperimen kami. Kau benar... aku adalah salah satu petinggi di Kelompok Penyembah Naga Cang Mo, karena kau memiliki sedikit kualifikasi maka sebutkan namamu. Setidaknya aku akan mengingat namamu sebelum kau mati, ya... walaupun pada akhirnya aku melupakannya."


"Tuan Muda keempat dari Keluarga Xiao, Anak dari Xiao Rong dan Hu Yan. Namaku adalah Xiao Yuan... ingat baik-baik namaku... karena ini adalah nama yang nanti akan membunuhmu !" Kata Xiao Yuan dengan tegas.


Cang Mo mengerutkan keningnya dan Kekuatan Jiwa yang kuat meledak dari tubuhnya, Xiao Yuan yang melihat hal ini juga mendesak Kekuatan Jiwa miliknya.


Kedua hal ini saling bertabrakan dan menciptakan Gelombang Kekuatan Jiwa yang sangat kuat, semua orang merasakan sakit dikepala mereka dan memuntahkan seteguk darah. Saat ini Jiwa mereka seolah sedang dicabik-cabik dan hal ini sangat menyiksa untuk mereka.


Xiao Yuan mengirimkan pesan Kesadaran Ilahi miliknya kepada semua orang selain Cang Mo, "Pergi sekarang juga... aku tidak memiliki keyakinan untuk seratus persen menang melawannya. Jika kalian tetap disini maka hanya akan ada kematian yang menunggu kalian, pergi ke Kota Awan dan aku akan menahan Monster ini."


Tanpa pikir panjang semua orang mengeluarkan Token Pemindahan dan menghancurkannya, segera Array muncul.dibawah kaki mereka dan satu persatu mereka dipindahkan ke Kota Awan.


Qin Yue sedikit ragu untuk meninggalkan Xiao Yuan sendiri dan menghadapi Monster ini, tetapi Xiao Dong berusaha meyakinkan bahwa jika mereka tetap disini mereka hanya akan menjadi beban bagi Xiao Yuan.

__ADS_1


Selama Xiao Yuan memiliki Token Pemindahan maka semuanya akan baik-baik saja, maka pilihan terbaik yang mereka miliki sekarang adalah lari demi keselamatan nyawa mereka.


__ADS_2