KAISAR PERANG

KAISAR PERANG
Bab 482 - Akhir Dari Sima Gui


__ADS_3

Sima Gui mendesak Demon Qi miliknya dan pilar hitam yang sangat besar mulai muncul dari dalam tanah. Petir yang bercampur Demon Qi yang sangat ganas mulai berkumpul diatas langit dan berubah menjadi seekor Naga Petir Hitam yang mengerikan.


Naga Petir itu melesat kearah Xiao Yuan dengan Demon Qi yang mengerikan. Xiao Yuan mendesak Saint Qi miliknya dan menggabungkannya dengan Niat Pedang Tak Terkalahkan. Qi Pedang yang sangat besar mulai terbentuk dan berayun kearah Naga Petir.


Keduanya saling bertabrakan dan menciptakan Badai Aura yang sangat ganas. Qi Pedang Emas yang sangat ganas keluar dari Badai Aura dan menusuk dada Sima Gui.


Dadanya terlihat memiliki lubang dan darah menyembur dari luka dan mulutnya, Xiao Yuan menerjang kearahnya dengan kecepatan yang luar biasa. Angin Kematian dan Kehidupan menyelimuti tangannya, kali ini dia berniat untuk mengakhiri hidup Sima Gui dengan Hukum Kehidupan dan Kematian.


"Pergilah ke neraka !" Xiao Yuan meninju dada Sima Gui dengan sangat keras dan membuatnya terpental keatas langit.


Angin Kehidupan dan kematian membungkusnya seolah ingin menelannya hidup-hidup, setengah tubuhnya perlahan hancur tanpa sisa dan setengahnya lagi terlihat masih segar. Sima Gui hanya bisa berteriak kesakitan dan Vitalitas ditubuhnya sangat kacau.

__ADS_1


*Boom.*


Sisa tubuhnya meledak diatas langit dan darah jatuh seperti hujan. Sima Gui mati dibawah keganasan Angin Kehidupan dan Kematian sedangkan Xiao Yuan terlihat kelelahan.


Setelah kematian Sima Gui luka luar ditubuhnya perlahan menutup dan Xiao Yuan terlihat sama sekali tidak senang. Sebuah Giok berwarna ungu jatuh ketanah bersamaan dengan Cincin Ruang milik Sima Gui.


Xiao Yuan mengambil semuanya dan terdapat banyak harta berharga disana. Tapi apa yang paling berharga adalah Giok Pasif ditangannya saat ini, sekarang Dunia ini merupakan miliknya dan ketika Xiao Yuan memurnikannya maka dia akan menjadi pemilik yang sah.


"Ya... aku terlalu ceroboh karena menanggapinya dan sedikit terbawa emosi. Terimakasih sudah datang dan menyelamatkanku." Xiao Yuan berterimakasih dengan tulus.


Namun alasan dia meladeni Sima Gui dalam pertarungan adalah jika dia pergi maka akan ada banyak nyawa yang mati disana. Mungkin dia bisa membawa Qin Yue dan Cai Lin pergi, tapi hati nuraninya tidak akan tega melihat orang-orang yang tidak bersalah mati.

__ADS_1


"Tidak masalah... sekarang kau sudah menjadi buruan dari salah seorang Kaisar, kau juga tidak ingin bantuan dariku dan memutuskan untuk menyelesaikannya sendiri. Tapi aku curiga hal ini tidak sesederhana seperti apa yang kau pikirkan !" Kata Bing dengan jujur.


"Apa maksudmu ?" Tanya Xiao Yuan dengan penasaran.


"Kaisar Darah mengincar Liontin Emas tapi ada sesuatu yang aneh. Liontin Emas tidak pernah ada dalam catatan manapun dan jika dia bilang kalau Kaisar Darah menemukan sebuah catatan tentang Liontin Emas maka semuanya hanya omong kosong. Kemungkinan terbesar ada pihak ketiga yang ikut ambil bagian, orang yang mengetahui keberadaan Liontin Emas adalah mereka keempat Kaisar Kuno." Bing sedikit membuat tebakannya.


"Bukankah mereka sudah mati ditangan Kaisar Perang ?" Tanya Xiao Yuan dengan penasaran.


"Tubuh memang bisa hancur tapi tidak untuk Jiwa, bukankah Leluhur Pulau Melayang adalah contoh terbaik saat ini. Tapi terlepas dari benar atau tidak itu masih belum pasti, mulai sekarang kau harus tetap berhati-hati. Pulihkan kondisimu dan segera temui mereka di Kediaman Keluargamu." Kata Bing dengan santai.


"Baik." Xiao Yuan duduk ditanah dan menelan beberapa Pil Roh untuk memulihkan diri.

__ADS_1


__ADS_2