KAISAR PERANG

KAISAR PERANG
Bab 374 - Gawat


__ADS_3

Disisi lain Chang Sheng saat ini sedang dikejar empat orang Ahli Tingkat Primordial Lapisan kedua. Luka ditubuhnya terlihat sangat jelas dan banyak orang-orangnya yang mati. Chang Sheng meminta Tao Lingwan untuk lari bersama yang lainya, sedangkan dirinya akan menjadi umpan dan mencoba untuk lari.


Kondisi Tao Lingwan bahkan lebih buruk dan sekarang mereka sudah mendapatkan tempat persembunyian yang aman.


"Putra Dewa berlari seperti tikus... apakah kau tidak malu dengan gelar milikmu !" Teriak salah seorang Pria yang mengejar Chang Sheng.


Chang Sheng sama sekali tidak memperdulikan hal ini dan memilih untuk menjauh, mereka tidak berada diumur yang sama dan sejak awal Putra Dewa hanya julukan bagi Jenius Muda yang mendapatkan pengakuan dari Leluhur Pulau Melayang dan tidak ada hubungannya dengan basis Kultivasi mereka.


Jika Chang Sheng diberikan beberapa tahun waktu untuk berlatih, setidaknya perkembangannya akan melampaui mereka semua. Tapi saat ini kondisinya sudah terpojok dan sejauh apapun dia berlari pasti ada batasan dalam tenaganya, terlebih dia sudah terluka cukup parah dan pergerakannya mulai melambat.


Salah seorang Pria mengeluarkan sebuah Cambuk dan mengayunkannya, kaki Chang Sheng terjerat oleh Cambuk itu dan membuatnya berteriak kesakitan. Pria itu menarik Chang Sheng dan memutar Cambuknya, tubuh Chang Sheng berputar-putar dan menghantam tanah dengan sangat keras.


Darah menyembur dari mulutnya dan Chang Sheng hanya memiliki sedikit sisa tenaganya saat ini. Segera dia mengeluarkan Artifak Seruling miliknya dan berniat menyerang dengan sisa tenaganya.


Namun salah seorang Pria turun dan menendang tangannya, Seruling itu terlepas tangannya dan tubuh Chang Sheng diduduki oleh seorang Pria.


Tangan Pria itu mencengkram leher Chang Sheng dan menahannya ditanah, "Sudah cukup kejar-kejarannya... katakan dimana Gadis itu bersembunyi, aku akan memberikanmu kematian yang cepat jika kau mengatakannya !"


"Cough... apa bedanya... bukankah sama saja dengan mati, kalian berasal dari Gedung Pembunuh bukan. Katakan siapa yang membayar kalian ?" Chang Sheng berkata dengan lemas dan kesadarannya mulai buyar.

__ADS_1


"Hahaha... kau cukup cerdas dan tidak bisakah kau menebak siapa musuhmu itu. Kalian Putra Dewa selalu bersaing satu sama lain, apakah sekarang kau tahu siapa yang menyuruh kami melakukannya !" Kata Pria itu dengan jijik.


"Sialan... mengapa kau memberitahunya, sudah menjadi aturan Gedung Pembunuh untuk tidak memberitahu identitas pelanggan." Teriak Teman Pria itu dengan marah.


"Tenang saja... lagi pula dia juga akan mati dan tidak..."


*Bang.*


Sebuah cahaya melesat dari atas langit dan Xiao Yuan menunjukan sosoknya, dia melihat kearah Cheng Sheng yang tampak menyedihkan dan menghela nafas panjang.


Xiao Yuan menjentikkan jarinya dan menciptakan gelombang kejut dari Qi miliknya, keempat orang itu dipaksa mundur dan Xiao Yuan melihat kearah Chang Sheng.


Xiao Yuan memasukan Pil Roh kedalam mulut Chang Sheng dan menghentikan pendarahannya, dia sama sekali tidak menganggap mereka berempat sebagai masalah yang serius.


Mereka berempat menggertakan giginya dengan kesal, dengan cepat salah seorang Pria maju dan Qi yang tajam menyelimuti tangannya. Mata Xiao Yuan mulai bersinar dan dengan cepat dia bergerak kearah Pria itu.


Xiao Yuan menghindari tangan Pria itu dan meninju wajahnya dengan sangat keras, Petir Emas meledak dari tinjunya dan menghancurkan kepala Pria itu.


Darah menyembur dari tubuhnya dan ketiga Pria yang berada dibelakang mundur, Xiao Yuan mengeluarkan Pedangnya dan Aura membunuhnya meledak dengan gila.

__ADS_1


"Dia berada dibawah perlindunganku.... menyentuhnya maka sama saja mencari kematian !" Kata Xiao Yuan dengan dingin.


"Sombong sekali." Cambuk mulai berayun kearah Xiao Yuan dan melilit tubuhnya.


Origin Qi meledak dan Xiao Yuan menarik Cambuk itu dengan sekuat tenaganya, tubuh Pria itu perlahan ditarik kearah Xiao Yuan dan merasakan tekanan yang luar biasa.


Dua orang muncul disamping Xiao Yuan dan bentuk Jiwa mereka mulai muncul, Bentuk Jiwa Tubuh itu memancarkan Aura yang ganas dan masing-masing Bentuk Jiwa memiliki kekuatan yang berbeda.


Kedua Tinju yang ganas diarahkan langsung kepada Xiao Yuan dikedua sisi, Sayap Api Petir Emas menangkis kedua Tinju itu dan menciptakan dentuman yang keras.


Xiao Yuan mengepakkan Sayap Api Petir Emas dan mendorong keduanya mundur, segera dia menyerap Aura disekitarnya dalam jumlah yang besar dan kekuatannya melonjak. Xiao Yuan melesat kedepan dan mengeluarkan Pedangnya.


Melihat Xiao Yuan maju membuat Pria yang memegang Cambuk menjadi panik, dia mendesak Origin Qi miliknya dan Bentuk Jiwa yang mirip sebuah Perisai muncul didepannya.


Xiao Yuan tersenyum dan berkata, "Terlalu lemah."


Pedang ditangannya berdengung dan diselimuti oleh Petir Emas. Xiao Yuan mengayunkan Pedangnya dan menghancurkan Bentuk Jiwa itu dengan sekali serang.


*Slash.*

__ADS_1


Pedang Pemakan Jiwa memakan Bentuk Jiwa dari Pria itu dan kepala dari Pria itu terpotong dengan Niat Pedang yang kuat.


__ADS_2