KAISAR PERANG

KAISAR PERANG
Bab 338 - Domain Pedang Tak Tertandingi


__ADS_3

Xiao Yuan dilempar terus menerus dan Chang Sheng tertawa bahagia, setelah dia menggunakan Jiwa Seruling Penghancur maka lawannya hanya akan bergerak dibawah telapak tangannya.


Namun dia cukup kagum bahwa kekuatan fisik dari musuhnya sangat luar biasa, dia menggunakan Gelombang Aura yang kuat berkali-kali dan tidak menghancurkan tubuhnya.


Namun dia cukup senang karena dapat membungkam lawannya dengan kekuatannya yang sangat kuat.


"Hahaha... Dao Yuan... dimana kesombonganmu yang sebelumnya ?" Chang Sheng tertawa dengan gila dan merasa kalau dirinya akan memenangkan pertarungan.


Xiao Yuan perlahan berdiri dan matanya memancarkan Niat Membunuh yang sangat kuat, sudut mulutnya terangkat dan dia hanya menatap Chang Sheng dengan dingin.


"Chang Sheng... kau mungkin adalah lawan terkuat yang pernah aku lawan sejauh ini, namun hanya itu batasanmu. Jika hanya Jiwa Seruling Tua itu yang kau banggakan maka aku akan menghancurkannya bersama dengan dirimu !" Xiao Yuan mengangkat Pedangnya dan Origin Qi meledak dengan gila dan Aura disekitarnya mulai diserap oleh tubuh Xiao Yuan.


"Kalau begitu matilah !" Chang Sheng berteriak dengan marah dan membentuk Segel ditangannya.


Jiwa Seruling Penghancur mulai berbunyi dan Aura yang kuat menyembur keatas langit, Angin diatas langit mulai terbentuk dan Seekor Naga Angin dengan Aura yang ganas mulai terbentuk.

__ADS_1


Gerakan ini diajarkan langsung oleh Leluhur Seruling Penghancur kepada Chang Sheng, dia sebenarnya ingin menyimpan Teknik ini untuk Putra Dewa yang lainya dan Pangeran Iblis pertama. Namun musuhnya kali ini sangat menyusahkan dan mau atau tidak dirinya harus segera mengalahkannya sebelum Qi miliknya habis.


"Dao Yuan... aku akan memberikanmu kematian yang layak, kau bisa bangga karena memaksaku sampai ketitik ini !" Chang Sheng menurunkan tangannya.


*Groar.*


Raungan Naga Angin menciptakan badai yang sangat besar, semua orang yang melihat ini dari layar proyeksi menjadi sangat kagum sekaligus menyangkan nasib Dao Yuan. Walaupun mereka tidak kehilangan apapun jika kalah namun kekalahan ini akan menyerang mental mereka dan mempengaruhi Kultivasi mereka dimasa depan.


Naga Angin turun kebawah dengan ledakan Aura yang sangat kuat, kekuatan yang sangat mendominasi seolah apapun yang ada dibawahnya akan ditekan sampai mati.


"Teknik Pedang Tak Terkalahkan Domain Tubuh Pedang." Xiao Yuan mengangkat Pedangnya dan Qi Pedang tiba-tiba muncul membentuk sebuah kubah yang terus membesar.


Naga Angin diatas langit membentur Qi Pedang dan membuat Naga Angin itu hancur, ratusan Qi Pedang mulai terbentuk diatas langit dan perlahan mulai menyatu menjadi satu Qi Pedang dengan ukuran yang sangat besar.


Pemandangan ini membuat semua orang merasa sangat takjub dan tidak bereaksi, bahkan Chang Sheng tidak dapat mempercayai apa yang dilihatnya saat ini. Jiwa Seruling Penghancur yang merupakan Pemadatan Jiwa milik Leluhur yang diwariskan kepadanya ditekan secara maksimal dibawah Qi Pedang yang ganas dan dipaksa kembali masuk kedalam tubuhnya.

__ADS_1


Disisi lain Duan Rong tidak bisa menahan rasa keterkejutannya dan tiba-tiba berdiri, Tian Du tersenyum dan tidak menyangka kalau Xiao Yuan akan memahami Teknik Pedang sampai di Tingkat ini.


Bahkan seumur hidupnya tidak ada Kultivator Pedang yang dapat dibandingkan dengan Xiao Yuan. Pemahamannya sudah melebihi batasan dan gerakan ini sudah dapat disetarakan dengan serangan kekuatan Kultivator Tingkat Saint Lapisan pertama.


Takutnya hanya beberapa orang saja yang dapat melakukan gerakan besar ini di Tingkat Primordial Lapisan pertama.


Xiao Yuan melesat kearah Chang Sheng dan menebas dadanya dengan sangat cepat, darah mulai menyembur dari lukanya dan Chang Sheng berteriak kesakitan.


"Chang Sheng... kau kuat namun ini adalah batasanmu, sekarang bagaimana rasanya dikalahkan oleh orang biasa sepertiku. Semua kebanggaan yang kau teriakan itu hanya sekedar omong kosong, aku selalu mengejar kekuatan dan tidak keberatan untuk masuk kedalam Neraka yang dalam untuk mendapatkan kesempatan."


Xiao Yuan melanjutkan, "Apakah kau tidak memahami maksudku... aku sudah menjalani pertarungan hidup dan mati berkali-kali, orang-orang selalu menilai seseorang dari bakat mereka tapi bakat yang buruk juga memiliki hak untuk menjadi kuat selama mereka berusaha."


Chang Sheng memuntahkan darah dari mulutnya dan kondisinya saat ini terlihat sangat buruk, luka goresan Pedang didadanya membuatnya merasa sesak seolah Kekuatan Jiwanya sudah diserap oleh sesuatu.


"Kau bahkan belum memiliki kelayakan untuk melihat semua kemampuanku dan ingatlah ini baik-baik... jangan terlalu larut dalam kekalahan, aku adalah orang yang akan mengalahkanmu dan akan aku akhiri pertarungan kita dengan kemenanganku." Xiao Yuan menendang Chang Sheng dengan keras dan membuatnya terpental kebelakang.

__ADS_1


Qi Pedang diatas langit berayun kearah Chang Sheng dan menebasnya dengan kejam, tanah mulai terbelah menjadi sebuah jurang dan Chang Sheng sudah kalah.


__ADS_2