KAISAR PERANG

KAISAR PERANG
Bab 401 - Meredam Amarah


__ADS_3

Keringat dingin mengalir dari kepala San De dan Tetua yang meringkuk ditanah. Xiao Yuan ini terlalu mengerikan dan Niat membunuhnya bukan sesuatu yang bisa mereka abaikan.


Jika dirinya mengatakan iya maka mungkin Xiao Yuan akan benar-benar memotong kepala mereka berdua. Terlebih Tetua itu berada di Lapisan ketiga Tingkat Primordial, namun dia sama sekali tidak berdaya didepan Xiao Yuan.


San De tidak memiliki keberanian untuk bertaruh dengan hidupnya, bahkan jika ada Yang Shen ataupun Huang Wuji disini mereka tidak akan berani berurusan dengan Xiao Yuan setelah melihat kekuatannya.


Angin yang kencang mulai berhembus dan semua orang melihat keatas langit, disana seorang Wanita yang secantik Peri perlahan turun dan membuat semua orang tidak bisa menahan kekaguman akan kecantikannya.


"Suamiku... tolong tenangkan dirimu dan biarkan mereka pergi !" Wanita itu adalah Tao Lingwan dan berusaha menghentikan Xiao Yuan.


Tao Lingwan mendapatkan laporan dari salah satu Murid Puncak Bunga tentang masalah yang dihadapi Xiao Yuan. Jadi dia bergegas untuk kemari dan membantunya meredakan situasi.


Ketika semua orang mendengar bahwa Tao Lingwan menyebut Xiao Yuan sebagai Suaminya, hal ini membuat kejutan yang sangat besar. Tao Lingwan merupakan kecantikan yang tidak ada tertandingi dan Peri Bunga ini sudah menjadi milik dari orang lain.

__ADS_1


Xiao Yuan tersenyum pahit dan berkata, "Jika itu yang kau minta maka aku akan berhenti disini."


Xiao Yuan menghentikan Niat Membunuhnya dan Pedang ditangannya menghilang. San De dan Tetua itu akhirnya dapat bernafas dengan lega, mereka sangat bersyukur bahwa Xiao Yuan masih mau mendengarkan Tao Lingwan.


Xiao Yuan menghela nafas dan berteriak dengan keras, "Putra Dewa Matahari dan Bulan... pengecut seperti kalian tidak layak untuk berdiri didepanku. Jika kalian memiliki keberanian maka bertarunglah denganku dalam Arena hidup dan mati. Kalian bisa bekerjasama dan aku sendiri sudah cukup untuk membunuh kalian berdua, jangan bermain seperti seorang pengecut."


Semua orang sekali lagi dikejutkan oleh tindakan berani yang dilakukan Xiao Yuan, secara tidak langsung Xiao Yuan menantang mereka yang merupakan Murid terbaik didepan umum dan tindakan ini sangat layak mendapatkan pujian.


Tao Lingwan memegang tangan Xiao Yuan dan berkata, "Ayo pergi... jika Suami ingin berlatih maka Istrimu ini memiliki tempat yang lebih baik di Pulau Melayang !"


Taman bunga yang indah dan luas menghiasi tempat itu dan Pulau Melayang ini sangat besar, dipusatnya terdapat Istana yang cukup megah dan memancarkan Fluktuasi Aura yang sangat kuat.


Tao Lingwan melihat Xiao Yuan dan memegang kedua tangannya, "Apakah kau marah kepadaku karena menghentikanmu ?"

__ADS_1


"Bagaimana mungkin aku bisa marah kepadamu, aku hanya tidak suka dengan cara mereka yang pengecut." Kata Xiao Yuan dengan jujur.


"Percayalah... aku hanya tidak ingin kau berakhir dan terjebak dalam rencana mereka. Namun jika Aula Kedisiplinan bergerak, maka kau akan berakhir dengan hukuman. Aku hanya tidak ingin Suamiku ini berakhir dengan dihukum, lebih baik untuk mengalah dan kita akan membalas mereka dimasa depan." Kata Tao Lingwan dengan sungguh-sungguh.


Xiao Yuan mendorong dirinya dan memeluk Tao Lingwan dengan hangat, sejujurnya dia tidak akan peduli jika menerima hukuman dari Sekte jika membunuh mereka berdua.


Tao Lingwan membawa Xiao Yuan ketaman Bungan dan menyiapkan tempat duduk, disana dia menyeduh teh dan melayani Xiao Yuan dengan benar.


"Suami harus berhati-hati dengan mereka, terutama bawahan Huang Wuji yaitu San De yang sebelumnya memiliki masalah denganmu. San De mungkin tidak kuat tapi otaknya sangat pintar dan licik, bahkan sebelumnya di Dunia Pasif... orang dari Gedung Pembunuh itu mengejar kami karena rencana dari San De." Kata Tao Lingwan dengan jujur.


"Tidak masalah... dia hanya seorang pengecut yang menginginkan keselamatan dengan mengikuti mereka yang kuat. Menghadapinya akan jauh lebih mudah... jika dia berniat berurusan denganku sewaktu diluar maka aku akan melakukan yang terbaik untuknya !" Xiao Yuan tersenyum dan tidak sabar menunggu tanggapan mereka.


Tao Lingwan tersenyum dan berkata, "Sepertinya Suamiku sangat ingin memukul wajah mereka, aku akan mendukung apapun tindakanmu dimasa depan."

__ADS_1


"Tentu saja... mereka berani menargetkanku dan setidaknya aku akan memukul mereka dengan keras." Kata Xiao Yuan dengan bangga.


"Kalau begitu aku akan menyediakan tempat latihan milikku. Ruanganku juga tidak kalah bagus dengan Menara Pelatihan, seharusnya itu akan sangat bermanfaat untukmu. Aku juga akan mengirim Pil Roh yang dapat membantumu untuk berkultivasi dengan lebih baik." Tao Lingwan berniat untuk memberikan bantuan Sumber Daya miliknya kepada Xiao Yuan.


__ADS_2